Indonesia
NovelToon NovelToon
THE SAINTESS BEHIND THE WHITE VEIL: THE GODS ARE OBSESSED WITH ME

THE SAINTESS BEHIND THE WHITE VEIL: THE GODS ARE OBSESSED WITH ME

Status: sedang berlangsung
Genre:Obsesi / Identitas Tersembunyi / Komedi
Popularitas:1k
Nilai: 5
Nama Author: Fresh Tea

Ophelia Elizhabet de Ceolum adalah seorang biarawati cantik yang tinggal di Grand Temple of Olympus, kuil terbesar sekaligus pusat kekuasaan agama di Kekaisaran Celestia. Ia selalu mengenakan cadar putih untuk menyembunyikan wajahnya yang luar biasa indah, rambut pirang keemasan, dan mata biru jernih. Namun, Ophelia memiliki rahasia aneh: ia dapat melihat layar misterius berisi percakapan para dewa dan dewi. Awalnya ia mengira dirinya gila, sampai para dewa mulai berebut memberinya berkah. Ketika Saintess resmi terpilih dan konspirasi kuil dimulai, Ophelia perlahan menyadari bahwa dirinya adalah Saintess sejati. Sayangnya, para dewa ternyata jauh lebih merepotkan daripada manusia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fresh Tea, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 2: The Busiest Temple in the World

Pintu gerbang utama Grand Temple of Olympus yang terbuat dari perunggu setinggi lima belas meter berderit terbuka tepat saat fajar menyingsing. Dalam hitungan menit, area pelataran luar yang dilapisi batu pualam putih berubah menjadi lautan manusia.

Bangsawan dengan jubah sutra bersulam emas, ksatria dengan baju zirah yang gemerlap, hingga rakyat jelata yang menempuh perjalanan bertumpuk-tumpuk mil, semuanya berbondong-bondong memasuki kuil. Grand Temple of Olympus bukan sekadar pusat ibadah Kekaisaran Celestia. Tempat ini adalah jantung politik, benteng sihir, sekaligus tempat bermuaranya arus keagamaan tertinggi di benua.

Singkatnya: tempat ini adalah neraka bagi siapa pun yang mendambakan ketenangan.

"Ophelia! Keranjang lilin di paviliun utara kosong!"

"Ophelia, tolong ambilkan kain lap bersih untuk mensterilkan bejana pembaptisan di lantai dua!"

"Suster Ophelia, beberapa bangsawan dari Duchy Everhart meminta air penyucian khusus!"

"Baik. Segera saya kerjakan," sahut Ophelia lembut.

Suaranya tenang, anggun, dan memancarkan kesabaran luar biasa. Langkah kakinya yang terbungkus sepatu kain menyusuri koridor marmer tanpa menimbulkan suara. Cadar putih tebal yang menjuntai dari dahi hingga menutupi dadanya berayun mengikuti tiap gerakan. Di mata para pendeta senior dan biarawati lain, Ophelia Elizhabet de Ceolum adalah teladan ketabahan—seorang biarawati muda yang tak pernah mengeluh meski diberi tugas seberat apa pun.

Namun, di balik selubung kain putih yang rapat itu, sudut bibir Ophelia berkedut hebat.

‘Lilin lagi, air penyucian lagi, lap bersih lagi...’ ratapnya dalam hati. ‘Apakah kuil sebesar ini benar-benar kekurangan tenaga kerja, atau mereka sengaja mempekerjakanku sampai mati agar aku cepat naik ke surga?’

Saat Ophelia membungkuk untuk mengangkat keranjang berisi puluhan batang lilin lebah yang berat, udara di depannya berdesir pelan.

Cahaya keemasan berkerlip, membiaskan sinar matahari pagi yang menembus kaca patri menjadi sebuah jendela transparan berwarna biru pucat.

╔══════════════════════════════════════════════════════════╗

[DIVINE OBSERVATION SYSTEM]

Target: Ophelia Elizhabet de Ceolum

Current Location: Main Corridor, Grand Temple

Divine Viewer Count: 4,209 Gods & Goddesses

System Status: OPERATIONAL (STABLE)

╚══════════════════════════════════════════════════════════╝

Ophelia menegakkan tubuhnya perlahan, memegang keranjang lilin rapat-rapat di dadanya. Papan ketik gaib itu kini melayang tepat sejajar dengan pandangan matanya.

‘Empat ribu dua ratus sembilan?’ pekik Ophelia dalam hati. ‘Kemarin baru tiga ribu delapan ratus! Kenapa jumlah penonton gaib ini malah makin bertambah?! Apakah kalian tidak punya pekerjaan lain di alam ilahi?’

Tentu saja, jawaban atas pertanyaannya langsung bergulir di layar dalam bentuk pesan-pesan emas yang beruntun.

[GOD OF WAR: Saintess kecil! Mengapa kau mengangkat keranjang seberat itu sendiri?! Di mana para ksatria tidak berguna di kuil itu?! Haruskah aku menembakkan petir ke kepala komandan mereka agar mereka belajar kesopanan?!]

[GODDESS OF BEAUTY: Asterion, diamlah! Suaramu di ruang obrolan membuat kepalaku sakit. Tapi... ah, lihatlah siluet jemari Ophelia saat memegang keranjang itu. Bahkan saat membawa beban, keanggunannya tidak berkurang sedikit pun! Sungguh mahakarya!]

[GOD OF KNOWLEDGE: Berat total keranjang lilin tersebut adalah 8,4 kilogram. Mengingat struktur otot dan kepdensityan massa tulang Ophelia yang berada di level rata-rata manusia biasa, kegiatan ini secara teknis dapat memicu kelelahan otot ringan jika dilakukan selama lebih dari 45 menit.]

[GOD OF FORTUNE: Jangan merusak keranjang itu, Ophelia! Lilin lebah murni kelas satu harganya tiga koin perak per batang! Jika kau menjatuhkannya, aku yang akan merasa rugi secara spiritual!]

Ophelia menarik napas dalam-dalam, mengembuskannya pelan lewat hidung agar kain cadarnya tidak menggelembung dramatis.

Ia sudah terbiasa. Selama tiga bulan terakhir, layar misterius ini selalu muncul tanpa diundang. Awalnya ia mengira dirinya gila karena mengalami ilusi penglihatan. Namun, ketika pesan-pesan dari para dewa ini terbukti berkaitan erat dengan kejadian di dunia nyata, Ophelia harus menerima kenyataan pahit: ia adalah satu-satunya manusia yang dijadikan objek tontonan oleh seluruh jajaran dewa Olympus.

Dan yang paling ironis, para dewa itu tidak tahu bahwa Ophelia bisa membaca setiap baris komentar mereka.

[GODDESS OF LOVE: Oh! Coba lihat ke arah jam dua! Pria berseragam ksatria itu memperhatikan Ophelia dari tadi!]

[GOD OF WAR: APA?! SIAPA?! DI MANA?!]

Ophelia menyipitkan mata di balik cadarnya. Tanpa memutar kepala secara mencolok, matanya bergeser melirik ke arah lorong sebelah kanan.

Di sana, bersandar pada pilar marmer berukir, berdiri Lucien Raphael von Astralis. Komandan Holy Imperial Knights itu masih mengenakan baju zirah ringannya. Rambut hitam kebiruannya sedikit berantakan, dan mata merah gelapnya menatap lurus ke arah Ophelia dengan tajam.

Sejak insiden tadi pagi di koridor barat—saat kilatan listrik gaib tiba-tiba muncul di plafond—Lucien tampak makin menaruh kecurigaan padanya.

[GOD OF WAR: Manusia fana bersenjata itu lagi! Kenapa dia selalu berada di radius sepuluh meter dari Saintess-ku?! Aku akan mengirimkan berkah kegagalan refleks pada pedangnya!]

[GODDESS OF WISDOM: Asterion, hentikan tindakan konyolmu. Kau bisa merusak keseimbangan aura kuil jika terus memanipulasi berkah secara acak.]

[UNKNOWN GOD: ...He is too close.]

Tulisan dari 'Unknown God' muncul secara singkat, lalu menghilang begitu saja.

Ophelia merinding tipis. Dari ribuan dewa yang sering berkomentar, sosok tanpa nama ini adalah yang paling membuat penasaran sekaligus waspada. Setiap kali 'Unknown God' berkomentar, suhu udara di sekitar Ophelia biasanya mendadak turun satu atau dua derajat.

Mencoba mengabaikan tatapan menusuk dari Lucien dan kekacauan teks di udara, Ophelia melangkah cepat menuju paviliun utara. Namun, baru beberapa langkah bergerak, kerumunan peziarah di depannya mendadak terbelah.

Suara bisik-bisik yang penuh kekaguman dan rasa hormat merayapi seluruh ruangan.

"Paus... Bapak Paus Agung ada di sini..."

"Lihat! Itu Grand Pope Raphael!"

Ophelia menghentikan langkahnya dan segera menundukkan kepala sejajar dengan dada, menunjukkan sikap hormat penuh.

Dari ujung lorong, berjalan seorang pria muda bertoga putih bersih dengan sulaman benang emas berbentuk ranting zaitun. Rambut peraknya bersinar halus diterpa cahaya matahari, dan wajahnya sangat tampan—sebuah ketampanan yang tenang, suci, namun memancarkan aura dominasi mutlak yang sulit dibantah.

Raphael Elias Montclair. Paus Agung termuda dalam sejarah Kekaisaran Celestia, pria berusia dua puluh enam tahun yang memegang kekuasaan tertinggi atas seluruh struktur keagamaan di dunia.

Langkah kaki Raphael terhenti tepat di depan Ophelia. Aroma minyak zaitun suci dan bunga mawar putih menguar dari jubahnya.

"Suster Ophelia," sapa Raphael. Suaranya halus, dalam, dan bergema dengan kehangatan yang tampak sangat sempurna.

"Semoga keagungan Olympus senantiasa menyertai Anda, Yang Mulia Paus Agung," jawab Ophelia dengan nada suara yang diperhalus semaksimal mungkin.

Raphael menatap biarawati bercadar itu selama beberapa detik. Mata emasnya yang jernih seolah mampu menembus kain putih yang menutupi wajah Ophelia.

"Kau tampak sangat sibuk pagi ini," ujar Raphael pelan. tangannya yang terbungkus sarung tangan sutra putih terangkat sedikit, menyentuh gagang keranjang lilin yang dipegang Ophelia. "Tugas membawakan bahan-bahan altar seharusnya menjadi porsi pelayan kuil, bukan biarawati magang yang sedang bersiap untuk Upacara Ramalan."

Ophelia menunduk lebih dalam. "Melayani kuil dalam bentuk apa pun adalah sebuah kehormatan bagi saya, Yang Mulia."

Di atas kepala Raphael, layar biru transparan mendadak bergetar hebat. Notifikasi berwarna merah menyala memenuhi seluruh pandangan Ophelia.

[GODDESS OF BEAUTY: BUKAN MAIN! Wajah Raphael hari ini benar-benar tidak bercela! Tapi kenapa dia menyentuh keranjang yang dipegang Ophelia?! Lepaskan tanganmu dari kain gaunnya, Bocah Suci!]

[GOD OF WAR: Paus ini terlalu banyak berakting! Dia selalu menggunakan senyum palsu itu untuk memanipulasi orang-orang! Ophelia, jangan tertipu oleh wajah mulusnya!]

[GOD OF KNOWLEDGE: Secara historis dan fungsional, Raphael Elias Montclair memiliki tingkat kompatibilitas Divine Power sebesar 88,9% dengan Olympus. Dia adalah perantara fana paling berbahaya jika menyadari identitas aslimu.]

‘Tolong diamlah, Orpheon!’ jerit Ophelia dalam hati. ‘Aku tahu dia berbahaya! Makanya aku sedang berusaha keras untuk tidak bernapas terlalu keras di depannya!’

Raphael tidak melepaskan pegangannya pada keranjang. Sebaliknya, ia melangkah satu senti lebih dekat. Senyum tipis mengembang di bibirnya—sebuah senyum yang terlihat sangat ramah bagi orang luar, tetapi terasa seperti ancaman halus bagi Ophelia.

"Oracle telah menyelesaikan bacaannya sepuluh menit yang lalu," kata Raphael rendah, hanya cukup didengar oleh mereka berdua. "Gadis yang ditunjuk oleh langit telah ditemukan. Upacara pengumuman Saintess akan dilaksanakan sore ini."

Ophelia berpura-pura terkejut dan mengangguk penuh takzim. "Selamat, Yang Mulia. Ini adalah berkah besar bagi Kekaisaran."

‘Bagus!’ batin Ophelia bersorak lega. ‘Saintess resminya sudah ada! Itu artinya perhatian kuil, para bangsawan, dan ksatria akan tertuju pada gadis itu! Aku akhirnya bisa kembali menjadi biarawati tidak berguna yang tidak dipedulikan siapa pun!’

Namun, kebahagiaan Ophelia runtuh saat layar status di depannya meledak dengan pesan-pesan yang panik dari para dewa.

[GOD OF WAR: APA-APAAN INI?! SIAPA GADIS YANG DIPILIH ORACLE ITU?! KITA TIDAK PERNAH MEMILIH SESEORANG SELAIN OPHELIA!]

[GODDESS OF LOVE: TIDAK BISA! SAINTESS KITA HANYA OPHELIA! GADIS LAIN ITU PASTI SAINTESS PALSU!]

[GOD OF KNOWLEDGE: Terjadi kesalahan interpretasi pada Divine Oracle. Evelina membaca sinyal energi yang salah. Ini adalah anomali sistemik!]

[GODDESS OF WISDOM: Tenanglah semuanya. Ramalan fana tidak bisa diubah begitu saja tanpa memicu kekacauan di antara manusia.]

[UNKNOWN GOD: ...They chose the wrong girl.]

Ophelia membeku di tempatnya.

‘Apa?!’ jeritnya dalam hati, matanya membelalak lebar di balik kain cadar. ‘Kalian... kalian belum menetapkan ramalan itu secara resmi?! Jadi gadis yang dipilih kuil itu... bukan Saintess yang kalian inginkan?!’

Raphael memperhatikan perubahan kecil pada gestur tubuh Ophelia—bahu gadis itu yang mendadak tegang. Mata emas sang Paus Agung berkilat dengan kecurigaan yang makin dalam.

"Ada apa, Suster Ophelia?" tanya Raphael lembut, tangannya perlahan bergeser dari keranjang lilin menuju tepi cadar putih Ophelia. "Kau tampak... sangat gelisah."

[GOD OF WAR: JANGAN SENTUH CADARNYA, MANUSIA FANA!]

Sebuah tekanan magis luar biasa mendadak turun dari langit-langit kuil.

Ophelia tahu, jika Raphael menyentuh cadarnya dan para dewa mengamuk, Grand Temple of Olympus yang berusia ribuan tahun ini bisa hancur menjadi debu dalam hitungan detik.

1
Wulan
semangat thor up nya 😌😌
Wulan
kasihan seraphina semoga waktu tau dia bukan saintess dia nga kecewa atau marah sama Ophelia yang adalah saintess sebenarnya 🙂🙂
Wulan
God of fortune yang gila duit tertipu sebesar lima ratus koin emas😆😆
Wulan
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh

kak fresh tea terima kasih Karna menerima pendapat saya dan memberikan jawapan... maaf kalau sekira nya pendapat saya agak terburu-buru dalam berpendapat pada karya kakak... semangat kak berkarya nya aku akan selalu mendukung karya kakak yang ini dan mengusahakan untuk sampai pada end cerita🤗🤗

waalaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh 🤗🤗 semangat 😁✊
Wulan
mereka berkomunikasi? ketahuan kh kalau Ophelia bisa liat layar percakapan para dewa?
Wulan
kakak penulis Tampa mengurangi rasa hormat aku mau membagi kan pendapat ku sebagai pembaca setelah membaca 40 eps awal hari ini

cerita dan gendre Kakak bagus dan unik tapi cerita nya agak berbelit dan ada beberapa episod yang hampir mirip dari segi cerita dan dialog hanya beda karakter saja dan setelah baca dari eps 1 sampai 40 aku belum menemukan inti dari cerita nya awal dari ceritanya juga sulit aku fahami tidak ada keterangan atau penjelasan lebih kenapa Ophelia yang di pilih para dewa mungkin pendapat ku ini agak terburu-buru Karna baru 40 eps sekarang inti dari cerita nya juga belum keluar tapi sebagai pembaca aku hanya mengutarakan pendapat aku saja kepada kakak penulis aku enjoy juga kok dengan cerita nya😁😁 semangat kakak penulis😁✊
Fresh Tea: terima kasih atas saran nya nanti aku perbaiki supaya tidak berbelit-belit 😭🙏 makasih udah baca cerita ku 😭😭
total 1 replies
Wulan
kak ararthor kapan mereka semua tau kalau Ophelia adalah saintess sebenarnya?
semangat thor up nya 🤗🤗🤗
Wulan
dari dulu kan suda berakhir Ophelia 🙂🙂
Wulan
di alam dewa juga ada pasar gelapnya 😭🙏
Wulan
semangat menjalani hidup yang berat kedepan nya Ophelia 😌😌
Wulan
penyelamat datang😆😆
Wulan
tolong berhenti dewi kecantikan kasihan Ophelia 🙂🙂
Fresh Tea: Mereka gak akan berhenti...huhu
total 1 replies
Wulan
kak arthor kenapa nga bongkar aja edintitas Ophelia sebagai saintess kan seru😌😌
Wulan: iya kelihatan jelas bahkan sekedar dekat saja dewa perang langsung mau kirim petir Ilahi 🙂🙂
total 2 replies
Wulan
thor kapan dunia tau Ophelia sebenarnya saintis yang sebenarnya 🙂🙂
Wulan: nga papa aku akan menunggu dengan sabar😌
total 2 replies
Wulan
aku setujuh🙂
Wulan
ini dia penyelamat 😌😌
Wulan
aku bertaruh Adrian yang akan mendapat senyum pertama Ophelia 😆😆
Wulan
sungguh aku mendukung hubungan nya Ophelia dan adrian sekarang 😆😆
Wulan
aku setuju aku akan meningkuti kapal Ophelia dan adrian😆😆
Wulan
aneh banget Nama pasangannya😭😭
Wulan: iya tentu saja tapi aku mendukung pasangan nya Adrian dan Ophelia 😆😆
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!