Wusss.
Pesawat jet pribadi Dirgantara Larasati Group membelah lautan awan Samudra Hindia dengan kecepatan penuh menuju benua Asia.
Di dalam kabin VVIP yang mewah itu, Gibran tertidur lelap di atas sofa kulit dengan napas yang sangat teratur.
Batu Jantung Bumi berwarna merah ruby itu diletakkan di atas meja kaca tepat di sebelah kepala Gibran.
Tring bzzzt.
Tiba tiba batu pusaka itu memancarkan partikel cahaya merah yang mengalir masuk ke dalam kening Gibran secara perlahan.
[Proses asimilasi energi alam Jantung Bumi telah mencapai angka seratus persen.]
[Sistem Mata Sakti Raja Giok berhasil melakukan evolusi besar besaran dan membuka fitur Manipulasi Energi Material Level Tiga.]
Gibran membuka matanya perlahan dan merasakan seluruh sel di dalam tubuhnya seperti baru saja dilahirkan kembali menjadi baja murni.
"Kau sudah bangun Bos Gibran? Kau tidur seperti beruang kutub selama belasan jam penuh," sapa Bima yang sedang menyeruput kopi hangatnya.
"Aku tidak sekadar tidur Bima, aku baru saja menyelesaikan pencernaan energi dari batu purba kita ini," jawab Gibran meregangkan otot lehernya.
Krak krak.
Suara tulang leher Gibran berbunyi nyaring memancarkan aura dominasi yang jauh lebih pekat dari sebelumnya.
Kapten Codet berjalan dari ruang kokpit dan memberikan hormat singkat kepada bos besarnya.
"Kita akan mendarat di ibu kota dalam waktu sepuluh menit lagi Bos, Nona Aurel sudah menunggu di landasan pacu," lapor Kapten Codet.
Gibran mengangguk pelan dan merapikan jasnya bersiap menyambut udara tanah air setelah perjalanan mematikan di Benua Hitam.
Ciiit brummm.
Roda jet pribadi itu akhirnya menyentuh landasan pacu bandara internasional dengan sangat mulus.
Begitu pintu pesawat terbuka, Gibran melangkah turun dan langsung melihat sosok Aurel yang berdiri dikawal ketat oleh puluhan penjaga.
Namun tidak ada senyum manis penyambutan di wajah cantik wakil pimpinan tertinggi tersebut hari ini.
Wajah Aurel terlihat sangat tegang dan matanya sedikit memerah seperti kurang tidur…
SISTEM MATA SAKTI RAJA GIOK
BAB 56
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 67 Episodes
Comments