Uni masih mencoba menenangkan hatinya yang tidak karuan."Uni, kamu kenapa?" Sebuah tepukan membuat Uni kaget dan wajahnya tampak pucat pasi. "Wajah kamu pucat sekali, kamu baik-baik saja, kan?" Tangan Nenek Anjani memeriksa dahi Uni.
"Uni baik-baik saja, Nek. Uni hanya kaget."
"Kaget apa? Apa kamu melihat hantu?" Nenek malah terkekeh pelan.
'Mending melihat hantu, dari pada aku dicium seperti tadi.' Uni berdialog sendiri.
"Uni, kamu melamun apa?"
"Uni tidak apa-apa, Nek. Uni ke kamar dulu ya, Nek? Nanti Uni akan membersihkan semuanya." Uni dengan cepat berjalan ke dalam kamarnya.
"Dia itu kenapa seolah habis melihat hantu saja." Gelengan kepala nenek Anjani.
Di dalam kamar Uni duduk di atas ranjang dan agak sedikit bingung. "Aku tidak boleh menyukai Aro, begitupun dengan Aro tidak boleh menyukaiku, tapi apa ciuman itu artinya dia menyukaiku?" Uni mengacak-acak rambutnya kesal.
"Aku harus membuat Aro menyukai Via karena Via lebih cocok dengannya. Aku tidak mau Via salah paham dan menganggap aku berkhianat. Aku tidak ada perasaan apa-apa sama Aro," ucapnya lirih.
Setelah hatinya agak tenang, Uni keluar dari dalam kamar dan kembali menuju dapurnya, dia membersihkan semua peralatan makan.
"Uni! Coba kamu lihat, apa aku dan mamaku tampil cantik hari ini?"
Uni agak kaget mendengar panggilan dari Ara, dia seketika menoleh ke arah belakang dan melihat Ara sudah tampil sangat cantik dengan balutan gaun yang waktu itu di belikan oleh omahnya.
"Kamu cantik sekali, Ara." Uni mendekat memutari tubuh Ara melihat seksama penampilan sahabatnya itu.
"Benar aku sangat cantik?" Uni mengangguk cepat. "Omahku pandai sekali memilihkan gaun ini untukku. Lalu rambutku aku apakan ya?" Ara berpikir.
"Nanti aku saja yang mengatur rambut kamu."
"Memangnya kamu bisa?"
"Bisa lah! Kamu lupa aku suka sekali menyisir dan membuat rambut boneka barbie kamu menjadi cantik."
"Hah? Itukan rambut barbie, rambutnya memang panjang, tebal, dan sangat bagus. Kamu jangan menyamakan dengan rambutku?"
"Tapi k…
My Secret Love
Perasaan Apa Ini?
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 359 Episodes
Comments