Di dalam kamar rawat inap yang perlahan dihangatkan oleh sinar matahari pagi, aroma buah-buahan segar yang kemarin dibeli Lulu masih tergeletak anggun di atas meja.
Semalam, Lulu sempat menawarkan buah-buahan itu untuk dicicipi, mencoba mengalihkan duka yang mendera sahabatnya. Namun, Lastri hanya sanggup terdiam. Pikiran jurnalis itu membeku dan terus-menerus menimbang kemungkinan terburuk yang bisa menimpa dirinya setelah keselamatan rekannya direnggut begitu saja.
Melihat Lastri yang tak kunjung berhenti melamun, Lulu tak lelah menyalurkan kehangatan. Ia mengusap jemari Lastri, memberikan kata-kata penguat dengan tulus demi memeluk jiwa sahabatnya yang tampak begitu rapuh.
Keesokan harinya, bunyi gemericik air dari kamar mandi di dalam ruang rawat itu akhirnya terhenti. Lulu keluar dengan wajah yang lebih segar usai membersihkan badan. Ia sudah mengenakan pakaian rapi, bersiap untuk berangkat menuju kantor logistik tempatnya bekerja pagi ini.
Sambil merapikan barang-barangnya di samping tempat tidur, Lulu menatap Lastri yang duduk bersandar.
"Las..., aku jalan ke kantor dulu ya..." Pamit Lulu dengan senyum hangat.
"Nanti pas jam istirahat siang, aku bakal ke sini lagi buat temani kamu...." tambahnya.
Lastri menoleh, mengukir senyum tipis yang sarat akan rasa terima kasih.
"Makasih banyak ya Lu... Tapi kamu nggak usah memaksakan diri kalau sibuk atau kerjaan di kantor lagi menumpuk. Aku nggak apa-apa kok di sini "
"Nggak ada alasan.... Aku tetap bakal datang siang nanti, Oke ?" Potong Lulu cepat dan terkekeh pelan, menunjukkan keteguhan hatinya.
Lulu sengaja bersikap kekeh. Ia tahu betul, sejak semalam Lastri terus-menerus termenung akibat kabar duka yang menimpa rekan kerja jurnalisnya.
Lulu tidak tega membiarkan sahabatnya itu tenggelam dalam kesedihan seorang diri di kamar rumah sakit ini. Ia bertekad untuk kembali nanti siang dan berusaha sebisa mungkin menghadirkan sedikit hiburan juga ketenangan bagi Lastri di tengah awan kelabu yang menaungi peras…
Angsa Cantikku
BAB 28 : SATU MOBIL BERSAMA PEMANGSA
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 52 Episodes
Comments