Cerita Arya
Dinding-dinding besi itu bergetar lembut di bawah telapak tangannya. Suara derit logam bertabrakan dengan rel besi menghasilkan irama monoton yang dihafalnya luar kepala: tak-tuk, tak-tuk, tak-tuk. Ad
0
1
Di Bawah Kabut Cikulul
Langit Pangalengan selalu punya cara untuk menyimpan duka. Kebun teh Cikulul yang membentang hijau kerap kali diselimuti kabut tebal saban sore, menyembunyikan ujung jemari siapa pun yang mencoba sali
0
1
Bestie, Staycation Kita Seru Banget!
Malam itu, gerimis membungkus Dusun Bandan Waru dengan kabut tebal yang berbau minyak tanah dan bunga kantil busuk. Di sebuah rumah panggung kayu jati yang lapuk—rumah milik Mbah Kerto, dukun tertua y
0
1
Goresan Luka Di Atas Kanvas Suci
Lampu gantung di atas meja makan memancarkan cahaya kekuningan yang lembut, menimpa dua mangkuk sup ayam yang asapnya perlahan menipis. Di kursi kayu berukir itu, Rani duduk memeluk lututnya sendiri,
0
1
Melukis Langit Yang Terbelah
Kisah ini berawal dari kehidupan Bintang, seorang remaja usia tujuh belas tahun yang kehilangan penunjuk arah dalam hidupnya. Dulu, jemarinya lincah menari di atas kanvas, melahirkan warna-warna indah
0
1
Mengikhlaskanmu Sebelum Memilikimu
Di sebuah pesantren kecil di pinggiran kota yang tenang, angin sore berhembus lembut membawa aroma tanah basah dan wangi kembang kamboja. Di bawah naungan pohon rindang di halaman pondok, Amira duduk
0
1
Dinding Sesal
Matahari sore menerobos sela-sela gorden tipis di ruang tengah sebuah unit apartemen di pinggiran Jakarta. Di atas meja kerja berkayu jati itu, sebuah dompet kulit cokelat milik Farhan tergeletak terb
0
1
Pesan "Penting " Dan perang Bantal
Sudah hampir satu minggu Hankiz tidak pulang. Adonis mulai bosan. Sebenarnya tidak ada keadaan darurat. Tidak ada perang, tidak ada misi, bahkan tidak ada rapat penting. Tapi Adonis punya solusi
0
1
Menghargai Jasa Para Pahlawan
Di sebuah pelosok Desa Sorosuten, berdiri sebuah sekolah dasar bernama SD Naray. Sekolah itu berada cukup jauh dari pusat kota. Kondisi pendidikannya pun masih tertinggal dibandingkan dengan sekolah-s
1
1
Bayang-Bayang Cermin Retak
Suara hujan yang menimpa atap seng teras rumah menyisakan irama yang tenang. Di dalam kamar, suara napas halus dari dua pangeran kecilku yang tertidur pulas menjadi musik paling indah yang pernah kude
0
1
Dazai butuh perhatian
Anime: Bungou stray dogs Malam hari setelah menyelesaikan tugas Dazai merebahkan tubuhnya di atasmu, membenamkan wajahnya di dadamu. Dia bahkan tidak memedulikan tayangan yang sedang kalian tonton,
0
0
Mata Ketiga
Malam itu, Reva berdiri di depan rumah tua yang sudah ditinggalkan sepuluh tahun lalu. "Jangan masuk," bisiknya pada dirinya sendiri. Tapi kakinya tetap melangkah. Lorong gelap menyambutnya. Bau ta
0
0
Hidup? Mati?
BRAK! BRAKK!! "KEHIDUPAN SAMPAH!!" Suara Sagara menggema di dalam kamar. Tangannya menghantam lemari sebelum akhirnya ia terduduk di lantai, memeluk kedua lututnya. Ponselnya bergetar. Ibu: "Gar, jemp
0
1
Aroma Kopi yang Tawar
Satu jam berlalu, dan cangkir kapusinoku sudah sepenuhnya dingin. Di seberang meja, Dara baru saja selesai merapikan tasnya, seolah pembicaraan lima menit lalu yang menghancurkan seluruh rencanaku u
0
1
Bubu dan Para Dewi Cantik
Bubu dan Para Dewi Cantik Pagi itu, Istana Almareon sedang sangat tenang. Terlalu tenang. Para pelayan berjalan tanpa suara. Para penjaga berdiri tegak di depan aula. Angin pagi berembus pelan me
0
1
Bab 4 suara dari bawah jembatan
BAB 4 — Suara dari Bawah Jembatan Malam semakin larut ketika hujan mulai turun perlahan. Lampu-lampu kendaraan yang melintas di atas jembatan memantul di genangan air, membuat jalan terlihat seperti
0
0
Apakah hidupku berarti?
Sebuah ruangan yang begitu luas dengan penerangan yang seadanya menjadi saksi kesedihan seorang anak perempuan yang masih duduk di bangku kelas 2 SMP. Ia berasal dari keluarga kaya raya, yang setiap
0
1
Kutukan Purnama Tiga Belas
Malam itu adalah tanggal tiga belas dalam penanggalan Jawa. Di luar jendela rumah mewah yang terletak di sudut kota yang sunyi, langit malam tampak bersih, memamerkan bulatan bulan yang hampir paripur
0
0
Yang Tak Pernah Sampai
Tidak pernah ada yang tahu kapan dan dimana bertemu dengan seorang yang katanya memiliki garis takdir dengan kita. Tidak pernah ada yang tahu apakah orang yang baru saja berpapasan adalah orang yang t
0
0
" What your favorit coffe?? "
Airin menatap jam di pergelangan tangannya. “Ya ampun, telat!” Ia berlari kecil menuju kafe di ujung jalan sambil memeluk tasnya. Hari pertamanya bekerja sebagai pegawai baru seharusnya berjalan
0
1