Udara pagi di ruang kerja tim logistik masih terasa lengang saat Vika melangkah terburu-buru menembus pintu kaca. Dengan napas sedikit terengah, ia lekas merogoh ponselnya untuk melakukan clock in melalui aplikasi absensi online. Begitu layar menampilkan tanda hijau persetujuan tepat waktu, Vika bernapas lega.
"Hampir saja..." gumamnya sambil menepuk dadanya pelan.
Beberapa menit pun berlalu, keheningan ruangan mulai pecah saat Rama dan rekan-rekan kerja lainnya bermunculan. Suasana yang tadinya sepi seketika berubah riuh. Ada yang mengomel panik sambil tergesa-gesa membuka aplikasi absen di ponsel masing-masing, ada pula yang saling lempar kelakar. Rama dengan gaya jenakanya yang khas, melepaskan gelak tawa yang berhasil mencairkan ketegangan pagi itu. Bawaan cerianya bagaikan bahan bakar alami yang membakar semangat tim untuk bersiap menghadapi tumpukan pekerjaan yang amat padat.
Sementara yang lain masih berbincang santai, Vika sudah bergelut dengan tumpukan berkas penting di atas mejanya. Ia memilah lembar demi lembar dokumen dan menyatukannya dengan rapi. Namun, saat hendak mengikat dokumen tersebut, stapler di tangannya tertekan kosong. Isinya telah habis.
Vika berdiri dan berinisiatif melangkahkan kakinya ke meja di sampingnya . Ya.. meja kerja Lulu untuk meminjam stapler. Namun, langkah Vika terhenti. Kursi di balik meja itu masih kosong melompong.
"Loh..., Rama... kamu lihat Lulu tidak?" tanya Vika sambil menoleh ke arah Rama. Mendengar hal tersebut, Rama menyipitkan mata sejenak, lalu menggeleng..
"Belum lihat dari tadi.... Kirain belum naik dari parkiran"
Vika refleks melirik jam tangan di pergelangan tangannya. Waktu sudah tepat menunjukkan pukul 08.00 WIB. Rasa terkejut bercampur khawatir seketika menyelimuti Vika. Lulu bukan tipe karyawan yang gemar terlambat tanpa alasan jelas. Biasanya, kalaupun Lulu datang agak siang, itu karena seluruh tim sudah tahu ia sedang sakit atau kelelahan akibat mendapat tugas berlebih dari Pak Angga. Tapi hari ini..…
Angsa Cantikku
BAB 29 : PERGOLAKAN HATI
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 52 Episodes
Comments