Episode 5

Bab 005

Astoria Teknologi

Kunci itu tetap berada di meja kerja Seraphina selama tiga hari.

Ia tidak memakainya. Tidak menghubungi Reynard. Tidak mengirim pesan untuk bertanya kunci apa itu, rumah siapa, pintu mana, atau seberapa lama sebenarnya pria itu menunggunya.

Setiap pagi, setelah mandi dan mengenakan blazer, Seraphina hanya menatap benda kecil itu selama beberapa detik. Lalu ia memasukkannya kembali ke kotak laci paling atas, mengunci laci, dan berangkat ke kantor.

Kalau malam itu adalah mimpi, ia tidak akan membiarkan mimpi mengambil alih hidupnya.

Hidupnya sudah cukup lama diatur orang lain.

Kantor PT Astoria Teknologi menempati satu lantai kecil di gedung komersial lama dekat Kuningan. Bukan gedung paling baru, bukan gedung paling mewah, tetapi cukup bersih dan punya jaringan internet stabil. Bagi Seraphina, itu lebih penting daripada lobi marmer dan lift beraroma parfum.

Papan nama perusahaan baru dipasang pagi itu.

PT ASTORIA TEKNOLOGI

Huruf-hurufnya belum sempurna menempel di dinding kaca ketika seorang teknisi gedung berdiri menyamping, menatap Seraphina dengan ragu.

"Bu, posisi huruf A terakhir agak miring. Mau kami betulkan sekarang?"

Seraphina mengangkat kepala dari tablet. "Miring dua milimeter ke kanan."

Teknisi itu berkedip. "Ibu bisa lihat dari sini?"

"Bisa. Kalau nanti kami membuat sistem pengenalan objek untuk drone, dua milimeter bisa mengubah keputusan mesin."

Teknisi itu tertawa canggung karena tidak yakin apakah ia sedang bercanda. "Baik, Bu. Saya betulkan."

Di dalam kantor, enam meja kerja sudah terisi. Tidak banyak orang, tetapi setiap orang dipilih langsung oleh Seraphina setelah melewati wawancara yang membuat dua kandidat keluar dengan wajah pucat. Ada insinyur backend, spesialis keamanan data, analis sistem, dua programmer muda, dan satu staf operasional yang pandai mengurus hal-hal praktis sebelum diminta.

Tidak ada yang memanggilnya nona.

Di sini, mereka memanggilnya Bu Sera.

"Bu Sera," panggil salah satu programmer dari mejanya, "model deteksi anomali untuk simulasi lalu lintas pelabuhan masih false positive di jam sibuk. Kalau threshold diturunkan, noise-nya naik."

Seraphina mendekat, meletakkan tas di kursi tanpa duduk. "Tunjukkan log lima menit terakhir."

Layar monitor penuh angka, grafik, dan baris kode. Ia membaca cepat. Jari telunjuknya berhenti di satu kolom.

"Bukan threshold. Data latihnya bias. Kalian pakai pola Surabaya untuk skenario Jakarta."

Programmer itu mengernyit. "Tapi dataset Jakarta dari vendor belum lengkap."

"Maka jangan percaya vendor."

Ia mengambil keyboard, mengetik beberapa baris, membuka modul tambahan yang ia simpan semalam. Ruangan mendadak sunyi. Hanya terdengar suara jarinya menekan tombol, cepat dan teratur.

Lima menit kemudian, grafik berubah.

False positive turun hampir setengah.

Analis sistem yang duduk di belakangnya spontan berbisik, "Gila."

Seraphina menoleh.

Pria itu langsung duduk tegak. "Maaf, Bu."

"Tidak apa-apa. Asal setelah kagum, kalian bisa mengulang sendiri."

Beberapa orang tertawa kecil. Ketegangan pagi itu pecah.

Seraphina berdiri di tengah kantor kecilnya, melihat layar-layar yang menyala, kabel yang belum sepenuhnya rapi, kardus perangkat yang masih menumpuk di sudut. Bagi orang seperti Yolanda, tempat ini mungkin tampak seperti bisnis kecil dari perempuan yang ingin terlihat sibuk. Bagi Hendrawan, mungkin hanya aset tambahan yang bisa dipamerkan kalau menguntungkan.

Namun bagi Seraphina, ruangan ini adalah wilayah yang ia bangun dengan tangannya sendiri.

Bukan dari nama Lim.

Bukan dari belas kasihan siapa pun.

Ia menyusun konsep Astoria sejak masih di Surabaya, di sela riset sistem cerdas dan proyek keamanan data yang tidak pernah ia pamerkan ke lingkaran sosial Jakarta. Ia belajar dari dosen yang keras, laboratorium yang lampunya sering mati, dan mentor yang lebih peduli pada hasil daripada nama keluarga. Sebagian portofolionya bahkan tidak bisa ia buka sembarangan karena pernah bersinggungan dengan riset pertahanan.

Itu sebabnya ia sengaja terlihat biasa saja.

Orang-orang yang meremehkannya akan lebih mudah melakukan kesalahan.

Menjelang siang, staf operasional masuk membawa map kuning tebal.

"Bu, ini dokumen dari notaris. Akta final, NPWP perusahaan, dan pembukaan rekening korporasi sudah selesai. Tinggal tanda tangan untuk pengajuan izin tambahan."

Seraphina menerima map itu. "Bagus. Jadwalkan rapat legal sore ini."

"Sudah, Bu. Jam empat."

"Vendor perangkat?"

"Datang jam dua."

"Investor kecil yang kemarin memaksa bertemu?"

Staf itu tersenyum tipis. "Saya bilang Ibu tidak menerima orang yang memanggil AI sebagai aplikasi sulap."

Seraphina akhirnya tertawa pelan. "Pertahankan kalimat itu."

Untuk pertama kalinya sejak tiba di Jakarta, tawa itu terasa keluar tanpa dipaksa.

Namun rasa ringan itu tidak bertahan lama.

Pukul tiga lewat sedikit, resepsionis gedung menelepon. Ada kurir khusus yang membawa dokumen atas nama Seraphina Lim, hanya boleh diterima langsung oleh dirinya.

Seraphina keluar ke area depan kantor. Seorang pria berseragam hitam menyerahkan amplop putih tebal dengan logo emas yang terlalu mudah dikenali.

Hartono Group.

Jantungnya bergerak lebih cepat, tetapi wajahnya tetap tenang.

"Dari siapa?"

"Pak Rey," jawab kurir itu sopan. "Beliau meminta saya memastikan dokumen ini sampai di tangan Bu Sera."

Bu Sera.

Bukan Bu Lim.

Seraphina menandatangani tanda terima, lalu kembali ke ruang kerjanya. Ia menutup pintu kaca sebelum membuka amplop.

Di dalamnya ada surat resmi kerja sama strategis antara Hartono Group dan PT Astoria Teknologi untuk pengembangan sistem analitik infrastruktur cerdas. Bahasanya rapi, legal, dingin. Nilai proyeknya cukup besar untuk membuat perusahaan kecil seperti Astoria langsung dilirik seluruh kota.

Di halaman terakhir, tanda tangan digital dan nama tercetak:

Reynard Hartono.

Di atas kartu nama yang diselipkan di antara dokumen, ada satu baris tulisan tangan.

Bisnis, bukan pribadi.

Seraphina menatap kalimat itu lama.

Lalu matanya turun ke laci meja yang terkunci, tempat kunci kecil dari Reynard masih tersimpan.

"Pembohong," gumamnya pelan.

Episodes
1 Episode 1
2 Episode 2
3 Episode 3
4 Episode 4
5 Episode 5
6 Episode 6
7 Episode 7
8 Episode 8
9 Episode 9
10 Episode 10
11 Episode 11
12 Episode 12
13 Episode 13
14 Episode 14
15 Episode 15
16 Episode 16
17 Episode 17
18 Episode 18
19 Episode 19
20 Episode 20
21 Episode 21
22 Episode 22
23 Episode 23
24 Episode 24
25 Episode 25
26 Episode 26
27 Episode 27
28 Episode 28
29 Episode 29
30 Episode 30
31 Episode 31
32 Episode 32
33 Episode 33
34 Episode 34
35 Episode 35
36 Episode 36
37 Episode 37
38 Episode 38
39 Episode 39
40 Episode 40
41 Episode 41
42 Episode 42
43 Episode 43
44 Episode 44
45 Episode 45
46 Episode 46
47 Episode 47
48 Episode 48
49 Episode 49
50 Episode 50
51 Episode 51
52 Episode 52
53 Episode 53
54 Episode 54
55 Episode 55
56 Episode 56
57 Episode 57
58 Episode 58
59 Episode 59
60 Episode 60
61 Episode 61
62 Episode 62
63 Episode 63
64 Episode 64
65 Episode 65
66 Episode 66
67 Episode 67
68 Episode 68
69 Episode 69
70 Episode 70
71 Episode 71
72 Episode 72
73 Episode 73
74 Episode 74
75 Episode 75
76 Episode 76
77 Episode 77
78 Episode 78
79 Episode 79
80 Episode 80
81 Episode 81
82 Episode 82
83 Episode 83
84 Episode 84
85 Episode 85
86 Episode 86
87 Episode 87
88 Episode 88
89 Episode 89
90 Episode 90
91 Episode 91
92 Episode 92
93 Episode 93
94 Episode 94
95 Episode 95
96 Episode 96
97 Episode 97
98 Episode 98
99 Episode 99
100 Episode 100
101 Episode 101
102 Episode 102
103 Episode 103
104 Episode 104
105 Episode 105
106 Episode 106
107 Episode 107
108 Episode 108
109 Episode 109
110 Episode 110
111 Episode 111
112 Episode 112
113 Episode 113
114 Episode 114
115 Episode 115
116 Episode 116
117 Episode 117
118 Episode 118
119 Episode 119
120 Episode 120
121 Episode 121
122 Episode 122
123 Episode 123
124 Episode 124
125 Episode 125
126 Episode 126
127 Episode 127
128 Episode 128
129 Episode 129
130 Episode 130
131 Episode 131
132 Episode 132
133 Episode 133
134 Episode 134
135 Episode 135
136 Episode 136
137 Episode 137
Episodes

Updated 137 Episodes

1
Episode 1
2
Episode 2
3
Episode 3
4
Episode 4
5
Episode 5
6
Episode 6
7
Episode 7
8
Episode 8
9
Episode 9
10
Episode 10
11
Episode 11
12
Episode 12
13
Episode 13
14
Episode 14
15
Episode 15
16
Episode 16
17
Episode 17
18
Episode 18
19
Episode 19
20
Episode 20
21
Episode 21
22
Episode 22
23
Episode 23
24
Episode 24
25
Episode 25
26
Episode 26
27
Episode 27
28
Episode 28
29
Episode 29
30
Episode 30
31
Episode 31
32
Episode 32
33
Episode 33
34
Episode 34
35
Episode 35
36
Episode 36
37
Episode 37
38
Episode 38
39
Episode 39
40
Episode 40
41
Episode 41
42
Episode 42
43
Episode 43
44
Episode 44
45
Episode 45
46
Episode 46
47
Episode 47
48
Episode 48
49
Episode 49
50
Episode 50
51
Episode 51
52
Episode 52
53
Episode 53
54
Episode 54
55
Episode 55
56
Episode 56
57
Episode 57
58
Episode 58
59
Episode 59
60
Episode 60
61
Episode 61
62
Episode 62
63
Episode 63
64
Episode 64
65
Episode 65
66
Episode 66
67
Episode 67
68
Episode 68
69
Episode 69
70
Episode 70
71
Episode 71
72
Episode 72
73
Episode 73
74
Episode 74
75
Episode 75
76
Episode 76
77
Episode 77
78
Episode 78
79
Episode 79
80
Episode 80
81
Episode 81
82
Episode 82
83
Episode 83
84
Episode 84
85
Episode 85
86
Episode 86
87
Episode 87
88
Episode 88
89
Episode 89
90
Episode 90
91
Episode 91
92
Episode 92
93
Episode 93
94
Episode 94
95
Episode 95
96
Episode 96
97
Episode 97
98
Episode 98
99
Episode 99
100
Episode 100
101
Episode 101
102
Episode 102
103
Episode 103
104
Episode 104
105
Episode 105
106
Episode 106
107
Episode 107
108
Episode 108
109
Episode 109
110
Episode 110
111
Episode 111
112
Episode 112
113
Episode 113
114
Episode 114
115
Episode 115
116
Episode 116
117
Episode 117
118
Episode 118
119
Episode 119
120
Episode 120
121
Episode 121
122
Episode 122
123
Episode 123
124
Episode 124
125
Episode 125
126
Episode 126
127
Episode 127
128
Episode 128
129
Episode 129
130
Episode 130
131
Episode 131
132
Episode 132
133
Episode 133
134
Episode 134
135
Episode 135
136
Episode 136
137
Episode 137

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!