Cahaya putih kebiruan dari Berlian Air Mata Dewa itu menyilaukan mata seluruh bangsawan Eropa di lantai dasar balai lelang.
Namun dari balik kaca VVIP, Gibran justru menatap pusaka legendaris itu dengan pandangan jijik yang sangat kentara.
Sistem Mata Sakti Raja Giok di dalam kepalanya terus memberikan peringatan merah yang berkedip tanpa henti.
[Pemindaian tingkat dewa mendeteksi anomali biologis di dalam inti susunan karbon.]
[Kualitas: Berlian Darah Parasit purba yang dirancang untuk menyerap energi kehidupan Masternya secara perlahan.]
Benda itu bukanlah air mata malaikat suci seperti yang dipuja oleh sejarah Eropa selama berabad abad lamanya.
Itu adalah senjata kutukan yang membunuh pemiliknya secara diam diam dengan menyedot habis sisa umur mereka.
Di atas panggung utama, juru lelang menelan ludah dan membuka penawaran awal dengan suara bergetar keras.
"Harga awal untuk Berlian Air Mata Dewa ini dibuka pada angka sepuluh triliun rupiah!" teriak sang juru lelang memecah keheningan.
Ratusan bangsawan Eropa langsung terdiam kaku karena angka itu jauh melampaui seluruh total kekayaan gabungan beberapa kerajaan kecil.
Tidak ada satu pun papan penawaran yang terangkat di lantai dasar membuktikan bahwa benda itu memang tidak ditujukan untuk mereka.
Tiba tiba suara langkah kaki yang berat dan penuh wibawa terdengar menuruni tangga utama dari lantai tiga balai lelang tersebut.
Tap tap tap.
Ketua Dewan Tertinggi Iluminati yang mengenakan topeng emas berbentuk elang berjalan turun didampingi belasan pengawal bersenjata lengkap.
"Benda ini memang tidak dijual menggunakan uang murahan para kaum bangsawan biasa," ucap sang ketua dewan melalui mikrofon kerahnya.
Pria tua bertopeng emas itu berhenti di tengah ruangan dan menatap lurus ke arah kaca VVIP tempat Gibran berada.
"Aku tahu kau memiliki Safir Darah Biru dan Giok Salju Surgawi di tanganmu saat ini Pemuda Asia."
"Turunlah kemari dan pertaruhkan kedua batu pusakamu itu jika kau memang punya nyali untuk menyentuh air ma…
SISTEM MATA SAKTI RAJA GIOK
BAB 44
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 67 Episodes
Comments