6.

Suara hardikan Pak Andika terdengar menggelegar, memenuhi ruang tamu yang luas itu. Seketika semua orang yang berada di ruangan itu diam terpaku di tempat. Semua menoleh ke arah sosok pria paruh baya yang selama ini dikenal sangat sabar, bersahaja, dan jarang marah. Namun kini, wajah Pak Andika memerah padam, urat lehernya menonjol menahan amarah yang membuncah butuh pelampiasan.

Sementara itu, Rafa masih berdiri tenang di samping Kahiyang. Dirinya sama sekali tidak terpancing emosi atau tampak malu. Netra tajamnya menatap satu per satu orang yang ada di ruangan itu dengan pandangan dingin serta berwibawa. Tangan kanannya menggenggam erat jemari wanitanya yang tertunduk diam, seolah memberi kekuatan dan perlindungan penuh.

"Belum puas kamu selalu menghina dan merendahkan putriku, Retno? Lalu sekarang dengan berani dan tanpa bersalah kamu mengolok-olok teman prianya juga di rumah orangtua kami sendiri?"

Tatapan Pak Andika begitu tajam dan dingin, seakan menghujam tepat ke jantung Bu Retno. Suasana menjadi sangat hening, tak ada satu pun yang bersuara.

Bukannya merasa malu dan bersalah atas tindakannya, wanita paruh baya itu justru dengan berani menatap balik ke arah kakak iparnya, seolah ingin menantang. Ia malah tersenyum miring, merasa apa yang ia katakan adalah kebenaran.

"Kenapa...? Memang kenyataannya begitu, kan?" sergahnya keras. Ia menunjuk ke arah Rafa dengan dagunya. "Lihat saja penampilannya! Biasa saja, culun, nggak ada menariknya sama sekali. Mana bisa dia menyaingi Tedy yang ganteng, keren, dan mapan?"

"Makanya jadi perempuan itu jangan terlalu pemilih, apalagi banyak menuntut. Ujung-ujungnya kalau sudah tua, pasaran habis, akhirnya dapetnya ya, cuma kayak begini..."

Bu Retno tertawa puas, merasa telah memenangkan argumennya. Namun, tawa itu seketika terhenti saat Rafa perlahan selangkah maju ke depan, berdiri sejajar dengan Pak Andika. Sikapnya sangat tenang, tegas dan berwibawa—membuat siapa saja yang memandangnya langsung merinding dan segan.

"Maa…

Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya

Download aplikasi
Terpopuler

Comments

Aditya hp/ bunda Lia

Aditya hp/ bunda Lia

saat nanti idetitas Rafa terbuka pingsan kalian Retno, Cantika dan si Tedy bear 😂

2026-08-16

3

vj'z tri

vj'z tri

selamaaaa nafas ini berhembus ku akan slalu menjaga mu hingga akhir waktuuu asekkkk .....selama jantung ini berdetak tak akan ada cinta yang lain sampai tuaaa bersamaaaaa /Casual//Casual//Casual//Casual/

2026-08-17

0

𝐈𝐬𝐭𝐲

𝐈𝐬𝐭𝐲

lanjuut thor udah gak sabar nunggu kelanjutannya...

2026-08-16

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!