Indonesia
NovelToon NovelToon
PUTRIKU DITUKAR, KINI AKU MENGGUNCANG DUNIA

PUTRIKU DITUKAR, KINI AKU MENGGUNCANG DUNIA

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Mengubah Takdir / Balas Dendam
Popularitas:8.8k
Nilai: 5
Nama Author: kiyoe

Nabila tidak pernah menyangka jika putri yang selama enam tahun ia besarkan dengan kemewahan ternyata adalah anak palsu. Darah dagingnya yang asli, Luna Wegan, diam-diam ditukar saat lahir oleh keluarga suaminya sendiri dan terpaksa hidup menderita sebagai pengemis jalanan. Takdir akhirnya mempertemukan Nabila dengan seorang gadis kecil penuh luka memar di depan mall, di mana sebuah tahi lalat di balik telinga membongkar pengkhianatan keji masa lalu. Bersama suaminya, sang CEO kejam Leon Wegan, Nabila kini siap menghancurkan siapa pun yang telah berani menyiksa putri kandung mereka.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kiyoe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 14

Suara mesin pendingin ruangan terdengar berdengung sangat pelan di dalam ruang VVIP Rumah Sakit Internasional Wegan.

Cahaya lampu tidur berwarna kuning keemasan menerangi ruangan luas yang didesain mirip kamar hotel bintang lima itu.

Di atas ranjang pasien berukuran besar, gadis kecil bertubuh kurus itu perlahan membuka kedua matanya.

Luna mengerjap beberapa kali mencoba menyesuaikan pandangannya dengan cahaya di ruangan asing tersebut.

Gadis kecil itu mengusap matanya lalu menyentuh selimut tebal dan sangat lembut yang menutupi tubuhnya.

"Apakah Luna sudah mati dan masuk surga karena kedinginan di jalanan?" batin Luna dengan wajah kebingungan.

Luna tidak pernah merasakan kasur yang selembut ini seumur hidupnya sejak dia ingat.

Tiba-tiba sebuah tangan yang hangat dan wangi menyentuh puncak kepala Luna dengan sangat lembut.

"Kamu belum mati, sayang. Kamu sudah aman sekarang bersamaku," ucap suara merdu seorang wanita dari samping ranjang.

Luna menoleh dengan cepat dan melihat wanita cantik bergaun kotor yang memeluknya di mall tadi siang.

Nabila tersenyum sangat manis dengan mata yang masih bengkak karena terus menangis sepanjang hari.

"Nyonya cantik kenapa belum pulang? Nanti Nyonya dimarahi suami Nyonya kalau pulang malam," ucap Luna dengan polosnya.

Nabila tidak bisa menahan tawanya mendengar kepolosan anak kandungnya tersebut.

"Suamiku tidak akan memarahiku, Nak. Suamiku justru sedang mencarikan makanan yang paling enak untukmu sekarang," jawab Nabila mengelus pipi tirus Luna.

Ceklek.

Pintu ruangan VVIP itu terbuka dari luar dan sosok Leon Wegan masuk dengan langkah yang sangat berwibawa.

Jas mahalnya sudah dia lepaskan dan lengannya digulung rapi hingga sebatas siku.

Noda darah dari wajah Herman dan Siska sudah dia cuci bersih tanpa sisa sebelum dia masuk ke kamar ini.

Leon tidak ingin putri kecilnya mencium bau darah dari tubuhnya.

"Paman jahat yang tadi menggendongku juga ada di sini," gumam Luna bergeser mundur sedikit karena takut melihat wajah datar Leon.

Leon tersenyum tipis mendengar julukan paman jahat dari mulut putri kandungnya sendiri.

"Paman tidak jahat, Luna. Paman tadi pergi sebentar untuk menghukum orang-orang jahat yang menyakitimu," balas Leon mendekati ranjang.

Leon mengangkat sebuah bungkusan kertas makanan yang masih mengepulkan uap panas.

"Dan Paman juga membawa pesanan khusus untuk gadis kecil yang sangat pintar ini," lanjut Leon membuka bungkusan itu di atas meja pasien.

Aroma gurih dari telur dadar yang digoreng garing dan nasi putih hangat langsung memenuhi ruangan tersebut.

Mata bulat Luna seketika berbinar terang melihat makanan yang sangat dia idam-idamkan itu.

Leon sengaja menyuruh koki hotel bintang lima miliknya untuk memasak nasi telur dadar ini dengan bahan kelas satu.

Meski bentuknya sangat sederhana seperti nasi bungkus pinggir jalan, tapi nutrisi dan kebersihannya sangat terjamin.

"Wah! Bau telur dadarnya enak sekali, Paman!" seru Luna tanpa sadar menelan air liurnya sendiri.

"Ini semua untukmu, sayang. Makanlah pelan-pelan agar perutmu tidak kaget," ucap Nabila menyodorkan sendok bersih pada Luna.

Luna menerima sendok itu dengan tangan bergetar, namun dia tidak langsung memakannya.

Gadis kecil itu menatap Leon dan Nabila secara bergantian dengan raut wajah yang kembali ketakutan.

"Tapi Nyonya, Paman, saya belum dapat uang dua ratus ribu hari ini," cicit Luna menundukkan kepalanya.

"Kalau saya makan makanan enak ini, nanti Ibu Siska pasti memukul saya pakai kayu panjang," lanjut Luna mulai terisak membayangkan pukulan itu.

Hati Leon dan Nabila kembali terasa seperti diiris menggunakan pisau tumpul yang sangat berkarat.

Trauma anak ini sangat dalam hingga dia tidak berani makan sebelum memikirkan setoran untuk penyiksanya.

Leon duduk di tepi ranjang dan mengangkat dagu Luna perlahan dengan jari besarnya.

"Dengarkan Paman baik-baik, Luna sayang," ucap Leon dengan nada suara yang sangat meyakinkan.

"Mulai detik ini, malam ini, dan selamanya, wanita jahat bernama Siska itu tidak akan pernah bisa menyentuhmu lagi," lanjut Leon menatap lurus ke mata Luna.

"Paman sudah membuang Siska dan suaminya ke tempat yang sangat jauh, mereka tidak akan pernah kembali," tambah Leon memberikan kebohongan putih.

Kenyataannya, Siska dan Herman sedang disiksa habis-habisan di penjara bawah tanah tepat di bawah gedung rumah sakit ini.

"Benarkah, Paman? Ibu Siska sudah pergi jauh?" tanya Luna mencari kebenaran di mata Leon.

"Paman berjanji. Paman adalah orang yang paling kuat di kota ini, tidak ada yang berani melawan Paman," jawab Leon tersenyum meyakinkan.

"Jadi sekarang kamu boleh makan sampai kenyang, tidak ada yang akan memarahimu lagi," bujuk Nabila ikut menenangkan.

Mendengar jaminan dari pria bertubuh besar di depannya itu, pertahanan rasa takut Luna akhirnya runtuh.

Gadis kecil itu mulai menyuapkan nasi dan telur dadar itu ke dalam mulutnya.

Nyam. Nyam. Nyam.

Luna makan dengan sangat lahap dan tergesa-gesa seolah takut makanan itu akan direbut oleh orang lain.

Pipi tirusnya menggembung penuh dengan nasi hingga dia kesulitan mengunyah.

"Pelan-pelan, Nak. Nanti kamu bisa tersedak," tegur Nabila sambil menyodorkan segelas air putih hangat.

"Ini enak sekali, Nyonya! Ini telur dadar paling enak di seluruh dunia!" puji Luna dengan mulut penuh makanan.

Leon memalingkan wajahnya ke arah jendela kaca untuk menyembunyikan matanya yang kembali memerah menahan tangis.

Hanya melihat anaknya makan telur dadar saja sudah membuat hati CEO kejam itu hancur berantakan.

"Aku bersumpah akan membunuh semua orang yang membuat putriku kelaparan seperti ini," batin Leon dengan tangan terkepal kuat di dalam saku celananya.

Setelah menghabiskan seluruh porsi makanannya, Luna bersandar kekenyangan di bantal empuknya.

"Terima kasih Nyonya, terima kasih Paman. Perut Luna sudah kenyang sekali sekarang," ucap gadis itu tersenyum lebar.

Itu adalah senyum pertama yang Luna tunjukkan sejak kejadian di mall tadi siang.

Dan senyum itu benar-benar mencerahkan seluruh ruangan, membuktikan gen bibit unggul dari Nabila dan Leon.

"Sama-sama, sayang. Sekarang saatnya kamu minum obat dan tidur lagi agar luka di badanmu cepat sembuh," ucap Nabila menyelimuti tubuh Luna.

Luna mengangguk patuh dan meminum obat sirup yang diberikan oleh perawat beberapa saat kemudian.

Hanya dalam waktu lima belas menit, efek obat tidur ringan itu mulai bekerja.

Nafas Luna kembali teratur dan matanya terpejam erat menyelami alam mimpi yang kali ini terasa lebih damai.

Nabila terus menggenggam tangan kecil putrinya sambil sesekali mengecup punggung tangan itu.

"Leon, apa kamu sudah membereskan Siska dan Herman?" tanya Nabila pelan tanpa menoleh pada suaminya.

"Sudah, aku mematahkan tangan wanita itu dan membakar dada suaminya," jawab Leon dengan suara dingin tanpa rasa bersalah.

"Mereka sekarang sedang ditangani oleh algojo kita di ruang bawah tanah, mereka akan mati pelan-pelan," lanjut Leon.

"Bagus. Tapi itu belum cukup untuk membalas enam tahun penderitaan Luna," balas Nabila dengan mata menyorot tajam.

"Kita masih harus mencari dalang utamanya, orang yang menyuruh Suster Rini menukar bayi kita," tambah Nabila mengingatkan.

Leon mengangguk setuju dan melangkah mendekati istrinya.

"Aku sudah menyuruh Asisten Budi melacak keberadaan Suster Rini malam ini juga," ucap Leon.

"Besok pagi, wanita itu pasti sudah berlutut di depanku untuk memberikan nama sang dalang utama," janji Leon dengan sangat yakin.

Malam itu, Leon dan Nabila tidur di sofa ruang perawatan VVIP tersebut untuk menemani putri mereka.

Mereka tidak ingin kehilangan momen sedetik pun setelah kehilangan anak itu selama enam tahun lamanya.

Keesokan paginya, matahari bersinar sangat cerah menyinari ibu kota yang sibuk.

Suasana di kediaman utama keluarga Wegan terasa sangat suram dan mencekam.

Prang!

Piring porselen mahal dilempar ke dinding hingga pecah berkeping-keping di ruang makan keluarga.

"Aku benci makanan ini! Aku mau sosis goreng dan kentang dari restoran mahal!" jerit Bianca memukul meja makan.

Beberapa pelayan yang bertugas pagi itu saling berpandangan dengan wajah kelelahan dan jengkel.

Sejak semalam Nona Muda palsu ini terus mengamuk karena ditinggalkan sendirian oleh orang tuanya.

"Maaf Nona Bianca, Tuan Leon berpesan agar Nona hanya makan sayuran pagi ini," ucap kepala pelayan mencoba sabar.

"Aku tidak mau makan sayur! Kalian semua mau meracuniku ya?!" bentak Bianca menendang kursi di dekatnya.

"Mana Mama?! Aku mau lapor ke Papa kalau kalian semua jahat padaku!" teriak gadis kecil itu dengan sombong.

Tepat pada saat Bianca berteriak, pintu utama ruang makan itu terbuka lebar.

Leon dan Nabila melangkah masuk dengan raut wajah yang sangat dingin dan tidak terbaca.

1
Thewie
lanjuuuttt💪💪💪
kiyoe: hehehe siap kaka
total 1 replies
Meee
,KLO bisa jangn ada yng mau adopsi sibianca.biar hidupnya. menderita itu karma atas perbuatan biadad orang tuanya😬😬
kiyoe: hehehe iyaa kak bener biar menyesal si Bianca 🤭
total 1 replies
Astiana 💕
kenzo memang teman terbaik🫰🏻
kiyoe: hehehe Kenzo besti nya Luna kak 🤭
total 1 replies
Astiana 💕
cerita nya makin bagus thor, gak sabar nunggu luna gede🤭
kiyoe: heheh makasih kak Astiana
total 1 replies
Astiana 💕
seharusnya hallo princess papa🤭
kiyoe: hehehe makasih kak pokok semangat terus 🤗🥰
total 3 replies
Meee
Luna harusnya di bekali ilmu bela diri,agar bisa melindungin diri sendiri.meski bnyak pengawal jaga" dari bahaya ke DPN ya sebagai seorang pewaris,dan jangn terlalu percaya dngn orang terdekat,musuh yng g bisa terbaca terjadi karena orang terdekat.😬😬
kiyoe: heheh terimakasih atas masukannya kak boleh di coba itu Luna di bekalin PSHT
total 1 replies
Adinda
pasti nanti bianca di adopsi sama orang kaya dan balas dendam sama leon takutnya nanti luna jadi sasarannya
kiyoe: heheh di tunggu update bab selanjutnya aja yaa kak 🤭
total 1 replies
Fauziah Daud
trusemangattt n lanjut
kiyoe: terimakasih Kaka Fauziah Daud ☺️
total 1 replies
Astiana 💕
apakah nanti gede nya tidak menaruh dendam thor pada Luna.🤔
Astiana 💕: haduh jadi penasaran 🤭
total 2 replies
Thewie
bawa ke psikiater anakmu wegan. kasihan traumanya blom hilang
ceuceu
ikutan nangis terharu/Sob/
kiyoe: hehehe baca novel nya sambil ngupas bawang merah yaa kak makanya sampai nangis 🤭😄
total 1 replies
ceuceu
Ya Allah kasihan banget luna/Sob/
Dewiendahsetiowati
Rosalina siap2 aja dirimu dapat kado istimewa dari ponakanmu, sudah tua tetep aja jahat
kiyoe: hehehe
total 1 replies
ceuceu
Hadir thor.
baru mulai baca
kiyoe: Terimakasih Kaka ceuceu semoga suka yaa sama ceritanya ☺️
total 1 replies
Thewie
akhirnya kebohongan itu terungkap juga. othor luar biasa memainkan emosi akuuuuu
kiyoe: wah Terimakasih kak Bintang Lima sehat selalu kak Thewie ☺️🙏
total 1 replies
Thewie
seru thor👍👍😍
kiyoe: Heheh terimakasih kak Thewie
total 1 replies
Astiana 💕
Semangat 💪🏻
Cerita nya bagus banget
Astiana 💕: oke sama-sama ya☺️
total 2 replies
Astiana 💕
cerita nya bagus banget thor, gak bertele-tele
kiyoe: Terimakasih kak Astiana 🙏
total 1 replies
Fauziah Daud
trusemangattt n lanjuttt
kiyoe: Terimakasih kak atas dukungan nya
total 1 replies
Fauziah Daud
kesian Luna
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!