Angga menyandarkan punggungnya ke kursi kerja. Ia memajukan tubuhnya perlahan lalu bertumpu pada kedua siku di atas meja.
Pandangannya mengunci Lulu tanpa berkedip sedikit pun, begitu tatapan tajam khas seorang manajer yang sanggup menembus pertahanan siapa saja.
"Macet?" Bisik Angga dingin, sebuah senyum miring nan skeptis terukir tipis di bibirnya.
"Jam sepuluh pagi di jalur utama kota itu jalur lengang Lulu.... Kamu pikir saya baru sehari dua hari tinggal di kota ini?"
Jantung Lulu rasanya mau melompat keluar dari dada. Ia mendadak panik seketika meremas tali tasnya semakin erat hingga buku-buku jarinya memutih.
"M..maksud saya... tadi ada sedikit kendala di jalan, Pak....Saya benar-benar minta maaf" Ucap Lulu begitu lirih.
"Lulu..." Angga memotong kalimat itu dengan suara berat dan dalam. Pria itu berdiri dari kursinya. Langkah kakinya yang mantap mengikis jarak di antara mereka, berputar melewati meja kerja besar itu hingga kini ia berdiri persis di hadapan Lulu.
Jarak mereka begitu dekat hingga membuat Lulu bisa menghirup aroma woody maskulin dari parfum Angga yang selalu menenangkan, namun kali ini terasa sangat mengintimidasi.
Angga menundukkan sedikit tubuhnya, menyejajarkan tingginya dengan Lulu.
"Kamu nggak pinter berbohong..."Tatap Angga tajam tepat ke manik mata di balik kaca mata tebal itu.
"Tangan kamu gemetar, napas kamu berburu dan kamu bahkan nggak berani tatap mata saya saat saya lagi bicara...."
Hawa di ruangan itu terasa seperti mendidih. Lulu mematung dan dadanya naik turun tak beraturan.
Jarak yang sangat dekat ini membuat napas hangat Angga terasa menyapu keningnya dan membakar seluruh syaraf di tubuhnya dengan rasa debar yang luar biasa.
"Saya nggak peduli kamu kena macet atau apa pun itu" Bisik Angga, suaranya melembut namun menyisakan ketegangan yang pekat.
"Tapi saya benci dikacaukan... Kamu tahu berapa kali saya melirik jam dan keluar masuk ruangan cuma karena staf saya belum ada di kubikelnya?" Ucap Angga membuat Lulu mendongak k…
Angsa Cantikku
BAB 33 : GOSIP KUBIKEL & ANAK EMAS
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 52 Episodes
Comments
Wawan
Naaaah .... sayatan sembilu 🤭
2026-08-26
1