Indonesia
NovelToon NovelToon
Mengubah Takdir

Mengubah Takdir

Status: tamat
Genre:Mengubah Takdir / Kehidupan di Sekolah/Kampus / Chicklit / Tamat
Popularitas:91.3k
Nilai: 5
Nama Author: Irin

Azura seorang gadis cantik yang hidup dalam sangkaan buruk semua keluarganya kurang lebih 13tahun. Ia di sangka telah membunuh mamanya rasa sakit yang ia alami kerap membuat nya salah dalam mengambil tindakan.

Semua rasa sakit dan kekecewaan hampir semuanya ia alami, namun di sisi itu dia di temani oleh seorang pria yang senantiasa bersabar dalam memberikannya arahan.

Cinta pertamanya yang entah akan berakhir seperti apa kisah mereka, akankah hidup Azura berakhir dengan bahagia dan berdamai dengan keluarganya? Atau justru malah sebaliknya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Irin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 11. Alergi

"Bagian mana? sakit banget yah? Bi Inah tolong ambilkan kotak p3k" ucap Azura sedikit berteriak.

"Ayo duduk" ucap Azura sambil memapah Calvin berjalan ke arah sofa,Calvin melihat ke arah Anver dengan pandangan meledek,Anver yang melihat itupun mengepalkan tangannya.

"Tidak tau maluu,dia berpura-pura padahal kakinya tidak apa-apa!!" Batin Anver.

Keheningan terjadi beberapa saat sampai bi Inah datang dengan Sebuah kotak p3k di tangannya.

"Ini non" ucap bi Inah sambil memberikan kotaknya kepada Azura.

"Makasih"

"Shhh, pelan-pelan ini sakit" ucap Calvin.

"Ouhh" Azura pun menekan lebam berwarna biru yang ada di dekat pipi Calvin.

"Deeee ishhh" ucap Calvin dengan cemberut.

"Siapa suruh kaya gini? Pasti abis berantem kan?" ucap Azura dengan kesal sambil mencubit hidung mancung Calvin, Calvin pun tambah cemberut.

Addy dan Sherly yang melihat itupun hanya tersenyum tipis berbeda dengan Edison,Anver dan Enver yang bermuka masam serta cemburu.

"Ehem" Anver berdehem Azura pun melihat ke arah Anver dengan bingung. Azura mengatur nafasnya.

"Waktunya memulai" batin Azura.

"Ka Anver? Ka Anver juga kaya bang Calvin? Bi Inah cepetan obatin ka Anver" ucap Azura dengan pura-pura khawatir.

"Aku seneng kamu khawatirrin aku,tapi aku ga seneng kalau bi Inah yang obatin aku,aku maunya kamu Azura!" Batin Anver.

Bi Inah pun langsung mengobati Anver di samping Calvin dengan posisi Calvin, Azura yang membelakangi Anver dan Anver yang menghadap ke arah punggung Azura.

Calvin memeluk Azura dan memperlihatkan kepalanya di dekat perut Azura kepada Anver dengan tersenyum meledek sambil menjulurkan lidahnya, Anver yang melihat itupun mengepalkan tangannya dengan wajah yang memerah. Hal itu tak luput dari pandangan Addy, Sherly, Edison dan Enver.

"Sudah selesai,lain kali jangan luka kaya gini lagi" ucap Azura sambil mengusap-usap rambut Calvin yang berada di dekat perutnya,Calvin mengangguk.

"Bi Inah biar Azura aja yang lanjutin obatin ka Anver nya bi Inah masak aja ya kasian bang Calvin pasti belum makan" ucap Azura sambil melepaskan pelukan Calvin dengan paksa, Calvin pun cemberut.

"Ga boleh,ngapain sih bantuin dia? kalo terjadi sesuatu lagi gimana?" ucap Calvin sambil menatap Anver dengan tajam.

"Abang,udah deh ga usah kekanak-kanakan kalo semuanya udah beres nanti kita makan bersama,nanti Azura suapin Abang. Dan lagi Abang jangan khawatir kalo Azura kenapa-napa kan ada Dady,momy,sama Abang" ucap Azura sambil menyentil kening Calvin.

Tanpa disadari semua orang Anver merasakan sakit di hatinya setelah mendengar ucapan Azura yang terakhir, tetapi Azura menyadari hal itu dan tersenyum miring.

"Anakmu membuatku malu saja" ucap Sherly berbisik kepada Addy, Sherly malu akan sikap Calvin yang seperti laki-laki cemburu karena pacarnya akan membantu orang lain.

Addy yang mendengar bisikan Sherly pun langsung memegang dagu Sherly sehingga membuatnya melihat ke arah nya. Addy meletakan dagunya di atas pundak Sherly,kemudian Addy menyandarkan wajahnya di pipi Sherly.

"Anak kita sayang" ucap Addy dengan berbisik, Sherly yang mendengar bisikan Addy tersenyum malu, Sherly pun menengelamkan kepalanya kepada dada Addy.

Calvin yang tadinya cemberut pun langsung tersenyum manis setelah mendengarkan ucapan Azura.

"Hehehe,tunggulah bagaimana nanti kamu akan bertahan dengan adegan selanjutnya" batin Calvin licik.

"Yaudah,jangan lama-lama nanti kamu kena bakteri lagi,dan kamu benar disini ada Abang,Dady sama momy yang bakalan lindungiin kamu" ucap Calvin dengan tersenyum sinis, Anver memelototi Calvin.

Azura mulai mengobati lebam di bagian wajah Anver dengan serius, Anver menatap Azura dengan sendu. Azura yang merasa di tatap pun ikut menatap Anver.

"Bolehkah aku memberitahu mu bahwa kamu sebenarnya adalah adikku?" Batin Anver.

"Warna bola mata ka Anver sama kaya Azura,ka Anver bola matanya turunan dari mamanya ya?" ucap Azura yang membuat semua orang tegang.

"Kamu sama Anver emang satu keturu-"

"Iya keturunan mamanya,kalo kamu keturunan nenek, sepertinya kita semua berjodoh sehingga mempunyai anak dengan warna bola mata yang sama" ucap Addy dengan memotong ucapan Edison.

Addy menatap Edison dengan datar sedangkan Edison menatap Addy dengan kesal.

"Ouhh gitu" ucap Azura, pembicaraan mereka pun terhenti sampai Azura selesai mengobati Anver.

Beberapa menit kemudian, disinilah mereka berada meja makan dengan berbagai hidangan yang menggiurkan kaum rebahan bhuahahaha.

Terlihat Azura yang sedang memisahkan tulang ayam dari dagingnya hal itu tak luput dari pandangan Enver.

"Dulu kamu sering pisahin tulang ayam dari dagingnya buat kaka katanya kamu ga mau kalo Kaka ribet jadinya kamu sering lakuin itu buat Kaka, sekarang bolehkah Kaka berharap?" Batin Enver.

Enver menunduk sambil mengaduk-aduk nasi yang berada di piringnya, Anver yang melihat Enver sang adik pun menatapnya dengan sendu.

"Bibi makanan buat bang Calvin nga usah pake sayur itu ya soalnya ada kacang nya,bang Calvin kan alergi kacang tanah" ucap Azura dengan lembut.

"Kaka juga alergi kacang tanah tapi mengapa kamu nga larang kaka? dulu kaka selalu marah kalau kamu ngabisin semua masakan yang terdapat kacang nya sampai membuat kaka emosi,dan pada saat itu juga kaka memakan salah satu masakan yang terdapat kacang tanah nya Tanpa sepengetahuan kamu sampai akhirnya kaka masuk rumah sakit,kamu selalu nemenin kaka walaupun kamu suka kaka usir,dan sekarang kaka tau mengapa dulu kamu melakukan hal itu" batin Anver.

Beberapa jam kebelakang Azura Memang sudah mencari tau apa-apa saja mengenai keluarga barunya.

"Iya non,maaf bibi lupa" ucap bi Inah.

"Iya ga papa,bibi kalo mau makan,makan aja urusan ini biar sama Azura" ucap Azura sambil berdiri. Bi Inah pun langsung permisi kebelakang bagaimanapun setelah Azura berucap maka harus terpenuhi.

"Dady sama momy makan pake sayur juga yahh,terus makan nya jangan kebanyakan nanti perut dady sama momy bisa sakit" ucap Azura sambil memisahkan sayur untuk Addy dan Sherly.

Addy dan Sherly pun mengangguk dengan tersenyum.

"Mungkin seperti ini rasanya punya anak perempuan, sungguh menyenangkan alih-alih jadi adik lebih baik Azura menjadi menantuku saja bukanlah itu jauh lebih baik" terbesit sepintas pemikiran di pikiran Sherly.

Azura mendekat ke arah Edison,Anver dan Enver.

"Om juga makan pake sayur, harus seimbang antara daging dan sayuran" ucap Azura sambil memisahkan sayur untuk Edison, Edison pun tersenyum bahagia saat mendengar ucapan Azura.

"Iya makasih" ucap Edison.

"Sama-sama"

Azura menuangkan air putih untuk Anver, Anver pun memandang ke arah Calvin dengan tersenyum sinis. Calvin yang melihat itupun menyipitkan matanya.

"Ka Enver makanan nya di makan jangan di aduk-aduk terus, percuma ga bakalan masuk ke perut" ucap Azura sambil tersenyum tipis.

1
Madun Haikal
Luar biasa
nacho
lupa namanya siapa
Siti 127
Sedih ) kenapa pisahnya harus sama cinta pertamanya?
Rnd. Julia: 😅 iyaa
total 1 replies
Siti 127
asik banget
Siti 127
Udah beres aja thor, ga kerasa saking serunya
Jajuk
mantab
saltsanddanmoothies
Keluarkan semua babmu Thor! Mata ini masih kuad membacanya!
Ig @ siska.myi
Unik
Ig @ siska.myi
Novel, perasaan sudah ikut dipromosikan. Tapi kok segitu-gitu aja ya rin? 😅
Rnd. Julia: Masa 😜
total 2 replies
SugaryHeaven
Thor, aku bacanya sampe qerja lembur bagai quda. Pasti author ngetiknya juga ya sampe belum emam! Aku semangatin deh!! Semangat!
Rnd. Julia: Si paling peka, tau aja 😗
total 1 replies
champagnefabulous
Bener apa bener Thor, kalau digantung itu sakit. Kalau kamu ngerti perasaan aku, kamu enggak akan ngegantung cerita ini Thor!
Nur Illiyyan
ada yang kebakar tapi bukan singkongnya huahahahahhaahahah emeng enak tuxh para saudara laknat
Prasetya Wibowo
Lihat aku disini, pembaca yang selalu setia menanti~~
Rnd. Julia: Hehe, 😅
total 1 replies
꧁༒☬Sa̶d̶B∆Y☬༒꧂
Seharian ini mumet dan ternyata author kesayangan aku update :) Aku tak jadi mengeluh
ruby sunn
Benar-benar deh karya ini bikin jatuh cinta :) I love you 3000 thor!
Nur Illiyyan
rasain lo anver
mintandrose
Authooooor! Aku suka sama ceritanya! Crazy up, please *puppy eyes*
Mata Diam
Akhirnya dongggg update~ Makasih Thor! Kamulah makhluk Tuhan paling debest :*
Nur Illiyyan
lanjut lagi dong thor
WillofWashington
alurnya jelas ceritanya menarik.. semangat buatmu thoor.. 5 star n like buatmu!!!! 😁
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!