Perjalanan menembus Hutan Kabut Ilusi menuju Zona Inti bukanlah sebuah pelarian, melainkan sebuah penurunan perlahan ke dalam neraka yang sebenarnya.
Memasuki hari ketiga perjalanan, warna kabut yang menyelimuti hutan berubah. Dari putih susu yang membutakan, kabut itu kini bergradasi menjadi abu-abu kehijauan—tanda bahwa miasma beracun dari Rawa Pemakan Jiwa mulai meresap ke udara. Pepohonan pinus besi digantikan oleh pohon-pohon bakau darat raksasa yang akarnya menjulur seperti tentakel gurita hitam.
Lin Xue telah terbangun dari pingsannya. Berkat Pil Naga Matahari, wajahnya tidak lagi pucat pasi. Ia berjalan di tengah formasi, diapit oleh Lin Chen di depan dan Lin Tian di belakang. Meski tubuhnya masih mungil, langkahnya tidak lagi goyah.
"Udaranya bau asam," bisik Lin Xue, menutup hidungnya dengan lengan jubah kebesaran milik murid sekte yang tewas tempo hari.
"Miasma tingkat rendah," jawab Lin Tian dari belakang, matanya terus memindai tajuk pepohonan. "Jangan bernapas terlalu dalam. Saat kita istirahat nanti, aku akan mengajarimu teknik pernapasan Ketiadaan tingkat dasar. Kau tidak punya Dantian khusus untuk itu, tapi itu cukup untuk memotong racun yang masuk ke paru-parumu."
Di depan, Lin Chen memegang pedang rampasannya dengan sangat erat. Keringat membasahi pelipisnya. Selama tiga hari ini, ia menyadari satu hal yang mengerikan: Lin Tian sama sekali tidak membantunya membersihkan jalan.
Setiap kali ada binatang buas tingkat rendah seperti Ular Kayu Beracun atau Laba-laba Wajah Hantu yang menyerang, Lin Tian hanya berdiri diam melipat tangan.
SRAASH!
Seekor Ular Kayu sepanjang empat meter tiba-tiba melesat dari dahan di atas Lin Chen, taringnya meneteskan bisa hijau.
"Chen! Kiri!" peringat Lin Tian pelan, nada suaranya tanpa emosi.
Lin Chen tidak sempat berpikir. Insting yang ditempa dari pertarungan jalanan di Kota Batu Darah mengambil alih. Ia melempar tubuhnya ke samping, berguling di atas lumpur berbau busuk, lalu menyabetkan pedangnya ke atas…
Teratai Pedang Sembilan Kematian
Bab 40: Zona Kematian dan Beban Tulang Naga
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 130 Episodes
Comments
Duajie
Tekhnik seni pedang kok melulu pembentukan kekuatan fisik tdk disertai pemahaman tentang pedang ?
atau nanti ilmu pedang akan dikuasai ke puncaknya secara tiba tiba begitu saja...? 🤭
2026-07-15
0
Didi h Suawa
fantasi jitu,,🙏
2026-08-06
0
yos helmi
👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍
2026-05-17
0