Di dalam ruang pemeriksaan spesialis, Dr. Anna baru saja menempelkan stetoskop pada punggung Lastri untuk terakhir kalinya.
"Secara umum kondisi kamu sudah sangat stabil, Lastri" ujar dr. Anna lembut seraya melepaskan stetoskop dari telinganya.
"Hasil pemeriksaan fisiknya bagus, tidak ada hal serius. Hari ini kamu sudah dinyatakan sehat dan resmi boleh pulang"
"Terima kasih banyak, Dok" sahut Lastri pelan, nyaris berbisik.
Meski mendengar kabar baik dari dokter, raut wajah Lastri sama sekali tidak memancarkan rasa lega. Sepanjang hari ini, jurnalis muda itu tampak begitu murung, cemas, dan memendam beban berat. Tatapan matanya terus-menerus gelisah, sibuk memperhatikan layar ponselnya yang sejak pagi tak henti dialiri pesan-pesan teror bernada ancaman dari nomor tak dikenal teror mental yang memintanya menghentikan berkas investigasi sensitif yang tengah ia usut.
Sama sekali tak terlintas di pikiran Lastri bahwa sahabat dekatnya, Lulu, saat ini juga sedang terbaring sakit dan dirawat di lantai yang berbeda di rumah sakit yang sama.
Pikiran Lastri sudah terlanjur penuh dan kalut oleh ancaman yang mengintainya.
Setelah Dr. Anna pamit keluar ruangan untuk menyelesaikan berkas medis lainnya, Lastri berdiri kaku di samping ranjang. Jemarinya yang gemetar merapikan tas bahunya dengan sangat lambat.
Tepat saat Lastri memegang gagang pintu untuk keluar, layar ponsel di genggamannya kembali bergetar hebat. Sebuah pesan teror baru masuk.
"Keluar lewat pintu belakang koridor bawah tanah lantai dasar sekarang. Jangan coba-coba hubungi polisi atau siapa pun kalau tidak mau nyawamu dan berkas investigasimu berakhir hari ini. Kami mengawasimu"
Napas Lastri tercekat. Sebagai jurnalis, ia tahu betul betapa nekatnya dalang di balik kasus yang sedang ia selidiki. Teror mental yang menghantuinya seharian ini akhirnya mencapai titik puncak ketakutan. Tertekan dan bingung harus berbuat apa, Lastri terpaksa mengalah dan mengikuti instruksi mengerikan tersebut.
Dengan langkah ragu…
Angsa Cantikku
BAB 47 : JEJAK YANG HILANG
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 52 Episodes
Comments
Wawan
Mawar dan iklan buatmu Thor ✍️
2026-08-29
1
Wawan
Naaaah ... langsung ke pokok 🔥✍️
2026-08-29
1