Indonesia
NovelToon NovelToon
Su Yu Memberontak Takdir

Su Yu Memberontak Takdir

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Action / Epik Petualangan
Popularitas:7.5k
Nilai: 5
Nama Author: YUKARO

Dia bukan siapa-siapa di keluarganya sendiri. Dihina, dipukul, dan dianggap sampah oleh adik kandungnya sendiri, Su Yu hanya punya satu harga diri tersisa: kepatuhan. Ketika ia diperintahkan masuk ke Hutan Kelabu yang mematikan untuk mencari Tanduk Rusa Malam, ia tidak punya pilihan selain menurut.

Namun di dalam hutan, ia menyaksikan pertarungan antara dua makhluk dahsyat yang seharusnya tidak pernah ia lihat. Ketika seorang peri cantik terjatuh tak berdaya di hadapannya, Su Yu dihadapkan pada pilihan sederhana: pergi menyelamatkan diri, atau mempertaruhkan nyawanya untuk orang asing.

Ia memilih yang kedua.

Tanpa disadarinya, satu tindakan kecil itu akan mengubah takdirnya selamanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon YUKARO, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 1: Su Yu Mematuhi Perintah

Benua Ming dikenal sebagai tanah tempat para kultivator menempatkan kekuatan di atas segala hal. Di balik wilayah yang telah dikuasai sekte dan klan besar, masih terbentang banyak daerah liar yang jarang diinjak manusia. Sebab bahaya di dalamnya jauh melampaui kemampuan para kultivator biasa.

Namun, jauh dari pusat kekuasaan sekte-sekte besar itu, terdapat sebuah kota kecil bernama Yunwu. Di sana, dua klan yang tidak terlalu besar, Klan Su dan Klan Hu, telah lama menjadi penguasa wilayah tersebut.

Pagi itu, suasana di kediaman Klan Su tidak berjalan seperti biasanya.

Di salah satu halaman batu, seorang pemuda berusia delapan belas tahun terhuyung beberapa langkah dengan darah mengalir dari sudut bibirnya, sementara lebam telah memenuhi wajah dan tubuhnya. Pemuda itu bernama Su Yu, anggota Klan Su yang selama bertahun-tahun dianggap tidak berguna dalam jalan kultivasi.

"Jangan berlagak seolah-olah tubuhmu sudah tak sanggup bergerak, Su Yu..." Su Jao mendengus sambil menurunkan kakinya yang baru saja menghantam pemuda itu. "Klan telah memberimu tugas, maka kau harus melaksanakannya. Lagipula tugas ini berkaitan dengan tuan muda Su Han."

Su Yu mengangkat wajahnya perlahan, lalu menghapus darah yang menempel di bibir dengan punggung tangannya. "Saya tidak bermaksud membantah perintah kalian... tetapi sebelumnya Paman Juan menyuruh saya membersihkan kandang. Jadi saya belum sempat menyelesaikan pekerjaan itu."

"Membersihkan kandang?" Pemuda lain yang berdiri di samping Su Jao mencibir, lalu menyilangkan kedua tangannya di depan dada. "Pekerjaan itu bisa dilakukan nanti, sedangkan Tanduk Rusa Malam harus segera dibawa kembali. Karena itu, jangan mencari alasan hanya untuk menghindari hutan."

Su Yu menundukkan kepala sejenak, kemudian menarik napas perlahan. "Kalau begitu... izinkan saya menyelesaikan pekerjaan Paman Juan terlebih dahulu. Setelah itu, saya akan segera berangkat."

Su Jao tertawa pendek, tetapi senyumnya segera menghilang. "Kau masih berani menawar setelah kami memerintahkanmu pergi? Dengarkan baik-baik... kau hanya perlu memasuki Hutan Kelabu, menemukan Tanduk Rusa Malam, lalu membawanya kembali. Urusan kandang tidak perlu kau pikirkan sekarang."

"Tapi jika saya meninggalkan kandang dalam keadaan belum selesai..." Su Yu mengangkat pandangannya, "Paman Juan pasti akan menghukum saya setelah kembali."

Pemuda di sisi Su Jao melangkah mendekat, lalu menundukkan tubuh sedikit agar wajahnya sejajar dengan Su Yu. "Kau terlalu banyak bicara untuk seseorang yang bahkan tidak mampu mengangkat kepalanya dengan hormat. Apakah kau mengerti untuk siapa tanduk itu diperlukan?"

Su Yu tidak menjawab.

"Untuk Su Han..." lanjut pemuda itu sambil menepuk bahu Su Yu dengan telapak tangannya. "Tuan muda yang menjadi kebanggaan Klan Su, adik kandungmu sendiri. Maka dari itu, kau jangan sekali-kali berpikir untuk menolak."

Nama itu membuat tangan Su Yu berhenti bergerak sesaat.

"Su Han..." gumamnya lirih.

Su Jao segera menangkap perubahan wajahnya. "Ya, Su Han. Karena itu, berangkatlah sekarang. Jangan membuat kami mengulang perintah."

Su Yu menghela napas, kemudian mencoba berdiri lebih tegak. "Saya mengerti... saya akan pergi."

Tiba-tiba, Su Jao mengangkat kakinya dan menghantam dada Su Yu.

Bugh!

Tubuh Su Yu terlempar ke belakang dan menghantam tanah batu. Napasnya tercekat, sementara tangannya segera mencengkeram bagian dadanya yang terasa nyeri. Beberapa anggota klan yang berada tidak jauh dari sana hanya melirik sekilas, lalu kembali menyingkir tanpa seorang pun berani mendekat.

"Berhenti mencari alasan!" bentak Su Jao. "Kau sudah mengatakan akan pergi, maka jangan menunda lagi. Bangkitlah... dan bergerak!"

Su Yu menggertakkan giginya sambil menopang tubuh dengan kedua tangannya. "Saya akan berangkat..."

"Kalau kau masih berani membantah..." Pemuda di samping Su Jao menyeringai. "Kami akan memanggil tuan muda Su Han, dan kau sendiri tahu apa yang akan terjadi setelah itu."

Su Yu terdiam. Beberapa saat kemudian, ia berdiri dengan susah payah. Kakinya sempat bergetar, tetapi ia segera memaksanya melangkah. "Tidak perlu memanggil tuan muda... saya akan pergi sekarang."

"Bagus," jawab Su Jao sambil mendengus. "Kalau begitu, jangan kembali sebelum membawa Tanduk Rusa Malam."

Su Yu tidak lagi menjawab. Ia membalikkan tubuh dan mulai berjalan menuju gerbang kediaman Klan Su.

Setiap langkah membuat dadanya terasa sakit. Namun, rasa sakit itu bukan sesuatu yang baru baginya. Sejak lama ia telah terbiasa menahan luka yang diberikan oleh anggota klannya sendiri. Tetapi ada satu hal yang tetap sulit diterimanya, yaitu adiknya sendiri yang berkali-kali memukulinya.

Su Yu menundukkan kepala ketika berjalan melewati halaman.

"Kenapa harus seperti ini..." bisiknya pelan.

Tidak seorang pun menjawab.

Sejak kedua orang tua mereka meninggal akibat penyakit ketika mereka masih kecil, Su Yu dan Su Han hanya memiliki satu sama lain sebagai saudara kandung. Namun, Su Han tidak pernah menganggap hubungan itu sebagai sesuatu yang harus dijaga. Bagi Su Yu, kenyataan tersebut lebih menyakitkan daripada luka di tubuhnya.

Ia pernah berharap suatu hari adiknya akan memanggilnya kakak dengan suara manja yang sama seperti ketika mereka masih kecil.

Harapan itu telah lama hilang.

Kemudian, Su Yu mencapai gerbang utama Klan Su. Ia baru hendak melewati ambang gerbang ketika sebuah suara terdengar dari arah luar.

"Berhenti."

Langkah Su Yu langsung terhenti, lalu menoleh perlahan.

Di luar gerbang berdiri seorang pemuda berusia enam belas tahun dengan pakaian rapi khas Klan Su. Wajahnya masih muda, tetapi sikapnya telah menunjukkan ketenangan seorang kultivator yang jauh lebih dihormati daripada Su Yu. Dialah Su Han.

Di samping Su Han berdiri seorang gadis cantik bernama Qing Shi. Tatapan gadis itu segera jatuh pada wajah Su Yu yang penuh luka, lalu berpindah kepada Su Han.

Su Yu menelan ludah dan menundukkan kepalanya. "Adik... apakah ada sesuatu yang hendak kau sampaikan?"

Tangan Su Han bergerak cepat.

Plak!

Tamparan keras itu membuat tubuh Su Yu terlempar ke samping. Ia jatuh di tanah dan kembali merasakan rasa sakit menyebar dari pipi hingga rahangnya. Beberapa anggota klan yang melihat kejadian tersebut segera terkekeh puas.

Su Yu menyentuh pipinya, lalu perlahan mengangkat pandangan.

"Sudah berapa kali harus kukatakan..." Su Han berbicara dengan suara rendah. "Jangan panggil aku dengan sebutan itu lagi. Aku tidak sudi memiliki kakak seperti dirimu."

Su Yu membuka mulut, tetapi tidak mampu mengeluarkan suara.

Su Han melangkah satu langkah ke depan. "Sejak kecil, hidup kita sudah berubah setelah ayah dan ibu meninggal. Dan menurutku... semua kesialan itu bermula karena keberadaanmu. Jadi, jangan lagi menyebut dan menganggap dirimu sebagai kakakku."

Qing Shi mengerutkan alis. Kemudian, ia memegang lengan Su Han dengan lembut. "Kakak Han... cukup sampai di sini. Kakak Yu sudah terluka, jadi jangan menyakitinya lagi."

Su Han menoleh.

Qing Shi menatapnya beberapa saat, lalu melanjutkan dengan suara lebih pelan, "Bagaimanapun juga... dia tetap kakakmu. Kalau engkau terus memukulnya seperti ini, luka di tubuhnya akan semakin parah."

"Berhenti."

Su Han mengangkat tangannya, membuat Qing Shi tidak melanjutkan perkataannya.

"Qing Shi, kau tidak perlu membelanya lagi..." katanya. "Pertunanganmu dengannya sudah berakhir, sedangkan sekarang kau adalah tunanganku. Karena itu, jangan lagi berdiri di pihak orang yang tidak memiliki tempat dalam hidupmu."

Qing Shi terdiam. Beberapa saat kemudian, ia menurunkan tangannya dan menghela napas.

"Saya mengerti..."

Su Yu mendengar semuanya, tetapi tidak membantah. ia hanya berlutut melihat semua itu.

Kemudian, Su Han mendekatinya.

Su Yu mundur setengah langkah, namun sebelum kakinya bergerak lebih jauh, Su Han menginjak bahunya dengan cepat.

Bugh!

Tekanan itu membuat tubuh Su Yu kembali turun hingga lututnya terasa sakit.

"Jadi..." Su Han menatapnya dari atas, "kau hendak pergi ke mana dengan keadaan seperti ini?"

Su Yu menundukkan kepalanya semakin rendah. Air mata yang sejak tadi ditahannya akhirnya jatuh melewati pipinya.

"Saya hendak menjalankan perintah tuan muda..." jawabnya dengan suara bergetar. "Saya akan menuju Hutan Kelabu untuk mencari Tanduk Rusa Malam."

"Hutan Kelabu?" tanyanya Su Han. "Kalau begitu, kau sudah mengetahui apa yang harus dilakukan."

"Saya mengetahuinya..."

"Bagus." Su Han menatap lurus ke arah pemuda yang masih berlutut di bawah kakinya. "Kalau kau memang masih menganggap dirimu bagian dari Klan Su, bawalah tanduk itu kembali. Jangan pulang dengan tangan kosong, karena aku tidak membutuhkan alasan kegagalan."

"Baik..." Jawab Su Yu. "Saya akan membawa Tanduk Rusa Malam kembali."

"Bagus." Su Han mengangguk kecil. "Kalau begitu, pergilah sekarang."

Setelah mengatakan itu, Su Han mengangkat kakinya dari bahu Su Yu.

Su Yu tidak menunggu lebih lama. ia segera berdiri dengan tubuh yang masih terasa sakit dan berjalan melewati gerbang Klan Su.

Qing Shi memandang punggungnya yang semakin jauh. Ia sempat membuka mulut, tetapi tidak berkata apa-apa..

"Jangan pikirkan dia lagi..." ujar Su Han. "Urusan kita masih banyak, dan kau tidak perlu menghabiskan perhatianmu untuk seseorang sepertinya."

Qing Shi menundukkan pandangan. "Saya mengerti..."

Sementara itu, Su Yu terus berjalan. Langkahnya lambat pada awalnya, tetapi kemudian menjadi lebih cepat setelah ia meninggalkan wilayah kediaman Klan Su. Tangannya masih menekan dada yang terasa sakit, sementara darah di wajahnya mulai mengering.

Di belakangnya, gerbang Klan Su perlahan semakin jauh.

Su Yu mengusap air mata yang tersisa dari wajahnya, lalu menggenggam tangannya erat.

"Hutan Kelabu..." gumamnya. "Aku harus kembali membawa tanduk itu, karena itu adalah perintah tuan muda."

Kemudian, ia terus melangkah menuju jalan yang membawa dirinya keluar dari Kota Yunwu.

...*****...

Tingkat kultivasi novel ini.

Benua Ming ini tingkat kultivasinya.

Pendekar Besi

Pendekar Perak

Pendekar Emas

Pendekar Jiwa

Pendekar Raja

Sub Tahap: Awal, Menengah, Akhir, Puncak.

---

Benua Langit, ini tingkat kultivasinya.

Pendekar Bumi

Pendekar Langit

Pendekar Suci

Pendekar Hampa

Pendekar Abadi

Sub tahap: Awal, Menengah, Akhir, Puncak.

1
iwakali
berenang dalam tanah
septian arista
👍👍👍👍👍
septian arista
malu nggak tuh😀😀😀
AAAAAA: Hehe/Chuckle//Chuckle/
total 1 replies
septian arista
👍👍👍
septian arista
untuk mengelabuhi musuhnya Kenapa nggak lompat ke sungai terlebih dahulu baru masuk ke dalam tanah
AAAAAA: Sungai dibelakang musuh. Nanti lari ke musuh dong.
total 1 replies
septian arista
semoga novel ini benar-benar tamat sampai episode terakhir enggak kaya novel-novel yang sebelumnya
AAAAAA: Ya semoga aja/Grievance/
total 1 replies
septian arista
semakin bagus ceritanya
AAAAAA: Terimakasih/Determined/
total 1 replies
Aisyah Suyuti
good
septian arista
benar-benar menarik
Fajar Fathur rizky
bikin jika su yu sudah kuat bantai klan su sampai ke akar akarnya thor bantai tetua keempat yang menendang suyu itu dengan cara paling kejam pajang tubuhnya yang tidak bernyawa itu
Fajar Fathur rizky: thor bikin su yu tubuhnya yang baru tubuh lamanya hancur jiwanya masuk ke dalam tubuh baru yang menyimpan rahasia seperti novel sebelumnya thor tolong di jawab
total 2 replies
septian arista
apa novel yang satunya lagi nggak dilanjutin
AAAAAA: Enggak. Nanti mau di pindahkan ke tempat lain.
total 1 replies
septian arista
mau seperti apapun dia harus ingat istrinya yang sudah berjanji menunggu dia di benua Tengah
AAAAAA: Santay aja, aman/Smile/
total 1 replies
Agus Rose
Hmmm selalu ada aj perempuan muda yang belom apa2 sudah mengarah ke su yu ,semoga tidak ada kata "merah merona,menggigit bibir" karena kalo ada itu tanda2 😍❤️
AAAAAA: Enggak lah/Facepalm/
total 1 replies
septian arista
ini para pembaca yang lain ke mana ya
biasanya novel karyamu selalu mendapatkan atensi yang banyak🤔🤔🤔
septian arista
Ayo Terus lanjut👍👍👍
Fajar Fathur rizky
thor bikin su yu mendapatkan teknik untuk membuat klon thor bikin nanti yang ketemu istri peri cangle ketemu tubuh klone su yu
septian arista
semakin seru dan menarik Sayang kalau novel ini nggak sampai tamat
AAAAAA: Kita lihat nanti/Sweat//Cry/
total 1 replies
septian arista
ini berarti burung biru itu akan menjadi mentor bagi dia
AAAAAA: Aman itu. Nanti dapat teknik dia/Determined/
total 3 replies
septian arista
Kenapa istrinya tidak memberikan teknik beladiri kepada suaminya walaupun sedikit saja sebagai bekal
AAAAAA: Si Peri Cangle dari keluarga kelas SSS. Jadi dia gak punya teknik dasar yang normalnya manusia dana di benua Ming. Kalau author buat Cangle kasih teknik, cerita jadi gak menarik akibat Su Yu terlalu mudah nantinya. Jadi ini keputusan author aja sih. Nanti juga si Xiaotian sedikit banyaknya yang bimbing. Jadi santuy/Determined//Determined/
total 1 replies
septian arista
semoga dua novel yang baru ini nggak berhenti di tengah jalan atau dihapus lagi🥺🥺🥺
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!