ANTARA KAGUM & LUKA

ANTARA KAGUM & LUKA

BAB ONE (Putri sulung alveric)

Suara irama piano yang indah memenuhi mansion besar kediaman keluarga Alveric. Di tengah ruangan yang megah dengan lantai marmer dan tirai sutra merah, Azalia Senjanafea Gralind Alveric – yang bisa dipanggil dengan sebutan Aza. Ia adalah putri sulung keluarga Alveric yang berumur 16 tahun. Wajahnya sangat cantik dengan mata coklat yang indah, namun ada kesedihan tersembunyi didalamnya.

“Non Aza, tuan besar ingin bertemu dengan nona di bilik ruang tamu pertama”, ucap pelayan yang berada di mansion Alveric itu. Aza menghela nafas ya, “iya, saya kesana, terimakasih sudah memberitahu”.“sama sama non cantik, kalau gitu saya permisi”, ucap pelayan langsung pergi.

Aza sudah berada di ambang pintu ruang tamu pertama, “Papah, boleh aza masuk”. “Ya,silakan nak”, jawab papahnya Samuelhariando Alveric. Pria tampan yang masih mempertahankan kesan muda itu yang duduk dengan wajah serius, diikuti mamah Aza – yaitu Widya Gralind Alveric yang anggun duduk disebrang tuan besar Alveric.

Aza menghampiri mamah dan papanya, ia duduk disebelah mamah ya dan disebrang tempat duduk ya yaitu papa Samuel. “Papah pasti ingin membicarakan hal yang kemarin kan?”, ucap Aza dengan kekhawatirannya. Papah Samuel menaruh selembar surat di atas meja, “iya, kamu benar sekali sayang. Kamu akan melanjutkan pendidikan kelas 11 kamu di Indonesia, di STPI School Tirta Persada Internasional. Kamu pasti udah siap kan?”.

Kata kata itu terucap kembali pada papah Samuel, “tapi papah, apa papah serius mau anak perempuan papah ini yang udah berada disekolah terbaik German pindah ke indonesia. Kan 2 tahun lagi juga pah.” Ucap Aza dengan tatapan belum percaya penuh.

“Sayang, kami berdua mau kamu mendapatkan pemahaman tentang negara indonesia yang luas itu, dan kami ingin agar kamu bisa belajar mandiri”, ujar mamahnya dengan lembut kepada Aza disampingya. Aza benar benar tidak percaya itu, “oke oke, boleh aja mamah dan papah menyesekolahkan Aza di sana, tapi please Aza gak mau tinggal sendiri disana. Apartemen lagi, no no, gak mau.” Jelas Aza dengan sikap yang tetap santun.

Ucapan Aza mampu membuat papah dan mamah Aza tersenyum pedih. Papah Aza mendekati Aza, ia duduk disampingnya dan Aza berada ditengah orang tua ya itu. “Aza, kamu putri sulung Alveric, kamu sangat pintar, pintar sekali, dan kamu selalu mengerti sama keluargamu, juga orang orang di mansion ini. Memiliki atittude yang mamah sama papah bangga sama kamu nak, orang orang di german melihat mamah dan papah itu berhasil mendidik 2 anak perempuan ya yang layak jadi perempuan sukses.” “Tapi, mamah sama papah mau kamu bisa menghadapi segala tantangan diluar sana, agar kamu bisa mandiri tanpa bantuan orang tua kamu, pengawal, para pelayan. Kamu harus bisa hidup sederhana”, ucap Papah Aza sambil mengusap kelapa Aza dengan lembut.

Aza beridiri dan memeluk kedua orang tua ya itu, “oke, Aza bakal membuktikan hal yang mamah sama papah mau lagi, Aza akan menjadi perempuan yang mandiri dan hidup sederhana.”

Orang tua Aza sangat bangga sekali, mereka yakin dua anak perempuan mereka pasti bisa berhasil menempuh kesukesan dengan cara mandiri tanpa ada pengawal,para pelayan diantara mereka semua dan tentu tanpa Samuel serta Widya.

“Tenang aja sayang, mamah udah siapin keperluan kamu kok di Indonesia. Dan ada 1 supir di indonesia yang bakal bantu bantu kamu, dan antar jemput tuan putri Alveric ini.” Ucap mamah Aza dengan senyuman bangga ya itu.

_“what?cuman 1 supir, ga ada pengawal atau pelayan. Ini mah sederhana sekali.. Tapi gak papa, aku pasti bisa”._ Aza tersenyum.

Aza kembali duduk ditengah tengah orang tua ya, “jadi besok kan Aza berangkat ya?”. “Iya betul sekali, kami dan adikmu akan mengatarkan kamu ke bandara ya”. Jawab papa Samuel.

“Baiklah”, Aza menghela nafas ya, ia pasti bisa melalukan ini. Ini merupakan sebuah tantangan baginya.

Dimalam hari, kamar megah Aza dan adiknya – Qila Janniea Gralind. Cahaya lampu kristal yang menggantung di kamar megah mewarnai wajah Aza dengan kilau lembut. Tangannya yang elegan menyusun kertas kertas rapor dengan nilai nilai yang sangat sempurna diatas meja marmer putih, sambil mata coklatnya mengintip ke arah jendela besar yang menghadap ke taman mansion ya itu.

“Haduh, jujur sebenarnya gak mau banget aku ke indonesia. Cuman karna papah sama mamah pengen aku berhasil tanpa bantuan dari mereka, para pengawal,pelayan juga. Bener bener aku harus bisa mandiri banget, astagaaa!!!”. Aza sangat lelah dengan segala hal hal baru yang selalu datang dipikirannya itu, apalagi pindah sekolah ke Indonesia. Aza mengambil tablet apple ya itu untuk mencari tahu informasi tentang STPI, “waw rupanya sekolah ya lebih terkenal dan bagus dari pada sekolah yang aku tempatin di german ini. Seriously? Waw gila sih.” Ucap Aza sendiri, “tapi kok”, Aza melihat info berita bahwa STPI itu milik keluarga besar Fernandez yang terkenal di Indonesia, keluaraga yang paling disegani, paling populer disana. “What? Apa itu keluaraga Fernandez?”, tanya Aza pada dirinya sendiri.

Pintu kamar mandi terbuka, dan sosok anak kecil berumur 10 thn menghampiri Aza, ia memegang bahu Aza dan,“DORRR!!!”. Aza terkejut, dia hampir saja menjatuhkan tablet apple ya yang sangat mahal itu, “Astaga qila, kamu kebiasaan banget. Kalau kakakmu ini terkena serangan jantung gimana, heh nyebelin” Aza sangat kesal, “untung aja besok kakak mau ke indonesia, gak ada yang ngagetin kakak lagi deh, weekkk”, tambah Aza dengan uluran lidah ya.

Qila memanyungkan bibir ya, ia menuju balkon, “kakak ih, jangan kayak gitu dong. Kan aku jadi kesepian pasti”. Aza menatap adik ya itu yang berada di balkon,”aduh, sorry. Gak bermaksud gitu, lagian siapa suruh kalau kakak lagi bengong dikagetin”. Aza menatap adiknya prihatin, ia menghampiri adiknya dan memeluk dari belakang. “Tenang kok, nanti kakak kalau udah sampai indonesia kita telfonan bareng, terus mabar roblox yaaa hahaha”. “Dan kalau semisal kakak balik lagi ke sini, kakak pasti bawa buah tangan yang banyak kok dari indonesia yang spesial bingitzzz”. Ucapan Aza membuat adiknya tersenyum, Aza sangat dewasa sekali, ia sangat sayang kepada adiknya. Walaupun mereka kadang bertengkar sih. “oke bener ya, ya udah sana besok kakak ke indonesia. Bawa bingkisan mainan aja dah yang banyak”. Ucap Qila

Aza menyentil jidat Qila, dan beridiri dibalkon samping Qila. “Giliran mainan baru deh, lupa semua”. “hehhee, maaf”.

Salah satu pelayan mengetuk kamar mereka, “permisi non”. Aza dan Qila berbalik, “oh iya, masuk saja”. Pelayan itu masuk, dan Aza Qila menghampiri pelayan itu, “non Aza sama non Qila waktunya minum susu, setelah itu bersih bersih dan langsung tidur. Karena besok kan non Aza harus pagi pagi ke bandara”, ucap pelayan itu.

“Oh iya, tapi aku mau ke kamar mamah sama papah dulu, Untuk semua persiapan aku besok udah kan?”, tanya Aza dengan santun. “Sudah semua kok non, itu juga dibantu persiapan ya sama nyonya besar”, jawab pelayan itu. Aza tersenyum,”baiklah, terimakasih banyak. Kalau gitu aku ke kamar mamah sama papah dulu”.

Aza keluar untuk menemui papah dan mamah ya, “ayok nona kecil, minum susu dulu ya. Setelah itu gosok gigi, terus bobo deh”, ucap pelayan itu. “Yey susu, oke deh.” Jawab Qila senang.

Dikamar tuan dan nyonya besar Alveric, “kenapa sayang, udah malam loh. Besok kan ke bandara pagi pagi”, ucap mamah Aza.

“Aza, mau bertanya sama mamah dan papah, papah mana memangnya?”. Tanya Aza, “Papa lagi di ruang kerjaan gak bisa diganggu, kamu nanya aja ke mamah ada apa, atau kamu besok mau membatalkan?”, tanya mamah Aza khawatir. “eh gak mah, mau kok. Kan ini demi kebaikan Aza dari Mamah dan papah”, Aza menggeleng pelan dan tersenyum.

“Syukurlah, terus kamu mau nanya apa hem?”. Aza menghela nafas ya, “STPI itu milik keluarga besar Fernandez, katanya itu keluarga yang disegani sekali dan benar benar populer dari bisnisnya ya, dan kekayaan yang berlimpah, serius kah mamah?. Soalnya Aza mencari informasi di goggle. Rupanya seterkenal itu ya”

Mamah Aza tersenyum dan menepuk pelan pundak anak ya, “yap, benar sekali. Keluarga Fernandez itu merupakan keluarga yang disegani disana, kekayaan ya tuh melebihi kekayaan kita sayang”, Aza sampai melotot, menurut dia aja keluarga Alveric tuh kaya banget. Gimana dengan keluaraga Fernandez, dari uang, perusahaan, bisnis. Gila sih.

“Karena dia itu adalah generasi pertama disana yang menjalankan usaha kecil di pertanian, jadi berkat usaha mereka dan kepintaran dari opa ya yang bernama Fernandez sama putra ya itu, mamah gak tau siapa namanya. Soalnya berita mereka tuh gak sampe beredar banyak. Terus untuk bisnis mereka yang kecil itu, bisa langsung berkembang pesat sekali sampai mencakup properti, teknologi, pokoknya banyak sekali tau nak. Mamah aja salut sama keluarga itu apalagi papah. Dan keluarga mereka tuh punya prinsip kejujuran dan suka banget bantu orang lain”.

Aza terkesima dengan cerita mamah ya itu tentang keluarga Fernandez. “Wah keren banget”.

“Benar sayang, mereka tuh keren keren keluarganya, terutama cucu sulung fernandez, dia umur 17 tahun sepertinya kelas 12 deh. Mamah gak tau dia laki laki atau perempuan.Katanya sih dia tuh pintar banget, genius, dan sukses di usia muda ya. Punya banyak perusahaan, terutama di tionghoa china. Oh ya mereka itu termasuk keturunan china sayang”. Tambah mamah Aza sambil mengelus kepala Aza.

_“haduh gak mungkin lah, pasti pintaran aku hahaha. Eh gak boleh sombong. Astaga Aza ini”,_ ucapan hati Aza membuat dia cengingisan.

“wawww banget sih, keren. Pantas mamah sama papah pengen banget Aza sekolah disana, mungkin disana akan diajari kemandirian, menghasilkan kekayaan berlimpah, pengetahuan yang luas, pokoknya banya kali ya?”,. Aza sambil tertawa dan membayangkan itu semua. Mamah Aza tersenyum, “betul sekali hahaha, ya udah tidur gih. Udah malam banget, nanti papah marah”.

Aza tersenyum mengangguk dan memeluk mamah ya sebelum ke kamar untuk tidur.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!