Indonesia
NovelToon NovelToon
Istri Ketiga

Istri Ketiga

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu
Popularitas:1.5k
Nilai: 5
Nama Author: Anindia Andin

perjuangan cinta aji sang pengusaha sukses begitu rumit dan panjang, mencintai dalam diam yang dia pendam selama bertahun-tahun tak membuat dia patah semangat mendapatkan sak kekasih. suci adalah wanita yang dia cintai dalam diam selama ini. akankah aji mendapatkan cintanya suci? di baca sampai akhir ya. terimakasih

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anindia Andin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

hari yang sangat melelahkan

"juragan apa mau langsung saya siapkan air untuk mandi?" ucap bik atik dari arah belakang tubuh aji yang nampak kelelahan setelah pulang bekerja

"10 menit lagi bik, aku mau rebahan sebentar" ucap aji sambil merebahkan kepalanya di atas bantalan sofa yang kelihatan sangat mahal itu

Tanpa banyak bicara bik atik meninggalkan aji seorang diri di ruang tengah rumah mewah milik aji

"bik... bikkkkk... " bisik yanto lirih memanggil bik atik

"sttttt.... jangan berisik to... nanti tuan bangun. ada apa?" ucap bik atik sambil mengisyaratkan yanto untuk tidak gaduh

"nanti bapak mau keluar lagi apa ndak ya bik?"

"mana aku tau to... tadi kamu ndak nanya ke bapak, mau keluar apa ndak?"

"tadi mau nanya tp bapak ketiduran selama perjalanan bik"

"memangnya kenapa? kamu mau kemana to?"

"mau ngantar istri Periksa kehamilannya bik"

"USG?"

"iya" ucap yanto sambil mengangguk

"pak yanto... kalau mau ngantar istri silahkan pak"

Bik atik dan pak yanto terkejut mendengar suara aji di arah belakang mereka

"maaf Pak, yanto berisik" ucap bik atik

"ndak papa bik, sudah di siapkan air buat saya bik?"

"ini mau di siapkan tuan" ucap bik atik sambil pergi ke kamar mewah milik aji

"pak yanto nanti kalau mau ke RS pakai mobil saja ya, kasian istrinya kalau di bonceng motor"

"baik pak.. eh maaf tuan..."

"kamu ya, pangil saya mas aja ya, kayak bik atik aja, kadang pak, kadang tuan"

aji pergi meninggalkan yanto yang diam mematung di ruang tengah itu.

Yanto meletakkan jas miliknya di atas tempat tidur ukuran jumbo miliknya

"bik... tolong nanti siapkan baju buat besok 2 stel ya" ucap aji memerintahkan bik atik yang masih sibuk di dalam kamar mandi

"baik tuan, sepatunya sekalian tuan?" bik atik keluar dr kamar mandi

"sepatunya ndak usah bik, sandal aja"

"baik tuan, airnya sdh siap tuan" bik atik hendak pergi meninggalkan kamar milik aji

"bik"

Bik atik langsung menghentikan langkahnya yang mau menuju 2 langkah

"iya tua"

"mulai hari ini bisa pangil saya mas saja bik, bik atik sama pak yanto sama aja, kadang tua, kadang pak"

"baik pak.... ehh baik mas aji"

"nah gitu kan lebih enak, kan tua bik atik dan pak yanto dr pada saya"

"baik mas aji" ucap bik atik terbata - bata krn belum terbiasa dengan pangilan itu.

********

setelah aji menyelesaikan ritual mandi, aji menuju ruang makan menyantap hidangan di atas meja dengan pelan dan pasti

"bik... apa masih blm ada yang melamar jadi pembantu?"

"kemarin saya coba menghubungi salah satu agency penyalur mas, katanya akan di hubungi kalau ada yang sudah siap"

aji mendengarkan sambil menyuap makanan yang ada di depannya

Bik atik meninggalkan aji seorang diri.

Tak lama kemudian aji hendak keluar rumah, telpon rumahnya berdering

"selamat malam"

"selama malam bapak, kami dari agency cemerlang, menyampaikan bahwa kami sudah siap untuk menyalurkan salah satu karyawan kami untuk bekerja di rumah bapak" crecos perempuan dr sebrang telp

"baik, besok langsung suruh datang saja ke rumah saya bu"

Aji menyudahi percakapan itu, dan bergegas pergi mencari udara segar setelah seharian lelah dengan pekerjaannya.

Disepanjang perjalanan, aji melihat suasana kota yang terkenal dingin itu dengan santai, di amati dari balik kaca mobilnya, ada sepasang muda mudi berseragam SMA sedang asik menikmati makanannya di kafe tepi jalan, aji melirik jam tangannya

"apa ini masih sore?" waktu menunjukkan pukul 7 malam

"anak sekarang, jam segini masih keluyuran pake seragam" ucap aji sambil gelem2 kepala.

Ponsel milik aji berdering tanda pangilan masuk

"mas, bisa ke rumah sekarang? ajeng sakit"

"sakit apa mel?"

"panas sepulang dari sekolah tadi mas"

Tanpa pikir panjang aji melajukan mobilnya ke perumahan milik Mela, tak lama kemudian aji sampai di rumah Mela yang sederhana tapi sangat bersih

"sudah siap mel?"

"iya mas, tolong gendong kan ajeng ya mas" Mela keluar dari kamar sambil membawa tas kecil miliknya, raut wajahnya kelihatan panik

Aji mengangkat tangan tubuh gadis kecil itu, dan menempelkan pipinya di kening ajeng yang panas

"langsung ke RS aja mel, jangan ke dokter"

menuruti apa perintah aji

Sesampainya di RS, aji membawa ajeng masuk ke ruang UGD dan Mela mengurus di ruang pendaftaran. aji dengan lembut mengusap lembut pipi gadis cantik itu

"jeng... bangun sayang"

"ayah aji"

ajeng membuka matanya yang masih terasa panas krn suhu badannya. tak lama kemudian Mela menghampiri mereka

"maaf ya mas, merepotkan"

"kamu bicara apa sih mel, kalian sudah tanggung jawabku" ucap aji sambil memegang tangan Mela, yang nampak khawatir dengan keadaan anaknya

"ayah aji, kapan ayah tidur di rumah mama?" ucap ajeng

"cantik... anaknya ayah... kapan2 ya. besok ayah mau keluar kota, mungkin 2 harian. kamu mau dibelikan apa?"

"aku mau ayah tidur di rumah nemani ajeng. itu aja yah"

aji mengusap kepala gadis itu dengan lembut sambil melihat Mela yang juga berharap aji menginap di rumahnya. tanpa berkata - kata ketiganya diam tanpa kata.

Tak lama kemudian doker meriksa kondisi ajeng dan harus di rawat inap, karena suhu badannya sudah terlalu tinggi

"bapak, ibuk. suhu badan adiknya sangat tinggi, harus rawat inap ya. di segera di ambil darahnya mungkin ada bakteri di dalam tubuh adik ajeng" ucap dokter yusuf

aji menyetujui perintah dokter muda itu.

"mel, maaf ya, besok harus aku tinggal"

"iya mas"

aji mengisap punggung wanita cantik itu

"sudah aku tranfer buat perawatan selama ajeng di sini ya, mungkin malam ini aku bisa nemani kalian disini"

"mas pulang saja, besok katanya mau keluar kota"

"ndak papa, besok subuh aku pulang. kasian ajeng"

aji menatap tubuh gadis kecil itu yang terkapar lemas di atas bed rumah sakit

"kamu sudah makam mel"

"belum mas, mau makan ndak nafsu lihat ajeng seperti itu"

"aku belikan makanan ya, jangan sampai ajeng sembuh trus kamu sakit. kan ndak lucu"

"mas... makasih" ucap Mela sambil meraih tangan aji, Mela berharap tangannya akan mendapatkan pelukan dari aji. tapi tak di dapatkan keinginan itu.

aji pergi meninggal kamar Anggrek yang di diami ajeng

"ma... kenapa ayah ndak mau tidur di rumah ma? aku setiap hari di ejek temanku katanya aku ndak punya ayah" ucap ajeng sambil menangis

"sayang... ayah masih sibuk kerja. ajeng tadi kan dengar sendiri kalau besok ayah mau keluar kota"

"tapi ma... " rajuk ajeng

"ajeng punya ayah, bilang begitu ke teman2nya ya, krn masih sibuk jadi belum bisa jemput ajeng ke sekolah"

ajeng diam

1
Ujang Muhamad
iiiiiiiiii
Ujang Muhamad
asik
Anindia Andin: terimakasih sudah mampir di novelku
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!