Langit Tak Selamanya Mendung, Seraphina

Langit Tak Selamanya Mendung, Seraphina

Bab 1

Satu jam lagi pernikahan akan segera dimulai. Seorang wanita dengan gaun pengantin berwarna putih gading sudah menunggu dengan detak jantung yang berdebar kencang di dalam ruangannya.

Senyumnya terus merekah. Buket bunga di tangan terus ia cium sambil menatap sumringah ke arah jendela yang memperlihatkan pemandangan taman yang indah.

Satu jam lagi, dia akan resmi menjadi istri dari Arsenio Malik. Satu jam lagi, dia akan pergi meninggalkan Ayah dan Ibu yang selalu pilih kasih. Satu jam lagi, hanya kebahagiaan yang akan Seraphina rasakan. Satu jam lagi, semua duka selama 20 tahun ini akan berganti dengan senyum yang semoga abadi.

Cklek!

Pintu dibelakangnya terbuka. Wanita itu pun reflek menoleh. Kedua orangtuanya masuk dengan wajah yang terlihat tegang. Hal itu mengundang perasaan tak enak ke dalam hati dan pikiran sang calon pengantin wanita.

"Seraphina..." Suara Romi Maherza terdengar jelas. Memantul di dinding marmer ruangan itu.

"Ada apa, Ayah?" tanya Seraphina Allena Maherza.

"Ada hal yang ingin Ayah katakan padamu," ucap Romi dengan ekspresi yang semakin rumit untuk Seraphina baca.

"Silakan," angguk Seraphina.

"Hari ini, kamu tidak akan menikah dengan Arsenio Malik."

Kata-kata itu membuat Seraphina membeku. Tangannya mencengkram buket bunga di tangannya dengan erat.

"Maksud Ayah?"

Romi menghela napas panjang. "Kalani yang akan menggantikan kamu menikah dengan Arsenio."

Deg.

Seperti ada ribuan tangan tak kasat mata yang sedang meremas jantung Seraphina secara bersamaan. Apalagi, saat melihat sang kakak yang masuk ke dalam ruangan dengan langkah sumringah sambil mengenakan gaun pengantin yang terlihat jauh lebih mahal dibanding punyanya.

Kalani Gianna Maherza tersenyum lebar. Tak ada rasa bersalah di wajahnya.

"Ayah, tidak bisa begitu," geleng Seraphina menolak. "Hari ini, hari pernikahan ku. Kalani tidak seharusnya menghancurkan semuanya. Lagipula, Arsenio bukan barang. Dia bukan mainan yang bisa dioper ke siapa saja."

"Arsenio sudah setuju," kata Romi dengan tegas.

Hal yang membuat tungkai Seraphina seketika jadi melemas.

"Arsenio, masuklah! Jelaskan sendiri kesalahanmu pada Seraphina!" titah pria berusia 55 tahun itu.

Tak lama, seorang pria yang tampak begitu gagah dalam balutan jas pengantin berwarna putih mulai melangkah masuk. Wajahnya menunduk. Penuh rasa bersalah.

"Seraphina..." panggil Arsenio lirih.

Air mata Seraphina mulai mengalir deras. Hatinya benar-benar sakit. Bahkan, sebelum Arsenio bicara pun, Seraphina seperti sudah bisa menangkap garis besarnya.

Pasti, sang calon suami sudah jatuh cinta pada kakak kandung Seraphina sendiri, Kalani.

"... Kalani hamil anakku."

"A-apa?"

Seraphina tahu ini pengkhianatan. Tapi, dia tak menyangka jika pengkhianatan itu ternyata sudah sejauh ini.

"Maaf," lirih Arsenio. "Tapi, aku harus bertanggungjawab."

"Sejak kapan kalian bermain di belakang ku?" tanya Seraphina dengan kepingan hati yang semakin hancur.

"Sudah enam bulan," jawab Kalani tanpa rasa bersalah. "Maaf, Sera. Tapi, Arsenio lebih nyaman denganku dibanding denganmu."

Seraphina menggeram marah. Tanpa sadar, tangannya melayang memberi tamparan keras pada wajah Kalani.

Plak.

Wajah Kalani tertoleh ke samping.

Plak.

Kini, gantian wajah Seraphina yang tertoleh ke samping. Wajahnya bahkan lebih parah karena sudut bibirnya sampai robek.

"Berani-beraninya kamu menyakiti kakak kandungmu sendiri!" pekik Romi marah.

Seperti biasa, dia akan berdiri di sisi Kalani sekali pun Kalani sudah melakukan kesalahan besar.

"Dia yang menyakiti ku duluan," teriak Seraphina. "Dia yang merebut calon suamiku."

"Apa suaramu tidak bisa dipelankan sedikit?" Sang Ibu turut angkat suara. "Kamu mau membuat nama baik Kakakmu jadi tercoreng, hah?"

Seraphina tertawa sumbang. Lihatlah! Betapa jelasnya pilih kasih kedua orangtuanya.

"Namanya memang sudah tercoreng. Dia itu cuma wanita murahan dan kalian masih saja membelanya," timpal Seraphina.

"Kalani bukan wanita murahan, Seraphina!" hardik Arsenio. "Jaga mulutmu! Jangan sampai aku dengar kamu berani mengatai calon istriku!"

Tubuh Seraphina terhuyung. Dia nyaris kehilangan keseimbangan. Adakah sesuatu yang bisa menggambarkan rasa sakit ini?

Sekali lagi, Kalani berhasil merebut miliknya. Kebahagiaannya.

"Baik. Kalau kalian mau menikah, silakan!! Anj ing memang cocok dengan ja lang" ujar Seraphina. Dia membuka veil di kepalanya. Menghempaskan buket bunga ditangan lalu menginjaknya hingga hancur.

Secepat kilat, dia melangkah pergi. Semakin lama dia di sana, maka semakin sesak pula yang akan dia rasakan.

"Kamu mau kemana, hah? Kembali ke sini, Seraphina!!!" teriak sang Ayah.

Namun, Seraphina tak peduli. Dia terus berlari.

"Ayah, Ibu, Arsenio... maafkan aku," lirih Kalani dengan mata memerah. "Gara-gara aku, Seraphina jadi membenci kalian."

"Kamu tidak salah," timpal sang Ibu. "Seraphina yang kurang dewasa. Seharusnya, dia bisa memahami bahwa bayi didalam perutmu membutuhkan Ayahnya."

*******

Lima tahun berlalu sejak kejadian itu. Dan, kini Seraphina telah menikah dengan Kaivan Lyonel Marvin. Seorang pria yang lebih tua lima tahun darinya dengan pembawaan dewasa dan penuh perhatian.

Malam ini adalah hari anniversary pernikahan mereka yang keempat tahun. Namun, seperti perayaan-perayaan sebelumnya, Kaivan tak pernah pulang ke rumah.

Seraphina tidak bodoh. Dia tahu kemana suaminya pergi. Namun, dia memilih berpura-pura tidak tahu.

Pukul dua dini hari. Kaivan akhirnya pulang. Pria itu membuka pintu dengan perlahan. Berjalan mengendap-endap dalam kegelapan untuk segera naik ke atas.

Cklek.

Lampu ruangan menyala terang. Langkah kaki Kaivan yang sudah menapak anak tangga kedua reflek terhenti.

Pria itu menoleh dan mendapati sang istri yang ternyata sedang duduk di ruang tamu dengan punggung tegak, tangan terlipat rapi diatas pangkuan, persis seperti boneka tanpa nyawa.

"Seraphina..." panggil Kaivan kikuk.

"Kau darimana saja?"

Pertanyaan itu meluncur begitu dingin. Tak ada kekhawatiran seperti sebelum-sebelumnya. Hanya benar-benar datar. Namun, Kaivan sama sekali tidak menyadarinya.

"Ada rapat penting dengan klien. Tadi, aku tidak sempat mengabarimu. Maaf."

Kaivan berjalan mendekati Seraphina. Dia duduk disamping istrinya, berniat memberi kecupan hangat di dahi wanita itu.

Akan tetapi, wanita itu justru menahan dadanya. Tak memberi Kaivan kesempatan untuk melancarkan aksinya.

"Tubuh mu dipenuhi aroma wanita lain. Aku tidak suka," kata Seraphina.

Kaivan salah tingkah. Memang benar, aroma parfumnya telah bercampur dengan aroma manis dari parfum seorang wanita.

"Maaf. Mungkin, ini bau parfum sekretaris ku. Tadi, dia tidak sengaja menabrak ku," ujar Kaivan beralasan.

"Sebaiknya kamu mandi," kata Seraphina.

"Baiklah!" angguk Kaivan.

"Mau ku siapkan sesuatu?"

"Ehmmm.... Teh Chamomile saja," jawab Kaivan setelah berpikir selama beberapa detik.

Seraphina mengangguk. Dia memperhatikan langkah demi langkah yang diambil Kaivan untuk naik ke atas.

"Kaivan..." panggil Seraphina kemudian.

"Ya?" Pria itu berbalik. Dia sudah berada di pertengahan tangga.

Seraphina diam sejenak. Dia meneguk ludahnya dengan kasar. Netranya sedikit bergetar.

"Selamat ulangtahun pernikahan yang keempat," ucap Seraphina.

Hening. Tubuh Kaivan mematung dalam diam. Entah kenapa, dia merasa jika Seraphina berbeda dari biasanya.

Terpopuler

Comments

Diana

Diana

banyak sih orang tua seperti itu!
mengorbankan hidup anak yg satu demi anak yg disayangi!

2026-07-14

5

Lisa sari katriani

Lisa sari katriani

karya yang bagus thor 👍

halo kakak2 ,jangan lupa mampir di karya pertamaku.
judul: cinta di balik gerobak gorengan

terimakasih 🙏

2026-08-12

0

Erni Kusumawati

Erni Kusumawati

pilih kasih orang tua bukan hanya di dunia novel tapi di dunia nyata pun banyak..real life

2026-07-31

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1
2 Bab 2
3 Bab 3
4 Bab 4
5 Bab 5
6 Bab 6
7 Bab 7
8 Bab 8
9 Bab 9
10 Bab 10
11 Bab 11
12 Bab 12
13 Bab 13
14 Bab 14
15 Bab 15
16 Bab 16
17 Bab 17
18 Bab 18
19 Bab 19
20 Bab 20
21 Bab 21
22 Bab 22
23 Bab 23
24 Bab 24
25 Bab 25
26 Bab 26
27 Bab 27
28 Bab 28
29 Bab 29
30 Bab 30
31 Bab 31
32 Bab 32
33 Bab 33
34 Bab 34
35 Bab 35
36 Bab 36
37 Bab 37
38 Bab 38
39 Bab 39
40 Bab 40
41 Bab 41
42 Bab 42
43 Bab 43
44 Bab 44
45 Bab 45
46 Bab 46
47 Bab 47
48 Bab 48
49 Bab 49
50 Bab 50
51 Bab 51
52 Bab 52
53 Bab 53
54 Bab 54
55 Bab 55
56 Bab 56
57 Bab 57
58 Bab 58
59 Bab 59
60 Bab 60
61 Bab 61
62 Bab 62
63 Bab 63
64 Bab 64
65 Bab 65
66 Bab 66
67 Bab 67
68 Bab 68
69 Bab 69
70 Bab 70
71 Bab 71
72 Bab 72
73 Bab 73
74 Bab 74
75 Bab 75
76 Bab 76
77 Bab 77
78 Bab 78
79 Bab 79
80 Bab 80
81 Bab 81
82 Bab 82
83 Bab 83
84 Bab 84
85 Bab 85
86 Bab 86
87 Bab 87
88 Bab 88
89 Bab 89
90 Bab 90
91 Bab 91
92 Bab 92
93 Bab 93
94 Bab 94
95 Bab 95
96 Bab 96
97 Bab 97
98 Bab 98
99 Bab 99
100 Bab 100
101 Bab 101
102 Bab 102
103 Bab 103
104 Bab 104
105 Bab 105
106 Bab 106
107 Bab 107
108 Bab 108
109 Bab 109
110 Bab 110
111 bab 111
112 Bab 112
113 Bab 113
114 Bab 114
115 Bab 115
116 Bab 116
117 Bab 117
118 Bab 118
Episodes

Updated 118 Episodes

1
Bab 1
2
Bab 2
3
Bab 3
4
Bab 4
5
Bab 5
6
Bab 6
7
Bab 7
8
Bab 8
9
Bab 9
10
Bab 10
11
Bab 11
12
Bab 12
13
Bab 13
14
Bab 14
15
Bab 15
16
Bab 16
17
Bab 17
18
Bab 18
19
Bab 19
20
Bab 20
21
Bab 21
22
Bab 22
23
Bab 23
24
Bab 24
25
Bab 25
26
Bab 26
27
Bab 27
28
Bab 28
29
Bab 29
30
Bab 30
31
Bab 31
32
Bab 32
33
Bab 33
34
Bab 34
35
Bab 35
36
Bab 36
37
Bab 37
38
Bab 38
39
Bab 39
40
Bab 40
41
Bab 41
42
Bab 42
43
Bab 43
44
Bab 44
45
Bab 45
46
Bab 46
47
Bab 47
48
Bab 48
49
Bab 49
50
Bab 50
51
Bab 51
52
Bab 52
53
Bab 53
54
Bab 54
55
Bab 55
56
Bab 56
57
Bab 57
58
Bab 58
59
Bab 59
60
Bab 60
61
Bab 61
62
Bab 62
63
Bab 63
64
Bab 64
65
Bab 65
66
Bab 66
67
Bab 67
68
Bab 68
69
Bab 69
70
Bab 70
71
Bab 71
72
Bab 72
73
Bab 73
74
Bab 74
75
Bab 75
76
Bab 76
77
Bab 77
78
Bab 78
79
Bab 79
80
Bab 80
81
Bab 81
82
Bab 82
83
Bab 83
84
Bab 84
85
Bab 85
86
Bab 86
87
Bab 87
88
Bab 88
89
Bab 89
90
Bab 90
91
Bab 91
92
Bab 92
93
Bab 93
94
Bab 94
95
Bab 95
96
Bab 96
97
Bab 97
98
Bab 98
99
Bab 99
100
Bab 100
101
Bab 101
102
Bab 102
103
Bab 103
104
Bab 104
105
Bab 105
106
Bab 106
107
Bab 107
108
Bab 108
109
Bab 109
110
Bab 110
111
bab 111
112
Bab 112
113
Bab 113
114
Bab 114
115
Bab 115
116
Bab 116
117
Bab 117
118
Bab 118

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!