Ketika cahaya menghilang— ketika suara dengungan lingkaran sihir itu berhenti—
lingkaran sihir di lantai sudah tidak ada. Lantai kayu kembali normal, seperti tidak pernah ada apa-apa di sana.
Bunga putih, Requiem Flower, juga hilang. Tidak ada kelopak, tidak ada tangkai, tidak ada cahaya. Hilang tanpa jejak, seolah-olah memang tidak pernah ada.
Yamada berdiri sendirian di tengah kamarnya yang gelap, hanya diterangi cahaya bulan dari jendela yang terbuka. Tidak ada suara. Tidak ada cahaya sihir.
Tidak ada sistem yang berkedip merah. Tidak ada gambaran masa lalu.
Hanya dirinya. Dan kesadaran kedua yang diam di dalam kepalanya.
Yamada masih memejamkan mata, mencoba mencerna apa yang baru saja dia lihat.
Jadi... Suara Yamada yang asli terdengar lemah, sangat lemah, seperti seseorang yang baru saja melihat kematiannya sendiri dan kebangkitannya sendiri. Aku sendiri yang memilih untuk kembali. Aku yang membuat kontrak itu. Aku yang bilang 'apapun' harganya.
Yamada menatap lantai kosong tempat lingkaran sihir tadi berada.
"Sepertinya begitu. Kau yang ingin kembali melihat ibumu, melihat ayahmu, menepati janji pada kakakmu. Makanya perempuan itu menghidupkanmu... atau menghidupkan tubuhmu selama lima tahun."
Dan kau... Kesadaran kedua berhenti, suaranya bergetar. "Kenapa? Bagaimana kau bisa berada di sini, di dalam tubuhku yang seharusnya sudah mati dan sudah aku janjikan untuk kembali?"
Yamada terdiam. Pertanyaan itu sederhana, tapi jawabannya tidak dia ketahui. Pertanyaan yang sama yang menghantuinya sejak dia bereinkarnasi.
"Aku mati." Jawabnya akhirnya, dengan suara pelan. "Ditabrak truk di duniaku. Lalu ada suara yang bilang Soul detected, lalu cahaya putih. Lalu aku bangun di sini. Di tubuhmu."
Itu bukan jawaban. Itu hanya kronologi. Bukan alasan. Kenapa harus tubuhku? Kenapa harus aku? Dari sekian banyak orang mati di dunia ini, kenapa jiwamu masuk ke tubuhku yang sudah mati lima tahun lalu?
"Aku tahu. Itu bukan jawaban yang memuaskan." Yamada duduk di tepi tempat ti…
THE LAZY GENIUS
Draft 10,1
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 234 Episodes
Comments