Danang Wesi dan Ni Kirana telah mundur sejauh tiga tombak. Ni Kirana menarik mundur kuda tunggangan Bagaga.
Empat Pembunuh Iblis Langit segera menghunus senjata mereka.
"Aku beri kalian waktu sebanyak 3 helaan nafas untuk menyingkir sejauh-jauhnya dari ku. Selama kalian masih menyayangi nyawa busuk kalian."
"Ha ha ha haa haaa haaah..."
"Huaaaa aaaa waaaa waaaa..."
Dua orang anggota Empat Pembunuh Iblis Langit tertawa keras bersama. Orang kedua, si Iblis Duka menangis keras seperti anak kecil menangis karena kehilangan mainan. Sedangkan Wanita Mawar Hitam memperhatikan ekspresi beku Bagaga. Wajah pria muda itu tampak lebih tampan saat wajah nya keras membeku.
"Pandeka Pedang Suling Kumala, kau terlalu memandang tinggi dirimu. Kami adalah empat orang pendekar tingkat langit. Belum ada sekalipun ada yang mampu bertahan sampai 10 jurus menghadapi kami."
Bagaga hanya melengos terlihat acuh tak acuh. Dia malahan berkata dengan suara dingin.
"Kalau begitu kalian berempat majulah. Aku tidak punya banyak waktu untuk meladeni kalian."
Bagaga mengulurkan tangannya kelangit. Sebuah pedang hitam muncul dalam genggaman tangan Bagaga. Hawa udara tiba-tiba terasa turun. Aura kematian yang sangat kental menyebar.
Danang Wesi dan Ni Kirana tidak menyadari bulu kuduknya berdiri. Bahkan Empat Pembunuh Iblis Langit juga tergetar. Pedang apa yang ada ditangan Pandeka Pedang Suling Kumala, yang memiliki aura yang begitu mengerikan. Itulah pedang iblis, pusaka Pedang Langitan.
Sinar keserakahan muncul di mata empat orang anggota Empat Pembunuh Iblis Langit.
Bagaga Alam berdiri santai dengan pedang menunjuk ke tanah. Empat Pembunuh Iblis Langit tersadar ketika mendengar suara Bagaga .
"Kalian berempat sudah mati dengan sikap kalian."
"Serahkan pedang pusaka itu Pandeka Pedang Suling Kumala. Kami akan memberikan kematian yang mudah bagimu." Iblis Maut Picak berkata dengan seulas senyum licik.
"Majulah kalian. Pusaka Pedang uuu Langitan memberi kalian kenormalan untuk bertemu Raja neraka."
He…
Pendekar Pedang Langitan
Bab 13. Membunuh
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 34 Episodes
Comments