Pembicaraan mengenai persiapan akad nikah masih berlangsung di ruang tamu. Mulai dari tempat akad, penghulu, administrasi, hingga perlengkapan penunjang lainnya.
Sementara itu, Kahiyang lebih banyak diam. Ia hanya sesekali mengangguk atau menjawab singkat ketika ada yang bertanya kepadanya.
Kenyataan bahwa dalam waktu dekat akan resmi menjadi istri Sultan, pemuda yang selama ini ia kenal sebagai Rafa, memenuhi pikirannya. Tanpa sadar, jemarinya saling meremas di atas pangkuan. Kebiasaan yang selalu muncul setiap kali dirinya merasa gugup.
Dari tempat duduknya, Sultan diam-diam memperhatikan Kahiyang. Dengan jelas dilihatnya kegelisahan di wajah gadis itu. Sebenarnya ia ingin mendekat dan menenangkannya, tetapi banyaknya anggota keluarga yang berada di ruang tamu membuatnya menahan diri.
Hingga akhirnya, pandangan mereka bertemu. Dia memberikan senyum kecil seolah mengatakan bahwa semuanya akan baik-baik saja. Setelah itu, dirinya berdiri lalu berjalan santai menuju pintu depan.
Kahiyang yang memahami maksudnya segera meminta izin untuk keluar sebentar. Ia kemudian menyusul Sultan.
Kepergian mereka rupanya menarik perhatian Ningrum, salah seorang kerabat dari Pak Andika yang sejak tadi memang memperhatikan keduanya. Ia mendekatkan wajah kepada seseorang yang duduk di sebelahnya, lalu berbisik,
"Eh, Yan. Kamu merasa ada yang aneh nggak, sih? Kenapa pernikahan mereka kesannya buru-buru begitu? Apa jangan-jangan Kahiyang sudah...." Ia sengaja menggantung ucapannya sambil melirik ke arah pintu.
Wanita bernama Yanti langsung menyikut lengan Ningrum pelan. "Hus! Jangan asal bicara kamu, Ning. Kalau sampai terdengar orang lain, bisa jadi masalah."
"Aku cuma heran, Yan. Selama ini kan, Kahiyang sudah menjaga dirinya sampai usia segitu. Kalau akhirnya malah hamil sebelum menikah... kan, sayang banget. Berarti semua yang dia pertahankan selama ini sia-sia, dong," jawab Ningrum pelan.
Seorang tetangga dekat yang mendengar obrolan tersebut lantas menyela. "Ah, masa sih Mbak? Cal…
Suami Culunku Ternyata CEO
11.
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 56 Episodes
Comments
Esther
Untungnya Ning langsung tanya ke Kahiyang, walaupun itu membuat Rafa dan Kahiyang marah.
Sekarang tugasmu meluruskan omongan yang ngawur itu Ning
2026-08-20
2
Aditya hp/ bunda Lia
hiii ... kalo jadi aku aku tabok dulu tuh mulut si Ningrum sampe bengo bibir Jontor ... 😠
2026-08-20
1
Patrick Khan
ning nganggur kah..kok sempet2 nya tanya hamil apa gk.🤬🤬
2026-08-20
1