Tawa meremehkan Gibran memecah keheningan ruangan pasar gelap yang remang-remang itu.
Semua pasang mata menatap pemuda berjas abu-abu itu dengan raut wajah kebingungan dan tegang.
"Corak awan yang kau bilang itu hanyalah tanda bahwa batu itu pernah terbentur keras saat proses penambangan, Pak Tua."
"Di dalamnya tidak ada zamrud utuh, yang ada hanyalah batu hijau retak yang bahkan tidak pantas dijadikan asbak rokok," ucap Gibran dengan suara lantang dan telak.
Wajah Master Seno langsung memerah padam menahan amarah yang meledak di dadanya.
Selama dua puluh tahun karirnya, belum pernah ada orang yang berani mengoreksi hasil penilaiannya di depan umum.
"Bocah ingusan sepertimu tahu apa soal ilmu geologi batu giok kuno Myanmar!" bentak Master Seno sambil menudingkan tongkatnya.
"Tuan Bratasena, beli batu ini sekarang juga seharga lima belas miliar agar kita bisa membungkam mulut sampah anjing ini!" perintah Master Seno dengan napas memburu.
Bratasena Mahendra tersenyum licik dan langsung mengangkat tangan kanannya tinggi-tinggi ke udara.
"Lima belas miliar tunai dari Keluarga Mahendra untuk batu hitam ini!" teriak Bratasena kepada bos penyelenggara.
Para pengusaha lain hanya bisa menelan ludah dan mundur teratur tidak berani melawan harga gila tersebut.
Bos penyelenggara yang memakai jas putih tertawa kegirangan dan langsung mengetukkan palu kayunya ke atas meja.
Tok tok tok.
"Terjual kepada Tuan Besar Bratasena seharga lima belas miliar rupiah!" seru bos penyelenggara itu kegirangan.
Aurel yang berdiri di samping Gibran sedikit mengernyitkan dahinya melihat transaksi fantastis tersebut.
"Apa kau yakin batu itu kosong Gibran, Master Seno jarang sekali meleset dalam menilai batu dari Myanmar," bisik Aurel pelan merasa sedikit khawatir.
Gibran hanya membalas tatapan Aurel dengan kedipan mata sebelah yang sangat santai dan penuh pesona.
"Aku tidak pernah salah Nona, tonton saja pertunjukan lucunya sebentar lagi," balas Gibran menenangkan wanita cantik itu.
Gibran memalingk…
SISTEM MATA SAKTI RAJA GIOK
BAB 17
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 67 Episodes
Comments