Bagian tubuh yang digaruk terasa semakin gatal. Dia mulai meringis dan menggaruk semakin kuat, semakin kuat dan semakin kuat.
Namun bukannya berkurang. Rasa gatal itu semakin menggila. Kulit pria itu mulai merah.
Suara ringisan berubah menjadi erangan. Rekannya melihat dengan mata terbelalak. Dia jatuh terduduk dengan muka memucat. Dia bisa melihat dengan jelas penderitaan yang dirasakan rekannya.
Pati Muda Rajung Malapir dan Ni Kirana mengamati dari balikan pohon. Kedua orang itu melihat dengan sangat jelas apa yang dilakukan oleh anggota Gerombolan Rawa Belong itu.
Kulit yang tadinya memerah kini mulai terluka. Darah mulai merembes, merebak. Pria anggota Gerombolan Rawa Belong itu berlutut sambil terus menggaruk.
Dia benar benar sudah tidak tahan lagi. Rasa gatal semakin menggila ketika darah keluar dari luka luka akibat digaruk.
"Ampun... Ampuni aku. Aku akan menjelaskan semua yang ingin tuan pendekar inginkan."
Bagaga Alam hanya membeku. Dia melihat pria itu dengan jijik. Wajahnya terlihat biasa saja. Tidak ada amarah ataupun kesel. Pati Muda Rajung Malapir dan Ni Kirana merinding melihat semua itu dari kejauhan. Ni Kirana tanpa sadar keluar dan berdiri di dekat Bagaga Alam.
"Kang mas....?" Bagaga Alam tersenyum melihat kepada Ni Kirana.
"Ada apa Kirana ?"
"Kenapa dia tidak dibunuh saja Kang mas ?"
"Dia telah memilih cara mati yang sangat menyakitkan. Biarkan saja. Apa kamu pikir jika mereka berdua lolos semua akan baik-baik saja ?
Tidak, belasan... Tidak. Bahkan bisa jadi puluhan orang kita akan tewas sia-sia."
"Tuan pendekar, tuan pendekar. Tolong ampuni rekan ku. Aku akan menjelaskan semua yang ingin Anda ketahui."
Rekannya yang sudah sangat ketakutan memohonkan ampunan untuk rekannya yang sudah sangat menderita kepada Bagaga Alam. Bagaga Alam melihat pria itu dengan wajah datar. "Katakan semua kepada ku. Tidak usah pikirkan dia. Dia sudah memilih cara buruk untuk mati."
Suara datar, tanpa tekanan sedikit pun dari Bagaga, terdengar amat sangat dingin. Pria i…
Pendekar Pedang Langitan
20. Penyerangan 2
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 34 Episodes
Comments