Di tanah air kelyn dan nyonya gina sedang menunggu di luar ruang rawat tuan addi. Nyonya gina sendiri tidak henti-hentinya menangis. Dokter sendiri masih memeriksa keadaan tuan addi.
Cukup lama mereka menunggu hingga dokter keluar dari ruang rawat tuan addi. Nyonya gina dan kelyn langsung bergegas menghampiri dokter tersebut.
"Bagaimana keadaan suami saya dok?". Tanya nyonya gina.
"Untuk saat ini tuan addi sudah melewati masa kritisnya nyonya, untung saja nyonya cepat membawa tuan addi kemari. Jika terlewat 1 menit saja kita tidak tahu apa yang terjadi". Kata dokter.
"Memang papah saya sakit apa dok?". Tanya kelyn.
"Tuan addi sakit gagal ginjal stadium akhir untuk saat ini kami masih bisa mengatasinya, untuk itu tuan addi harus di rawat secara intensif disini, agar kami bisa terus memantaunya". Kata dokter.
Mendengar perkataan dokter nyonya gina bagai di sambar petir siang bolong. Bagaimana ia tidak tahu mengenai keadaan lelaki yang sudah bertahun-tahun bersamanya.
"Apa suami saya masih bisa sembuh dok?". Tanya nyonya gina.
"Tuan addi masih bisa di selamatkan jika ada seseorang yang mau mendonorkan ginjalnya untuk tuan addi nyonya". Kata dokter.
"Kalau begitu ambil saja ginjal saya dokter, saya putrinya". Kata kelyn.
"Kita harus lakukan uji kecocokan dulu nona". Kata dokter.
"Baiklah". Kata kelyn.
"Jika begitu mari nona ikut saya". Kata dokter.
Dokter pun pergi dengan kelyn yang mengikutinya dari belakang. Sedangkan nyonya gina masuk ke dalam ruang rawat suaminya dengan air mata yang terus mengalir di pipinya.
Terlihat seorang pria yang sudah tak lagi muda sedang terbaring lemas di brangkar rumah sakit dengan berbagai macam alat di tubuhnya. Nyonya gina mendekati brangkar tersebut.
"Papah kenapa tidak beri tahu mamah jika sedang sakit, tapi mamah yakin papah pasti bisa melewati ini. Papah pasti akan sembuh". Kata nyonya gina.
Bukannya tuan addi tidak ingin memberi tahu masalah penyakitnya pada keluarganya. Tapi, saat itu situasinya sedang kurang baik dimana arya saa…
SATU HATI DUA NAMA
BAB 69
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 86 Episodes
Comments