Usai makan malam bersama, Sultan langsung mengajak Kahiyang masuk ke kamar mereka. Begitu tiba di dalam, pria itu segera menuju walk-in closet. Dia mengambil sebuah daster tali spageti berbahan satin yang sudah disiapkan di sana. Kemudian menyerahkannya kepada sang istri.
Kahiyang mengernyit heran, tetapi tetap menerima daster tersebut. “Kamu... bahkan sudah menyiapkannya?”
Ia sedikit terkejut sekaligus terharu mendapatkan perhatian kecil seperti itu yang ternyata sudah dipikirkan oleh suaminya.
“Bukan aku, tapi Mama,” jawab Sultan sambil tersenyum tipis.
“Begitu aku bilang mau menikah, Mama langsung menyiapkan semuanya. Karena Mama pikir setelah menikah kita akan tinggal di sini,” jelasnya menambahkan.
“Ck... Tadinya aku sudah sempat terharu. Kirain kamu sendiri yang sengaja menyiapkannya untukku. Nggak tahunya... orang lain,” sahut Kahiyang sambil mengerucutkan bibirnya.
Sultan yang melihat ekspresi istrinya itu justru terkekeh geli. Tangannya terulur, lalu dengan lembut menjepit bibir Kahiyang yang masih mengerucut dengan jemarinya sembari mendekatkan wajahnya.
“Jangan bertingkah yang bisa membangkitkan hasratku,” bisiknya dengan suara rendah tepat di samping telinga Kahiyang.
Wajah Kahiyang seketika memanas. Ia buru-buru menundukkan kepala, berusaha menyembunyikan rona merah di pipi yang mulai menjalar hingga ke telinganya.
“Kamu itu...” gumamnya pelan sembari mendorong dada Sultan dengan malu-malu.
Sultan malah semakin geli melihat tingkah istrinya. Bukannya mundur, dia justru kembali mendekat hingga membuat Kahiyang semakin salah tingkah.
“Kenapa?” tanyanya dengan senyum menggoda.
“Ng-nggak ke-napa-kenapa,” jawab Kahiyang cepat seraya menggelengkan kepala, lalu berusaha mengalihkan pandangan.
Suasana di antara mereka perlahan berubah menjadi lebih intim. Kahiyang yang semula gugup akhirnya membiarkan dirinya berada dalam dekapan suaminya.
Namun, tepat ketika mereka hendak melanjutkan momen tersebut, suara dering ponsel tiba-tiba memecah suasana.
Sultan menghe…
Suami Culunku Ternyata CEO
34.
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 56 Episodes
Comments
Aditya hp/ bunda Lia
gak akan kecewa tenang ajah ntar kalo udah resepsi pasti di kasih melendung tuh perutnya sama moms percaya deh ... 🤭
2026-09-01
2
Nar Sih
sabar ayang ,blm waktu nya aja ,semagat ayang berdoa aja semoga momz lekas kabul kan doa mu
2026-09-01
1
Patrick Khan
tenang kahiyang nti bonus mu dapet bayik kembar😍
2026-09-02
1