Pedagang yang sedang sibuk mengikat karung itu langsung mendongakkan kepalanya mencari batu besar di sekitar lapaknya. Matanya tertuju pada batu abu-abu ceper yang sedari tadi ia jadikan tempat duduk.
"Tuan Muda, bagaimana kalau batu penyangga pantatku ini? Bentuknya sangat jelek dan ukurannya pas untuk menaruh ratusan batu kecil Anda," tawar pedagang itu antusias.
Pedagang itu menepuk-nepuk debu kotor di atas Giok Salju Surgawi bernilai sepuluh miliar tersebut dengan kasarnya.
"Ini batu kali sisa fondasi jembatan desa, sangat kuat dan tahan banting Tuan," promosi pedagang itu tanpa dosa.
Gibran mengelus dagunya seolah sedang menimbang-nimbang tawaran tersebut dengan serius.
"Bentuknya lumayan cocok untuk tamanku. Berapa harga tambahan yang harus kubayar untuk batu dudukanmu itu Paman?" tanya Gibran tenang.
Pedagang berkumis itu tersenyum sangat lebar hingga kumisnya terangkat naik ke atas. Ia menemukan batu itu tergeletak begitu saja di pinggir sungai sepuluh tahun yang lalu dan membawanya kemari hanya untuk dijadikan kursi gratis.
"Batu besar ini sangat berat Tuan, ongkos angkutnya pasti mahal."
"Tambahkan saja sepuluh juta rupiah lagi, dan batu kursi kebanggaan saya ini resmi menjadi milik Anda," tembak pedagang itu dengan harga yang tidak masuk akal untuk sebuah batu kali kotor.
Gibran mengangguk pelan seolah menyetujui tawaran harga yang menurutnya sangat masuk akal itu.
"Totalnya enam puluh juta rupiah kalau begitu. Nomor rekening Paman berapa?" tanya Gibran sambil mengeluarkan ponsel mahalnya.
Pedagang itu nyaris melompat kegirangan dan langsung menyebutkan nomor rekeningnya dengan suara terbata-bata.
Tik tik tik.
Bunyi notifikasi transfer berhasil langsung masuk ke ponsel butut milik pedagang tersebut dalam hitungan detik.
"Uangnya sudah masuk Tuan Muda! Terima kasih banyak atas kemurahan hati Anda hari ini!" ucap pedagang itu membungkuk berkali-kali seperti sedang menyembah dewa rezeki.
Gibran tersenyum sangat tulus melihat pria itu merasa menang karena ber…
SISTEM MATA SAKTI RAJA GIOK
BAB 12
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 67 Episodes
Comments