Lampu kristal raksasa memendarkan cahaya keemasan di lobi utama Gedung Dirgantara Larasati Group malam itu.
Karpet merah tebal membentang dari pintu masuk hingga ke panggung utama yang dihiasi bunga-bunga impor yang sangat mahal.
Gibran berdiri di depan cermin toilet VIP merapikan dasi sutra hitamnya dengan raut wajah yang sangat tenang.
Bima yang berdiri di sebelahnya justru sedang gemetar hebat hingga lututnya saling beradu satu sama lain.
Klotak klotak.
"Bos Gibran, saya rasanya mau pingsan saja malam ini melihat daftar tamu yang hadir," keluh Bima dengan wajah sepucat kapas.
"Saya cuma anak magang yang dulunya makan mi instan tiap hari, sekarang saya harus berpidato di depan walikota?" lanjutnya nyaris menangis.
Gibran menepuk bahu kurus pemuda itu dengan tenaga yang cukup keras untuk membangunkannya dari kepanikan mental tersebut.
Plak.
"Tarik napasmu dalam-dalam Bima, berhentilah bertingkah seperti pecundang yang menunggu dieksekusi mati oleh algojo."
"Malam ini kau adalah Direktur Operasional perusahaanku, sepasang matamu lebih berharga dari semua harta pejabat itu digabungkan," tegas Gibran menatap lurus.
Bima menelan ludahnya susah payah lalu membusungkan dadanya mencoba mencari sisa-sisa keberanian yang ada.
"B-baik Bos Gibran, saya akan berusaha tidak mempermalukan Anda malam ini!" ucap Bima mengangguk cepat.
Aurel melangkah masuk ke dalam ruangan VIP itu mengenakan gaun malam berwarna biru safir yang memeluk lekuk tubuhnya dengan sempurna. Aroma mawar hitam yang sangat elegan langsung menyapu indra penciuman Gibran membuat jantungnya berdetak satu ketukan lebih cepat.
"Para tamu VIP sudah berkumpul di lobi utama Gibran, Kapten Codet juga sudah mengamankan semua titik buta di area gedung," lapor Aurel dengan senyum menawan.
"Kau terlihat sangat cantik malam ini Nona Aurel, gaun itu benar-benar cocok dipakai oleh seorang ratu giok sepertimu," puji Gibran tanpa basa-basi sedikit pun.
Wajah Aurel seketika bersemu merah mendengar pujian blak-blakan dari pria…
SISTEM MATA SAKTI RAJA GIOK
BAB 27
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 67 Episodes
Comments