Oh! Mantan Kekasihku

Oh! Mantan Kekasihku

Tidak Perlu Dilanjutkan

Cerita ini hanyalah karangan author, jika terdapat kesalahan seperti pangkat, gelar, tempat atau regulasi/peraturan, author meminta maaf🙏

...###...

​Aroma antiseptik yang khas selalu berhasil membuat kepala perempuan bernama Hazel berdenyut samar. Di usianya yang menginjak 31 tahun, jas putih yang melekat di tubuhnya bukanlah sebuah kebanggaan, melainkan simbol dari rantai tak kasat mata yang mengikat seluruh hidupnya.

Hazel adalah seorang Dokter di salah satu rumah sakit swasta elit di ibu kota, sebuah posisi yang diimpikan ribuan orang. Namun, menjadi penjara bawah tanah bagi jiwanya yang merindukan kanvas dan aroma cat.

​"Dokter Hazel, ini laporan pasien di bangsal mawar untuk sore ini," ujar seorang perawat dan meletakkan map di meja kerja Hazel yang tertata rapi.

​"Terima kasih, Suster," jawab Hazel dengan senyum formal yang sudah ia latih selama bertahun-tahun.

​Setelah perawat itu keluar, Hazel menyandarkan punggungnya ke kursi kerja dan matanya menatap nanar ke arah jendela besar yang menampilkan langit kota yang mulai meredup. Hidupnya begitu sempurna di mata orang lain, Ayahnya, Papa Darius, adalah seorang direktur bank terkemuka dan Ibunya, Mama Vivian, adalah pewaris tunggal bisnis keluarga konglomerat.

Apa pun yang Hazel inginkan dari segi materi, selalu tersaji di depan mata. Namun, di balik semua kemewahan itu, Hazel tidak pernah memiliki hak atas dirinya sendiri. Ayahnya bahkan tidak berkutik, karena terlalu lemah untuk melawan dominasi Mama Vivian yang begitu kuat.

​Ditengah lamunannya, ponselnya di atas meja bergetar dan menampilkan nama yang paling ingin ia hindari yaitu Mama Vivian, ​Hazel pun menghela napas panjang sebelum menggeser layar.

^^^Ya, Ma?^^^

Hazel, kamu nggak lupa kan? Jam delapan di restoran Amarta meja nomor 6, Mama sudah mengatur makan malam kamu sama Tommy. Dia muda, mapan, jaksa dan dari keluarga baik-baik.

^^^Tapi Ma, Hazel baru selesai shift...^^^

Tidak ada alasan. Jaga sikap kamu, Hazel. Mama tutup dulu, awas kalau kamu nggak datang.

Sambungan pun terputus secara sepihak, Hazel menatap layar ponselnya dengan rasa sesak yang kembali menghimpit dadanya. Mama Vivian sendiri sudah berulang kali mengatur makan malam Hazel dengan pria pilihannya, dan pria ini adalah yang kelima bulan ini yang dipilihkan Mama Vivian demi menjaga status sosial keluarga.

Hazel melirik jam tangannya yang sudah menunjukkan pukul setengah delapan dan ia harus bergegas jika tidak ingin mendengar amukan Mama Vivian.

​Hazel berdiri, melepas jas Dokternya dan menyampirkannya di kursi lalu ia meraih tasnya, bersiap untuk melangkah keluar dari ruangnya. Namun, baru saja tangannya menyentuh gagang pintu, pintu tersebut mendadak terbuka dengan kasar.

​Suster Dila masuk dengan napas terengah-engah dan wajah pucat pasi, "Dokter Hazel! Tolong, Dok! Ada korban kecelakaan beruntun baru saja masuk ke IGD, pasien trauma kepala dan fraktur terbuka, kondisinya kritis!" ucap Suster Dila.

​Hazel tertegun sejenak, melirik jam dinding. "Suster, jadwal shift saya sudah selesai dan saya ada urusan yang sangat penting. Tolong hubungi Dokter Fandi ya, karena dia yang berjaga malam ini," ucap Hazel.

​"Dokter Fandi sedang melakukan operasi, Dok! Ada pasien apendiksitis perforasi yang harus segera ditangani. Dokter IGD lainnya sedang menangani korban kecelakaan yang lain. Tolong, Dok... pasien ini kehilangan banyak d*r*h," mohon Suster Dila dengan mata berkaca-kaca.

(apendiksitis perforasi: kondisi komplikasi serius dari radang usus buntu, di mana usus buntu mengalami peradangan parah, membusuk, hingga robek atau pecah)

​Sebagai Dokter, Hazel tidak bisa membiarkan seseorang mati di hadapannya hanya demi sebuah makan malam.

​"Siapkan ruang tindakan, saya ke sana sekarang," ucap Hazel, langsung menyambar kembali jas putihnya dan berlari menuju IGD.

​Waktu seakan berjalan melambat di dalam ruang tindakan, Hazel mengerahkan seluruh fokus dan kemampuannya. Menjahit luka torehan yang dalam, menghentikan pendarahan hebat dan memastikan tanda-tanda vital pasien kembali stabil sebelum dipindahkan ke ruang perawatan intensif, peluh membasahi keningnya dan beberapa cipratan d*r*h mengenai ujung lengan bajunya.

​Beberapa saat kemudian, ketika Hazel akhirnya keluar dari ruang IGD dan mencuci tangannya, jam dinding di koridor rumah sakit sudah menunjukkan pukul setengah sembilan.

​"Astaga," gumam Hazel, ia bergegas kembali ke ruangannya dan meraih ponselnya yang sengaja ia tinggal.

​Sesuai dugaannya, ada 15 panggilan tak terjawab dari Mama Vivian dan puluhan pesan singkat yang penuh dengan untaian kata kemarahan. Hazel segera berganti pakaian dengan terburu-buru, bahkan tidak sempat merapikan rambutnya yang sedikit berantakan.

​Dengan mengendarai mobilnya sendiri, Hazel membelah jalanan kota yang untungnya tidak terlalu macet. Sesampainya di parkiran restoran, ​Hazel pun segera melangkah masuk ke restoran mewah itu dengan perasaan was-was, matanya mencari meja nomor 6. Di sana, duduk seorang pria dengan setelan jas rapi, tampak sibuk dengan ponselnya dan berulang kali melihat jam tangan dengan wajah gusar.

​"Maaf, apa anda Tommy?" tanya Hazel dengan suara serak.

​Pria itu menoleh, ia menatap Hazel dari ujung kepala sampai ujung kaki dengan tatapan merendah. "Hazel? Anda telat 45 menit dan penampilan anda sangat tidak menghargai pertemuan ini," ucap Tommy yang penuh kecewa melihat penampilan Hazel.

​Hazel menarik kursi dan duduk dengan kaku, "Saya meminta maaf karena telat, tadi ada keadaan darurat di rumah sakit, saya tidak bisa meninggalkan pasien begitu saja," ucap Hazel.

"Saya juga orang sibuk, Hazel. Saya ini seorang Jaksa, waktu saya mahal. Tapi saya tetap datang tepat waktu, sepertinya Tante Vivian terlalu melebih-lebihkan tentang betapa sempurnanya putrinya ini," ucap Tommy dengan nada meremehkan.

​Hazel mengepalkan tangannya di bawah meja, rasa lelah yang menumpuk sejak pagi dan hinaan dari pria asing ini membuat pertahanannya runtuh.

​"Kalau anda merasa waktu anda terlalu berharga untuk menunggu seorang Dokter menyelamatkan nyawa pasien, maka sepertinya pertemuan ini memang tidak perlu dilanjutkan," ucap Hazel tegas.

Hazel sendiri tidak percaya jika ia mengatakan hal tersebut, Hazel termasuk orang yang lemah lembut dan tidak pernah marah-marah atau tegas pada orang lain, tapi kali ini entah darimana keberanian itu muncul.

"Saya datang karena Tante Vivian yang memaksa ya," ucap Tommy yang mulai meninggikan suaranya.

"Lain kali kalau Mama saya memaksa anda untuk menemui saya, jangan mau. Saya sebenarnya tidak mau datang kesini, saya bahkan tidak sudi bertemu dengan anda, kalau tidak ada yang dibicarakan lagi, saya pergi, saya capek tau," ucap Hazel lalu pergi meninggalkan Tommy.

Hazel melangkah keluar dari restoran dengan napas memburu, ia tidak mempedulikan teriakan Tommy yang merasa terhina di belakangnya. Untuk pertama kalinya dalam hidupnya, Hazel merasa menang, meskipun ia tahu badai besar sedang menantinya di rumah.

.

.

.

Bersambung.....

Terpopuler

Comments

ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢

ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢

ya dia ngebandingin jaksa sm dokter, kerjaan lu kan bisa ditunda ga mungkin tiba2 ada orang butuh jaksa sampe tengah malem, lah kalo dokter berhubungan sama nyawa kalo di tunda trus akibat nya fatal gimana 😒 coba kamu di posisi keluarga yang lagi ngalamin kecelakaan trus dokter nya bilang nanti dulu ada janjian makan malem ape ga lu maki2 tu dokter sampe di bawa ke persidangan 🙏🏻🙂

2026-08-21

0

Evy

Evy

Pak Jaksa ini sombong dengan jabatan nya... walaupun mereka jadi menikah gak bakalan cocok.

2026-08-09

0

Hatijah Cantik

Hatijah Cantik

sangat tertarik dgn ceritanya ,semoga authornya rajin up dan gak lama

2026-07-31

0

lihat semua
Episodes
1 Tidak Perlu Dilanjutkan
2 Ma!
3 Nyawanya Berharga!
4 Apa! Pengabdian?
5 Menolak?
6 Ingat Pesan Mama
7 Sudah Punya Pacar Belum?
8 Beda Dong!
9 Eh!
10 Syukurlah
11 Gavin...?
12 Pertemuan Pertama
13 Dokter Hazel!
14 Meminta Maaf?
15 Anda Tidak Perlu Khawatir
16 Hati-hati!
17 Aku Memang Tidak Tahu!
18 Sial?
19 Kamu Ikut?
20 Kapten Gavin!
21 Kamu Harus Sadar
22 Cocok Darimananya?
23 Saya Bisa Sendiri, Kapten
24 Saya Belum Punya Pacar
25 Kehilangan Keseimbangan
26 Fokus Pada Tugasmu
27 Maaf...
28 Si-Siapa Itu?
29 Ikut Saya Sebentar
30 Kamu Mau?
31 Bukanlah Hal Yang Sulit
32 Ayo Kita Semangat!
33 Siap, Kapten!
34 Romantis Banget!
35 Katakan!
36 Jujur Sama Saya!
37 Salah Paham Lagi
38 Tersenyum Penuh Misteri
39 Gavin!
40 Kenapa?
41 Dokter! Tolong, Dok!
42 Kondisinya Sudah Stabil
43 Aku Nggak Mau!
44 Pasangkan Untukku
45 Jangan Telat Makan!
46 Cerita Baru - Dicintai Sang Berandal Tampan
47 Mama, Hazel Pulang
48 Bagaimana Kelanjutannya?
49 Diam Kamu!
50 Menikah?
51 Aku Sudah Berjanji
52 Tanya Soal Apa?
53 Saya Sudah Punya Pacar
54 Halo? Gavin!
55 Itu Pesawatnya!
56 Abang!
57 Ma! Tolong buka, Ma!
58 Gavin... Tolong Aku
59 Kamu...
60 Ternyata Dunia Sekecil Ini
61 Cincinnya Bagus!
62 Lalu?
63 Jemput Calon Istriku
64 Ini... Hazel, Kan?
65 Abang... Ini Siapa?
66 Ada Apa Memangnya?
67 Jangan Terlalu Dipikirkan
68 Teman Dokter?
69 Dua Pilihan
70 Ibu Merestui Hubungan Kita
71 Urusan Penting Apa?
72 Meminang Hazel
73 Dua Bulan?
74 Heboh
75 Kebaya Pernikahan Terbaik
76 Sudah Dibaca Surat Cintanya?
77 Gimana?
78 Sidang Prapernikahan
79 Selamat Untuk Gavin dan Hazel
80 I Love You
81 Demi Apa! Dokter Hazel!
82 Istri Gavin
83 Gimana Ini?
84 Pura-pura Tidur Ternyata
85 Rileks
86 Ini Semua Gara-gara Kamu
87 Aku Kunci Dari Dalam!
88 Cerita Baru - Teman Tapi Menikah
89 Yang Mana?
90 Selamat Istirahat
91 Tersenyum Penuh Kebahagiaan
92 Anak Perempuan Ibu!
93 Ibu Gak Usah Khawatir
94 Rumah Baru
95 Perlu Dihangatkan Dulu
96 Capek Banget Ya?
97 Kangen
98 Mas Gavin!
99 Istriku Sudah Pulang Ternyata
100 Positif
101 Segera Menjadi Orang Tua
102 Cucu
103 Ada Apa Sayang?
104 Pelan-pelan Ya
105 Kita Jemput Anak Kita
106 Anak Kita
107 Braveindra Sagara
108 Perutku Jelek Sekarang
109 SELESAI
110 Cerita Baru - Cintai Aku
111 Cerita Baru - Balas Dendam Seorang Anak
Episodes

Updated 111 Episodes

1
Tidak Perlu Dilanjutkan
2
Ma!
3
Nyawanya Berharga!
4
Apa! Pengabdian?
5
Menolak?
6
Ingat Pesan Mama
7
Sudah Punya Pacar Belum?
8
Beda Dong!
9
Eh!
10
Syukurlah
11
Gavin...?
12
Pertemuan Pertama
13
Dokter Hazel!
14
Meminta Maaf?
15
Anda Tidak Perlu Khawatir
16
Hati-hati!
17
Aku Memang Tidak Tahu!
18
Sial?
19
Kamu Ikut?
20
Kapten Gavin!
21
Kamu Harus Sadar
22
Cocok Darimananya?
23
Saya Bisa Sendiri, Kapten
24
Saya Belum Punya Pacar
25
Kehilangan Keseimbangan
26
Fokus Pada Tugasmu
27
Maaf...
28
Si-Siapa Itu?
29
Ikut Saya Sebentar
30
Kamu Mau?
31
Bukanlah Hal Yang Sulit
32
Ayo Kita Semangat!
33
Siap, Kapten!
34
Romantis Banget!
35
Katakan!
36
Jujur Sama Saya!
37
Salah Paham Lagi
38
Tersenyum Penuh Misteri
39
Gavin!
40
Kenapa?
41
Dokter! Tolong, Dok!
42
Kondisinya Sudah Stabil
43
Aku Nggak Mau!
44
Pasangkan Untukku
45
Jangan Telat Makan!
46
Cerita Baru - Dicintai Sang Berandal Tampan
47
Mama, Hazel Pulang
48
Bagaimana Kelanjutannya?
49
Diam Kamu!
50
Menikah?
51
Aku Sudah Berjanji
52
Tanya Soal Apa?
53
Saya Sudah Punya Pacar
54
Halo? Gavin!
55
Itu Pesawatnya!
56
Abang!
57
Ma! Tolong buka, Ma!
58
Gavin... Tolong Aku
59
Kamu...
60
Ternyata Dunia Sekecil Ini
61
Cincinnya Bagus!
62
Lalu?
63
Jemput Calon Istriku
64
Ini... Hazel, Kan?
65
Abang... Ini Siapa?
66
Ada Apa Memangnya?
67
Jangan Terlalu Dipikirkan
68
Teman Dokter?
69
Dua Pilihan
70
Ibu Merestui Hubungan Kita
71
Urusan Penting Apa?
72
Meminang Hazel
73
Dua Bulan?
74
Heboh
75
Kebaya Pernikahan Terbaik
76
Sudah Dibaca Surat Cintanya?
77
Gimana?
78
Sidang Prapernikahan
79
Selamat Untuk Gavin dan Hazel
80
I Love You
81
Demi Apa! Dokter Hazel!
82
Istri Gavin
83
Gimana Ini?
84
Pura-pura Tidur Ternyata
85
Rileks
86
Ini Semua Gara-gara Kamu
87
Aku Kunci Dari Dalam!
88
Cerita Baru - Teman Tapi Menikah
89
Yang Mana?
90
Selamat Istirahat
91
Tersenyum Penuh Kebahagiaan
92
Anak Perempuan Ibu!
93
Ibu Gak Usah Khawatir
94
Rumah Baru
95
Perlu Dihangatkan Dulu
96
Capek Banget Ya?
97
Kangen
98
Mas Gavin!
99
Istriku Sudah Pulang Ternyata
100
Positif
101
Segera Menjadi Orang Tua
102
Cucu
103
Ada Apa Sayang?
104
Pelan-pelan Ya
105
Kita Jemput Anak Kita
106
Anak Kita
107
Braveindra Sagara
108
Perutku Jelek Sekarang
109
SELESAI
110
Cerita Baru - Cintai Aku
111
Cerita Baru - Balas Dendam Seorang Anak

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!