Adel masih merasa terkejut dengan apa yang dia dengar barusan. Tapi berusaha setenang mungkin.
"Lalu apa tujuan tante menemui kami?". Tanya adel.
"Awalnya kami ingin meminta dena kembali untuk memimpin perusahaannya, tapi mengingat dia sudah tiada mau tidak mau kamu yang harus menggantikannya". Kata tante ara.
"Apa?". Adel terkejut.
"Kenapa apa kamu tidak mau?". Tanya tante alis.
"Bukan begitu tan, tapi adel juga punya usaha di sini, dan adel juga tidak bisa jauh dari sahabat, dan....". Kata adel menggantung.
"Tunangan kamu?". Tebak tante ara. Dan adel mengangguk.
"Tante tidak memaksamu nak, kamu bisa memikirkannya dulu dan membicarakan ini pada sahabat dan tunanganmu. Tapi tante berharap kamu bisa pergi ke sana, karena tidak mungkin tante terus-terusan memegang kendali perusahaan mamahmu. Kamu tahu tante sudah tua, perusahaan kami saja sudah kami serahkan ke putra putri kami, tanggung jawab kami sekarang tinggal perusahaan mamahmu, siapa lagi jika bukan kamu yang mengambil alih". Kata tante alis.
"Adel butuh waktu tan, jika adel sudah ada keputusan adel akan hubungi tante". Kata adel.
"Baiklah, ini kartu nama tante. Kamu bisa hubungi tante jika berubah pikiran". Kata tante alis dengan memberikan sebuah kertas, sedangkan adel hanya mengangguk.
"Kalau begitu kami permisi dulu, karena kami harus kembali ke malaysia sekarang". Kata tante ara.
"Kenapa buru-buru tan, tante tidak mau mengunjungi mamah dulu?". Tanya adel.
"Lain kali saja, tante masih ada urusan soalnya". Kata tante alis.
"Baiklah, tante hati-hati". Kata adel lalu mencium punggung tangan dua wanita tersebut.
"Kamu juga hati-hati di rumah sendirian". Kata tante ara tersenyum. Dia senang melihat kesopanan dan kelembutan adel. Adel hanya mengangguk tersenyum.
Setelah itu mereka pergi meninggalkan rumah adel.
Flasback off.
"Jadi seperti itu ceritanya". Kata adel.
"Tapi jika lo akan memimpin perusahaan itu butuh waktu cukup lama kan del, terus butik lo juga bagaimana?". Tanya flora.
"Gue tahu flo, selain ingin m…
SATU HATI DUA NAMA
BAB 52
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 86 Episodes
Comments