Bab 5

Arsenio begitu emosi saat melihat istrinya berciuman dengan pria lain. Harga dirinya seperti diinjak-injak. Apalagi, perselingkuhan itu dilakukan di rumah mertuanya sendiri.

"Berdiri!"

Arsenio memegang kerah kemeja Kaivan. Dia memaksa pria itu berdiri lalu menghajar wajahnya lagi.

Lebih kuat.

Lebih keras.

"Brengsek, kau Kaivan! Berani-beraninya, kamu mencium istriku!" teriak Arsenio yang sudah gelap mata.

Kaivan tak peduli pada amarah Arsenio. Tak juga peduli pada rasa sakit akibat hantaman tinju Arsenio.

Tatapannya hanya terpaku pada satu titik.

Pada sosok Seraphina yang hanya diam memandanginya tanpa perasaan khawatir sama sekali.

"Arsen, berhenti!" pekik Kalani. "Jangan pukul Kaivan."

Wanita itu berlari. Dia berusaha melerai dua pria yang sedang terlibat perkelahian tak seimbang itu.

Masalahnya, Kaivan tak mau melawan. Dia tahu dia salah. Dan, dia merasa pantas untuk dipukuli.

"Kamu..."

Fokus Arsenio teralih kepada istrinya. Dia mendorong kasar Kalani hingga jatuh ke tanah.

"Kamu benar-benar wanita ja lang, Kalani! Aku hanya pergi sebentar dan kamu sudah melangkah sejauh ini?"

Kalani ikut naik pitam. Dia berdiri lalu menampar Arsenio dengan keras.

Plak.

"Aku mencintai Kaivan."

Satu kalimat itu sukses membuat dunia Arsen seolah runtuh. Dia pun menatap Kalani dengan nyalang.

"Apa kamu bilang?"

"Ya, aku mencintai Kaivan. Dari dulu. Sayangnya, aku baru menyadarinya sekarang."

Pengakuan Kalani membuat Arsen semakin sakit hati. Lima tahun pernikahan, dan ini yang dia dapatkan dari wanita yang dulu mengemis-ngemis cintanya?

"Kamu bilang, kamu mencintainya? Lalu, aku bagaimana, Lani?"

Kalani menarik napas panjang. "Sebaiknya, kita bercerai saja."

Langkah Arsenio surut ke belakang. Perkataan Kalani bagai petir yang menyambar di siang bolong.

"Gampang sekali kamu bilang cerai. Apa kamu lupa, bagaimana kerasnya perjuangan kamu dulu untuk merebut aku dari adik kamu sendiri? Kamu bahkan rela merangkak naik ke ranjangku dan memohon agar aku mau menyentuhmu. Tapi, sekarang setelah kamu menemukan pria lain, kamu malah ingin membuangku?"

"Jaga mulutmu, Arsen!"

Kalani memberi peringatan. Tatapannya nyalang.

"Yang aku katakan semuanya benar. Jadi, untuk apa aku harus menjaga mulut ku?"

"Arsen..."

"KAU, DIAM!" hardik Arsenio ke arah Kaivan. "Kau juga tidak tahu malu! Sudah punya istri tapi masih saja mengincar istri orang lain."

Napas Arsenio menderu cepat. Dadanya naik-turun.

Arsenio kembali menyerang Kaivan. Andai boleh memilih, dia ingin sekali membunuh Kaivan detik ini juga.

"BERHENTI!!!"

Suara bariton Romi membuat perkelahian itu akhirnya terhenti secara paksa.

"Ayah, tolong Kaivan," teriak Kalani panik sambil berlari menghampiri Ayahnya. "Arsen... Dia sudah gila."

Wajah Romi tampak memerah karena amarah. Tatapannya tertuju tajam pada Arsenio dan Kaivan lalu berhenti pada Seraphina.

"Kalian semua, ikut Ayah ke dalam!"

Kalani menggandeng tangan Ayahnya. Dibelakang mereka, Arsenio mengikuti sambil mendengkus kasar.

"Sera..." panggil Kaivan lirih.

Dia menahan pergelangan tangan Seraphina yang juga ingin ikut masuk bersama orang-orang.

"Ada apa?" tanya Seraphina. Dia melepaskan pegangan Kaivan dari tangannya dengan gerakan lembut namun terasa tegas.

"Soal tadi, aku minta maaf!" ucap Kaivan dengan penuh rasa bersalah. "Aku tidak tahu apa yang terjadi. Semuanya... semuanya terjadi begitu saja."

Raut wajah Kaivan terlihat sangat putus asa. Dia sendiri tak mengerti, kenapa perasaannya jadi tak senyaman sekarang saat melihat sosok Seraphina yang tetap tenang meski situasinya sudah separah ini.

"Kamu tidak perlu meminta maaf," timpal Seraphina.

Dia tersenyum.

Kelam di bola matanya tak dapat Kaivan ukur berapa dalamnya.

"Kamu tidak sakit hati?"

"Sakit hati hanya untuk orang yang masih mencintai. Sementara aku, sudah tidak."

Begitu kalimatnya selesai, Seraphina melangkah tenang masuk ke dalam. Dia menggenggam ponselnya erat-erat. Di sana, ada sesuatu yang bisa dia tukarkan dengan hal yang berharga.

Ruang keluarga yang biasanya diisi dengan kehangatan, malam ini berubah menjadi pengadilan dengan kasus berat.

Kalani dan Kaivan duduk di kursi terdakwa. Romi menjadi hakim. Sementara, Seraphina dan Arsenio bertindak sebagai korban.

"Kalian berdua benar-benar memalukan. Kalau sampai hal ini tersebar keluar, nama baik keluarga kita akan tercoreng."

Romi berbicara dengan tegas. Kemarahan tergambar di wajahnya namun tidak benar-benar sampai ke hatinya.

Pengadilan ini hanya formalitas. Sekadar untuk meredam api kemarahan Arsenio yang terlanjur tersulut.

Seraphina tahu itu.

"Ayah..." Kalani tiba-tiba menjatuhkan diri didepan sang Ayah. "Aku dan Kaivan saling mencintai. Tolong restui kami bersama."

"Apa kau bilang?" Netra Romi membulat. Tangannya mengepal, namun masih cukup waras untuk tidak menampar pipi putri kesayangannya.

"Ya, Ayah," angguk Kalani. "Aku dan Kaivan sebenarnya saling mencintai. Jadi... Tolong restui kami."

"Lani, apa yang kamu lakukan?"

Kaivan bertanya panik.

Tidak.

Seharusnya, masalah tidak sampai sebesar ini.

"Kaivan, aku sedang memperjuangkan kita," jawab Kalani. "Dan, kalau sampai kita tidak bisa bersama, maka lebih baik aku mati saja."

"Jangan bicara sembarangan, Kalani."

Sang Ayah menatapnya dengan mata melotot.

"Aku tidak bicara sembarangan. Ayah tahu seberapa nekatnya aku, kan?"

Romi perlahan melunak. Ancaman Kalani sukses membuatnya tak bisa berkutik.

"Jadi, kamu mau apa?"

"Aku ingin menikah dengan Kaivan."

"Lalu, Arsen dan Seraphina, bagaimana?"

"Mereka berdua juga bisa menikah. Bukankah, Arsen awalnya memang calon suami Seraphina?"

"Lani, kamu gila!" seru Kaivan. Dia menatap Seraphina panik. Menggeleng, seolah berusaha menjelaskan bahwa dia tidak terlibat dalam rencana Kalani.

Seraphina sendiri hanya tersenyum sinis. Jadi, lagi-lagi dirinya ingin dijadikan tempat pembuangan sampah?

Disaat Kalani tidak menginginkan sesuatu, maka dia akan dengan entengnya melemparkan barang-barang tak berguna itu kepada Seraphina.

Persis seperti sekarang.

"Baik. Aku setuju!"

Arsenio berkata dengan lantang. Sudah sejak lama dia menyadari kesalahannya.

Sudah sejak lama dia menyesali keputusannya. Menikah dengan Kalani tidak seindah angan Arsenio.

Dan, tetap saja... meski sudah berusaha mempertahankan rumah tangganya dengan Kalani, namun bayang-bayang Seraphina terus membayangi malam-malamnya.

"Apa yang kamu ucapkan, Arsen?"

Kaivan meradang. Dia merasa jika semua orang sudah gila.

"Kau menginginkan istriku, kan?" Arsenio tersenyum mengejek. "Jadi, apa salahnya jika aku juga menginginkan istrimu?"

"Jangan coba-coba, Arsen!"

"Kau mau apa?" balas Arsen. "Menghajarku? Memangnya, kamu bisa?"

Arsenio adalah pemegang sabuk hitam taekwondo dan judo. Jelas, dia bukan tandingan Kaivan yang hanya pria biasa tanpa latar bela diri sama sekali.

"Kaivan, keadaan sudah seperti ini. Sebaiknya, kamu dan Kalani menikah saja."

Sang mertua berusaha memecahkan ketegangan diantara kedua menantunya.

"Ayah, apa Ayah memintaku untuk menceraikan Seraphina juga?" tanya Kaivan tak percaya.

Romi menghela napas panjang. Pusing.

"Ya," angguknya. "Kamu harus menceraikan Seraphina dan menikahi Kalani. Jangan pernah berani berpikir untuk memiliki kedua putriku, Kaivan! Aku tidak akan pernah setuju."

"Tapi, Seraphina..."

"Seperti yang sudah disepakati. Seraphina akan menikah dengan Arsenio."

"Memangnya, aku sudah setuju?"

Seraphina menyela. Dia membuat dirinya terlihat di tengah orang-orang yang sedari tadi sibuk membuat keputusan tanpa melibatkan dirinya.

Terpopuler

Comments

Aidil Kenzie Zie

Aidil Kenzie Zie

mending kabur dari rumah itu Sera dari pada hidup sama keluarga yang tidak menghargai kamu 😡😡😡😡

2026-05-20

0

Agna

Agna

keluarga aneh.
orang tua koke dukung kelakuan anakx yg TDK baik

2026-08-09

0

Ermi Yenti

Ermi Yenti

keluarga gila,, bapak yg lebih gila ny 100 prsen..

2026-08-07

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1
2 Bab 2
3 Bab 3
4 Bab 4
5 Bab 5
6 Bab 6
7 Bab 7
8 Bab 8
9 Bab 9
10 Bab 10
11 Bab 11
12 Bab 12
13 Bab 13
14 Bab 14
15 Bab 15
16 Bab 16
17 Bab 17
18 Bab 18
19 Bab 19
20 Bab 20
21 Bab 21
22 Bab 22
23 Bab 23
24 Bab 24
25 Bab 25
26 Bab 26
27 Bab 27
28 Bab 28
29 Bab 29
30 Bab 30
31 Bab 31
32 Bab 32
33 Bab 33
34 Bab 34
35 Bab 35
36 Bab 36
37 Bab 37
38 Bab 38
39 Bab 39
40 Bab 40
41 Bab 41
42 Bab 42
43 Bab 43
44 Bab 44
45 Bab 45
46 Bab 46
47 Bab 47
48 Bab 48
49 Bab 49
50 Bab 50
51 Bab 51
52 Bab 52
53 Bab 53
54 Bab 54
55 Bab 55
56 Bab 56
57 Bab 57
58 Bab 58
59 Bab 59
60 Bab 60
61 Bab 61
62 Bab 62
63 Bab 63
64 Bab 64
65 Bab 65
66 Bab 66
67 Bab 67
68 Bab 68
69 Bab 69
70 Bab 70
71 Bab 71
72 Bab 72
73 Bab 73
74 Bab 74
75 Bab 75
76 Bab 76
77 Bab 77
78 Bab 78
79 Bab 79
80 Bab 80
81 Bab 81
82 Bab 82
83 Bab 83
84 Bab 84
85 Bab 85
86 Bab 86
87 Bab 87
88 Bab 88
89 Bab 89
90 Bab 90
91 Bab 91
92 Bab 92
93 Bab 93
94 Bab 94
95 Bab 95
96 Bab 96
97 Bab 97
98 Bab 98
99 Bab 99
100 Bab 100
101 Bab 101
102 Bab 102
103 Bab 103
104 Bab 104
105 Bab 105
106 Bab 106
107 Bab 107
108 Bab 108
109 Bab 109
110 Bab 110
111 bab 111
112 Bab 112
113 Bab 113
114 Bab 114
115 Bab 115
116 Bab 116
117 Bab 117
118 Bab 118
119 Bab 119
Episodes

Updated 119 Episodes

1
Bab 1
2
Bab 2
3
Bab 3
4
Bab 4
5
Bab 5
6
Bab 6
7
Bab 7
8
Bab 8
9
Bab 9
10
Bab 10
11
Bab 11
12
Bab 12
13
Bab 13
14
Bab 14
15
Bab 15
16
Bab 16
17
Bab 17
18
Bab 18
19
Bab 19
20
Bab 20
21
Bab 21
22
Bab 22
23
Bab 23
24
Bab 24
25
Bab 25
26
Bab 26
27
Bab 27
28
Bab 28
29
Bab 29
30
Bab 30
31
Bab 31
32
Bab 32
33
Bab 33
34
Bab 34
35
Bab 35
36
Bab 36
37
Bab 37
38
Bab 38
39
Bab 39
40
Bab 40
41
Bab 41
42
Bab 42
43
Bab 43
44
Bab 44
45
Bab 45
46
Bab 46
47
Bab 47
48
Bab 48
49
Bab 49
50
Bab 50
51
Bab 51
52
Bab 52
53
Bab 53
54
Bab 54
55
Bab 55
56
Bab 56
57
Bab 57
58
Bab 58
59
Bab 59
60
Bab 60
61
Bab 61
62
Bab 62
63
Bab 63
64
Bab 64
65
Bab 65
66
Bab 66
67
Bab 67
68
Bab 68
69
Bab 69
70
Bab 70
71
Bab 71
72
Bab 72
73
Bab 73
74
Bab 74
75
Bab 75
76
Bab 76
77
Bab 77
78
Bab 78
79
Bab 79
80
Bab 80
81
Bab 81
82
Bab 82
83
Bab 83
84
Bab 84
85
Bab 85
86
Bab 86
87
Bab 87
88
Bab 88
89
Bab 89
90
Bab 90
91
Bab 91
92
Bab 92
93
Bab 93
94
Bab 94
95
Bab 95
96
Bab 96
97
Bab 97
98
Bab 98
99
Bab 99
100
Bab 100
101
Bab 101
102
Bab 102
103
Bab 103
104
Bab 104
105
Bab 105
106
Bab 106
107
Bab 107
108
Bab 108
109
Bab 109
110
Bab 110
111
bab 111
112
Bab 112
113
Bab 113
114
Bab 114
115
Bab 115
116
Bab 116
117
Bab 117
118
Bab 118
119
Bab 119

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!