Bab 122
Phinisi untuk Dua Orang
Reynard ternyata tidak bercanda soal rencana teknis.
Dua hari setelah Pulau Mawar, Seraphina berdiri di bandara kecil Labuan Bajo dengan topi jerami di tangan, kacamata hitam di rambut, dan suami yang sejak turun pesawat sudah memeriksa tiga hal sekaligus: suhu udara, jadwal kapal, dan apakah ia sudah minum cukup air.
"Aku tidak menguap karena dehidrasi," kata Seraphina.
"Kau menguap dua kali."
"Karena kau membangunkanku pukul lima."
"Agar kita bisa naik kapal sebelum matahari terlalu panas."
"Kau mengubah honeymoon menjadi operasi logistik."
Reynard menatapnya dengan wajah serius. "Operasi logistik yang nyaman."
Seraphina ingin membantah, tetapi sopir sudah membuka pintu mobil dan udara laut langsung masuk. Di kejauhan, bukit-bukit kering Labuan Bajo tampak keemasan, laut membentang biru tua, dan kapal-kapal kecil bergerak pelan di pelabuhan.
Ia menyerah.
"Baik. Untuk kali ini, logistikmu cantik."
Reynard tampak puas.
Kapal yang menunggu mereka bukan yacht besar seperti pesta Jason dulu. Reynard memilih phinisi kecil dengan kru minimal, kabin utama yang menghadap laut, dek kayu bersih, dan sudut duduk dengan bantal putih. Tidak ada tamu lain. Tidak ada fotografer. Tidak ada keluarga yang menangis. Tidak ada Jason yang mencoba membawa pidato cadangan.
Seraphina naik ke kapal dan langsung melepas sepatu.
"Ini baru honeymoon," katanya.
Reynard berdiri di belakangnya, memegang sandal yang ia lepas sembarangan.
"Kau baru bilang begitu setelah membuang sepatu?"
"Kebebasan dimulai dari kaki."
"Catatan penting."
Ia menaruh sandal itu rapi di dekat pintu kabin.
Seraphina melihatnya dan tertawa.
"Kau tidak bisa membiarkan benda berantakan bahkan di kapal?"
"Aku bisa."
"Buktikan."
Reynard menatap sandal itu selama dua detik, lalu memindahkannya sedikit miring.
Seraphina tertawa sampai harus duduk di bantal dek.
"Itu bukan berantakan."
"Itu sudah ekstrem bagiku."
Kapal bergerak meninggalkan pelabuhan. Angin menjadi lebih kuat, membawa bau laut y…
Tersandung Cinta, Sang CEO Posesif Terlalu Mencintainya
Episode 122
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 137 Episodes
Comments