Indonesia
NovelToon NovelToon
Mengungkap Misteri Kematian Sang Putri.

Mengungkap Misteri Kematian Sang Putri.

Status: sedang berlangsung
Genre:Misteri / Balas Dendam / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:501
Nilai: 5
Nama Author: Virgo kelabu

Orang tua Yang rela melakukan apapun untuk mengungkap semua misteri Kematian tragis sang putri yang pernah mereka abaikan selama ini.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Virgo kelabu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 1

Rapat sudah berjalan hampir 40 menit. Setelah laporan-laporan dipaparkan kini giliran Nismara memberi tanggapan. Dan perempuan itu baru saja akan bicara ketika pintu ruang rapat diketuk. Tanpa menunggu jeda pintu kaca itu pun langsung terbuka, muncul sosok perempuan mungil diambang pintu. Nismara mengenali dia sebagai salah satu karyawannya tapi tidak ingat siapa namanya.

"Ini rapat penting! Tidak boleh ada yang mengganggu! Tidak seharusnya kamu main selonang slonong begini!" Nismara perseru kesal. "Cepat pergi dan tutup pintu!"

"Tapi.....a- ada po- polisi di luar ingin ketemu ibu....."

"Keluar!" Nismara kini berteriak marah.

Telunjuk nya menuding tinggi. Dia sama sekali tidak ingin mendengar alasan.

Perempuan mungil itu memucat. Dia mundur beberapa langkah, tapi tubuhnya didorong lagi ke depan karena tiba-tiba ada dua orang berbadan kekar yang tadi mengaku polisi ikut mendesak masuk.

"Kami perlu bicara dengan ibu Nismara!" Salah satu dari mereka yang berseragam bicara. Matanya menyapu seisi ruangan dengan cepat.

"Mir, cepat panggillah Om Ben!" Nismara menoleh pada Miranti, sekretarisnya sekaligus asisten kepercayaan nya. Geraham Nismara terpaut kaku, tanda bahwa dia benar-benar kesal karena rapat pentingnya telah di instrupsi seenaknya.

"Bapak-bapak, mohon bersedia menunggu di ruang tamu, nanti pengacara kami akan mengurusnya. Mohon maaf, kami sedang rapat." Nismara kini bersuara lantang kepada dua orang yang berseragam. Tidak peduli siapa sebenarnya dua orang dihadapannya. Polisi, mafia atau pejabat sekalipun, tapi di sini dialah yang mempunyai kuasa dan berhak memutuskan segala sesuatunya.

"Ibu Nismara?" Si laki-laki ber seragam memandang Nismara, lalu mengangguk penuh hormat. "Mohon maaf jik......"

"Semua bubar dulu, rapatnya bubar!" Mendadak Gerald muncul, memotong ucapan pria berseragam. Napas Gerald tampak terengah-engah, wajahnya yang putih sudah memerah rata. "Bubaaaarrrr!!!!"

Orang - orang yang ada dalam ruangan itu spontan memandang ke arah Nismara, si empunya perusahaan yang sedang memimpin rapat. Jelas mereka hanya mau diperintah oleh Bos mereka. Pria yang barusan berteriak hanya mantan suami dari Nismara, yang tidak ada sangkut pautnya dengan kepemimpinan di sini.

Gerald mendekati Nismara dan berbisik. "Ini tentang Sherin."

Nismara mendengus. "Apa lagi kenakalan yang dia lakukan? Apakah....."

Gerald tiba-tiba mendekap tubuh Nismara. Tentu saja perempuan 32 tahun itu memberontak, namun Gerald mendekap nya dengan erat. Laki-laki itu terdengar terisak.

Miranti berdiri. Sebagai orang yang dekat dengan Nismara, dia dapat membaca jika memang ada kabar yang mendesak dan harus disampaikan segera. Tidak mungkin Gerald berani menangis di depan publik kalau bukan karena sesuatu yang benar-benar gawat.

"Rekan-rekan, rapatnya kita tunda. Ayo kita keluar dulu." Miranti berseru.

Orang yang mengaku polisi itu mengangguk dengan ekspresi wajah yang datar kepada Miranti, sebagai ucapan terima kasih. Miranti ikut keluar bersama yang lain. Dan dia menjadi orang terakhir yang meninggalkan ruang rapat itu. Sebelum menutup pintu, dia sempatkan untuk membalas anggukan si polisi.

"Ini ada apa?" Nismara menolak tubuh Gerald. Kali ini Gerald melemah, membiarkan tubuhnya terdorong beberapa langkah dari Nismara.

"Duduklah Ibu, Bapak juga duduk!" salah satu pria berseragam itu berbicara dengan nada sopan.

"Benar ini tentang anak saya? Bikin onar apalagi dia?" Nismara masih berdiri dan bersidekap. Sedang Gerald sudah duduk dan mulai menangis lagi.

"Duduklah, Bu. Perkenalkan saya Martin dan ini rekan saya Fadli....."

Nismara menarik kursi beroda di dekatnya dan duduk dengan kasar. "Cepatlah ke pokoknya saja, Saya sungguh sedang banyak sekali pekerjaan. Semua kerugian akan saya bayar, saya bertanggung jawab sepenuhnya atas anak saya!"

Nismara sebal sekali dengan kelakuan Gerald. Laki-laki yang pernah menjadi suaminya itu terlihat menangis sesenggukan.

"Ibu, kami membawa berita duka...." ucap Martin, dia sengaja menjeda untuk mengambil nafas. "Putri Ibu dan Bapak yang bernama Sherin telah meninggal dunia."

Nismara melotot kaget, tangis Gerald bertambah kencang sambil menutup mukanya sendiri.

"Tidak, itu tidak mungkin." Suara Nismara berubah parau, matanya yang sudah dipenuhi kabut menoleh kepada mantan suaminya.

"Kamu udah tahu tentang ini, Ge?"

Gerald yang memang sudah diberitahu terlebih dulu hanya mampu mengangguk-angguk.

Nismara melempar badannya ke sandaran kursi secara reflek. Wajah cantiknya memandang langit-langit tapi pikirannya kosong. Sherin memang sering berbuat onar, tapi kepergiannya yang tiba-tiba begini membuat dadanya sakit. Mendadak jantung Nismara seperti berhenti bekerja, nafasnya tersenggal dan air mata sudah jatuh begitu saja dari kedua netra Nismara.

Martin berdehem dan memandang kepada Gerard dan Nismara bergantian. Lalu mengambil nafas panjang sebelum bicara lagi. "Ada satu kabar lagi yang harus saya sampaikan."

Mendengar kalimat itu, Gerald mengangkat satu tangannya, memberi tanda kepada Martin. Dan polisi muda itu mengerti jika Gerald yang ingin menyampaikan sendiri kepada ibu kandung Sherin.

Beberapa menit yang lalu, pihak kepolisian memang telah menyampaikan kabar ini kepada Gerard, selaku ayah kandung Sherin terlebih dahulu. Sedia nya tadi memang Gerald dan dua polisi itu datang bersama-sama ke kantor Nismara setelah puluhan panggilan telepon di abaikan Nismara.

Gerald dengan sekuat tenaga berdiri dan menghampiri Nismara. Kemudian laki-laki itu berjongkok di depan Nismara lalu meraih tangan Nismara.

"Nis, lihat aku." Ujar Gerald lembut.

Kepala Nismara yang sedang kosong, otomatis menurut pada ucapan Gerald barusan. Perempatan itu memandang ke dalam mata mantan suaminya. Dan dia menemukan Gerald sedang susah payah berusaha tersenyum.

"Aku janji kita akan menghadapi ini bersama-sama, demi Sherin in kita." Gerald kembali berkata, nadanya semakin lirih. Sebelah tangannya menghalau air mata yang terus membanjir di wajahnya, sedang sebelahnya lagi masih menggenggam tangan Nismara. "Aku akan ada di sampingmu, Okey?"

Nismara mengangguk.

Gerald kembali tersenyum meski sangat berat. Dengan bibir bergetar dan pandangan nanar, Gerald meneruskan ucapannya. "Nis, Sherin kita..... Sherin kita.... telah melompat dari gedung lantai 12....."

Nismara tersentak seketika, perempuan cantik itu segera mengguncang bahu Gerald. "Gege! Jangan bercanda! Tidak lucu!"

Entah mengapa Nismara refleks menampar mantan suaminya itu. Gerald menangis kencang, bukan karena sakit akibat tamparan itu, sebab dia lebih sakit ketika harus mengabarkan berita itu kepada Nismara.

"Ibu Nismara, kami mohon maaf......"

"Bohong! Kalian bohong!" Nismara mulai kalau dalam tangisnya. "Ge, demi Tuhan katakanlah kalau ini tidak benar!"

Gerald hanya bisa mengganggu angguk, sementara tangannya spontan terentang meminta pelukan. Bukannya memeluk Bisma malah ambruk, meluruh cepat ke bawah. Pingsan.

Martin dan Fadli mendekat. Menolong Gerald yang tak siap tertimpa tubuh Nismara.

"Kita bawa ke ruangan kerja saja, Pak. Di sana ada sofa." Kata Gerald lirih seraya bangkit. Sekuat tenaga dia membopong tubuh lemas Nismara. Bobot badan Nismara memang tidak seberapa berat bagi Gerald, tapi untuk kondisi sekarang hati Gerald Tengah porak poranda, mau tak mau berpengaruh juga kepada fisik laki-laki itu.

Fadil membuka pintu, lalu segera menahan nya agar Gerald leluasa keluar.

1
Maria
penuh dengan teka teki tp seru. Ada pelajaran yg BS kita ambil dr cerita ini. penyesalan pasti akan datang di belakang, kalau di depan itu namanya pendaftaran.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!