Indonesia
NovelToon NovelToon
Takdir Cinta Di Tanah Anarki

Takdir Cinta Di Tanah Anarki

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Cinta Seiring Waktu / Menikahi tentara
Popularitas:52k
Nilai: 5
Nama Author: Fernanda Syafira

Silvana, seorang dokter dengan karir yang sangat bagus, terpaksa di kirim ke Wilayah Konflik karena menolak cinta dari putra salah satu Petinggi di Rumah Sakit tempatnya bekerja.
Tentu saja Silvana menolak, karena Pria itu tak hanya meminta cintanya, namun juga hampir melecehkannya.
Karena tak ingin berada di lingkungan toxic, ia pun sama sekali tak keberatan ketika di kirim ke Wilayah Konflik yang ada di Negaranya.
Disana, ia bekerja di sebuah Klinik Militer. Selain menangani Prajurit yang terluka, ia juga secara rutin datang ke desa-desa sekitar Markas Militer untuk melakukan pemeriksaan pada warga desa.
Siapa sangka, jika di tempat 'pengasingan' itulah ia justru bertemu dengan pria yang berhasil meluluhkan hatinya.
Bagaimana kisah cinta Silvana?
Apakah perjalanan cintanya berjalan dengan mulus?
Siapakah sosok pria yang berhasil meluluhkan hatinya?
Simak kisah dan keseruannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fernanda Syafira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

1. Pelecehan

"Sil, kamu di panggil sama Dokter Wira, di ruangannya." Ujar salah satu temannya ketika melihat Silvana di Stase tempatnya bekerja.

"Kayaknya Dokter Wira naksir sama kamu tuh, Sil." Goda rekan yang lain.

"Lagian, siapa yang ga mau sama Dokter Wira, sih? Dia kan ganteng banget, apa lagi, kabarnya dia yang bakal meneruskan jabatan Ayahnya."

"Beruntung deh, jadi Sisil, karena di taksir sama Dokter Wira."

"Tapi, katanya dia Playboy loh! Red Flag garis keras."

"Biarin aja Playboy, yang penting duitnya gak berseri."

Celotehan Rekan-rekan Sisil kali itu, hanya di jawab senyuman dan gelengan oleh Sisil. Ia rasanya sama sekali tak tertarik dengan Dokter Wira. Selain terkenal dengan Red Flag, Dokter itu juga terkenal arogan dan semena-mena dengan para pegawai yang bekerja di Rumah Sakit milik keluarganya ini.

"Sil! Buruan ke ruangannya, nanti kalo dia ngamuk, kita semua bisa kena getahnya juga." Ujar Rekan Silvana yang menghentikan pekerjaan Silvana yang sedang memasukkan data rekam medis Pasiennya.

"Iya deh, iya." Jawab Silvana yang kemudian berajak dari tempatnya.

Silvana merapikan kerudungnya yang berantakan sambil berjalan menuju ke ruangan Dokter Wira yang berada di lantai lain. Silvana memang selalu terlihat cantik meskipun penampilannya sedang berantakan.

Tak hanya cantik, Silvana juga terkenal cerdas dan berkompeten. Tak ayal, dia menjadi salah satu Dokter favorit di Rumah Sakit tempatnya bekerja itu.

Tok... Tok...

Silvana mengetuk pintu ruangan Dokter Wira sebelum masuk ke dalam ruangan Dokter itu.

"Sisil..." Sapa Dokter Wira saat melihat Sisil masuk ke ruangannya.

"Kenapa lama sekali?" Tanya Dokter Wira.

"Masih ada pekerjaan yang harus saya selesaikan terlebih dulu, Dok." Jawab Silvana dengan sesopan mungkin, meskipun ia merasa jengah saat menatap Dokter Wira yang selama ini sering membuatnya merasa terganggu.

"Ada apa Dokter memanggil saya? Apa ada yang bisa saya bantu?" Tanya Silvana yang enggan bertele-tele.

"Nanti malam, temani saya datang ke acara ulang tahun salah satu Investor Rumah Sakit." Kata Wira.

"Dokter gak salah? Kenapa harus saya? Kan gak enak sama Dokter Agung -Ayah Wira-." Ujar Silvana.

"Tenang aja, lagi pula, saya sengaja mengajak kamu datang karena kamu adalah Dokter dengan dedikasi tinggi disini." Jawab Wira.

"Ayah yang meminta saya membawa salah satu Dokter berdedikasi ke acara ulang tahun investor itu." Imbuhnya.

"Saya jemput di Apartemen mu pukul tujuh malam nanti." Kata Wira kemudian.

"Tapi, Dok-"

"Gak ada tapi, ini adalah perintah, Dokter Silvana." Ujar Wira sambil tersenyum ke arah Silvana.

Silvana hanya bisa menghela nafas. Meskipun enggan, mau tidak mau ia harus mengikuti perintah dari atasannya itu.

Waktu menunjukkan hampir pukul tujuh malam ketika Silvana kembali mematut diri di depan cermin. Ia memilih mengenakan blouse berwarna marun yang di padukan dengan rok cutting A line panjang berwarna cream.

Riasan yang di gunakan Silvana pun hanya riasan tipis. Ia mengenakan Pashmina polos berwarna cream dan bros untuk mempermanis penampilannya.

Dering ponsel mengalihkan perhatiannya dari cermin besar. Silvana segera meraih ponselnya dan mengangkat panggilan dari Dokter Wira. Ia buru-buru turun ke lobi karena Dokter Wira sudah menunggu di lobi Apartemennya.

Dokter Wira sampai tak mengedipkan mata ketika melihat Silvana yang tampak cantik malam itu. Sungguh sangat berbeda dengan Silvana yang biasa ia lihat di Rumah Sakit yang biasanya berpenampilan sedikit berantakan karena pekerjaannya.

"Dokter?" Silvana melambaikan tangan di depan wajah Dokter Wira.

"E-eh iya. Ayo kita berangkat." Ajak Dokter Wira saat tersadar dari lamunannya.

Dokter Wira membukakan pintu mobil untuk Silvana dan mempersilahkan gadis cantik itu masuk ke dalam mobil. Setelah menutup pintu mobil tempat Silvana duduk, barulah Dokter Wira masuk ke bagian kemudi.

Sepanjang perjalanan, mereka mengobrol dengan santai, namun, Silvana tampak tak nyaman dengan Dokter Wira yang berkali-kali menatapnya dengan tatapan 'buas'.

Setelah sampai di lokasi acara yang di selenggarakan di sebuah Ballroom hotel mewah itu, Silvana buru - buru keluar dari mobil milik Dokter Wira. Mereka berjalan bersisian menuju ke Ballroom Hotel yang mewah itu.

Acara malam itu berlangsung dengan lancar. Silvana juga tampak menikmati acara megah itu. Semua tamu dimanjakan dengan banyaknya makanan dan minuman. Mereka juga di suguhkan hiburan dari seorang penyanyi yang terkenal.

"Sil, ikut saya sebentar, ya." Ajak Dokter Wira.

"Kemana, Dok?" Tanya Silvana.

"Ada barang milik Ayah saya yang tertinggal." Jawab Dokter Wira. Silvana hanya mengangguk, ia kemudian mengikuti langkah Dokter Wira menuju ke salah satu kamar hotel.

Meskipun merasa sedikit curiga, namun Silvana tetap mengikuti langkah Dokter Wira karena mengira jika Dokter Agung memang beristirahat di sana sebelum acara.

"Saya tunggu disini aja, Dok." Ujar Silvana yang enggan masuk ke dalam kamar hotel.

Namun, tiba-tiba Dokter Wira menarik tangannya dan membuat Silvana ikut masuk ke dalam kamar hotel itu.

Dokter Wira langsung mengunci pintu kamar hotel setelah berhasil membawa Silvana masuk. Ia menatap tajam ke arah Silvana yang berusaha terus menghindarinya.

"Dokter! Apa yang dokter lakukan." Ujar Silvana yang terus menjauh dari Dokter Wira.

"Apa lagi kalau bukan bersenang-senang denganmu." Jawab Dokter Wira.

"Ayolah, Sil, jangan sok jual mahal. Kamu akan terus memohon nantinya jika sudah merasakan nikmatnya sentuhanku." Ujar Dokter Wira sembari melepas kancing kemejanya satu persatu.

"Jangan gila Dokter Wira! Aku gak akan pernah sudi di jamah tangan kotormu!" Ujar Sisil yang nampak mulai panik karena Wira terus mendekatinya

"Ch! Wanita jalang sepertimu, biasanya cuma sok jual mahal aja. Setelahnya, pasti kamu akan terus memohon padaku." Ujar Dokter Wira dengan percaya diri.

"Jangan berani mendekat, Wira!" Ujar Silvana yang tak mau lagi bersikap sopan pada atasannya itu.

Wira hanya tersenyum smirk. Berkali-kali mendapat penolakan dari Silvana, membuatnya mulai terobsesi pada gadis cantik di depannya ini.

Wira kembali menarik tubuh Silvana yang lebih kecil dari tubuhnya dan membawa gadis itu ke atas ranjang.

Silvana terus memberontak. Ia berusaha melepaskan diri dari cengkraman Wira yang sedang gelap mata dan terus menahannya di atas ranjang.

Buughh!

"Aakhh! Kurang ajar kamu, Sisil!" Umpat Wira dengan suara kesakitan.

Silvana berhasil menendang alat vital Wira dengan menggunakan lututnya. Dokter Wira pun langsung menjauh sambil menahan nyeri di bagian kemaluannya.

Silvana menggunakan kesempatan itu untuk kabur dan keluar dari kamar hotel. Dengan wajah panik dan ketakutan, Silvana berlari setelah berhasil keluar dari kamar.

Ia berlari tanpa menggunakan alas kaki yang tertinggal di dalam kamar. Penampilannya pun acak-acakan karena perlawanan yang ia lakukan.

Dengan tangan gemetar, Silvana menghentikan Taksi yang melintas di depan Hotel. Ia langsung masuk ke dalam Taksi itu dan langsung kembali ke Apartemennya.

1
Murti Puji Lestari
ya ampun tegang banget pas bacanya, tapi seru..
duh penasaran bin penisirin ini
Murti Puji Lestari
semoga itu komandan kaivan bersama anggotanya
rizky tria
bu Dokter ga nurut sama Komandan jd kan 🙄😞
Zuny Achmad
lanjut kak 💪💪💪
Dewi kunti
masih up LG kan ya,kan udah gak mendua
ika
karya othor emang jos jis
ika
ngeri juga ya...
Ebhot Dinni
bagus ceritanya
Nice1808
wah dokter sisil di sandera, jgn takut dokter komandan pasti menyelamatkanmu
Chandhitha Priyanika
jd ikutan tegang neh , mudah²an yg dateng komandan ya
This Is Me
Pintet banget potomg ceritanya disini, jadi bikin makin penasaran
pendekar angin barat
seru....semoga pak komandan yg dtg ya
lia juliati
bukannya seorang dokter untk turun k medan konflik hrs ada pelatihan dasar dlu ya.... baik fisik atau perlindungan diri....
Faqisa Sakila
Waduh.. Dosil dlm bhaya,,
Ayo komandan cpet datang...
jgn smpae ad prtumpahan darah y thor 😡😡😡
Tosari Agung
thor komandan kaivan punya sisi lain gak thor
Munas Tuti
bakalan seru ni mbak Fre 👍👍
Rahmawati
komandan gentle bgt, sudah minta ijin dulu sama ayah dosil
¢ᖱ'D⃤ ̐𝙽❗𝙽 𝙶 ᴸᵁᴾᴵ
hadir kak.....
semangat untuk terus berkarya kak, selalu keren untuk ceritamu, semoga selalu diberi kesehatan agar selalu bisa berkarya 🫰
Murti Puji Lestari
pak komandan satu ini garcep juga, langsung nembung ke ayah doksil, romantisnya emang beda mereka tuh
ika
mamas aka ma Nty cim udah tamat aja, nungguin dokter Sisil ma komandan aja dl, sambil ngebut ryuga
semangat Thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!