Dua tahun yang lalu, dengan berat hati karena suatu hal yang harus dijalankan Karina memutuskan untuk keluar dari hati Rio. Hingga saat pertama kali Karina melamar kerja, dirinya dipertemukan kembali. Karina dihadapkan dengan kesepakatan kerja secara sengaja. Karena kedua masih sama-sama memiliki perasaan Karina pun mencoba memberi kesamaptaan dengan Rio. Tetapi siapa sangka semenjak menjalin hubungan justru semakin banyak orang mengusik keduanya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sity, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Maling?
Karena yang sudah pulang ke rumah Karina sontak menjatuhkan dirinya ke sofa sembari memijat kaki yang pegal. Karina yang merasa badannya lengket dan berkeringat langsung berjalan menaiki tangga dan masuk ke dalam kamar lalu meletakan semua barangnya dan pergi mandi.
Setelah Karina selesai mandi Karina pun turun kebawah untuk mengunci pintu dan naik lagi ke lantai atas untuk tidur. Karena Karina sedang tidak napsu makan Karina pun hanya meminum segelas susu.
Rio yang sudah kembali ke negara A langsung menuju rumah Karina. Rio yang ingin memberikan kejutan untuk Karina sontak menelepon Karina sampai 3 kali terapi tidak di ingat oleh Karina '' Kemana wanita ini, apa dia tidur?'' Ujar Rio sembari menyetir mobilnya.
Rio yang sudah sampai di depan rumah Karina dan melihat rumah Karina yang sepi, Rio pun langsung menelepon Karina tetapi tetap tidak diangkat, bunyi ponsel Karina pun terdengar sampai bawah oleh Rio. Rio yang penasaran itu langsung memanjat dinding ke lantai 2 dan masuk lewat jendela. Rio yang melihat Karina Karina sudah tertidur pulas di ranjang itu membuat Rio tersenyum lega, Rio yang belum mandi pun langsung pergi ke kamar mandi.
Karina yang terbangun karena haus, langsung mengambil air minum yang ada dimeja kamarnya, saat hendak menuang air Karina mendengar ada suara air mengalir dari shower dengan deras. Karina yang berpikiran itu adalah maling pun sontak mengambil sapu dan mulai melangkah kan kaki nya untuk membuka pintu kamar mandi. Saat sudah sampai depan pintu karina dengan perasaan sedikit takut langsung membuka pintu dikit demi sedikit.
Rio yang sedang mandi sontak karena ada yang masuk ke dalam kamar, saat Rio melihat ternyata
Karina yang masuk ke kamar mandi dengan mata terpejam sembari membawa sapu di tangannya, Rio sontak langsung memakai handuk dan menghampiri Karina.
Karina yang melangkahkan kakinya dengan pelan tanpa membuka mata, dengan tidak sengaja menabrak tubuh pria yang wanginya tidak asing. Karina dengan gemetar itu belum membuka mata dan menggerakkan sapu yang ada ditangannya untuk memukul pria yang ada didepannya, tetapi sapu tersebut menjadi berat Karina pun langsung membuka matanya, sontak membuat Karina kaget karena yang ada didepannya itu adalah Rio bukan maling yang dipikirannya.
''Apa kamu bodoh, kenapa berjalan dengan mata terpejam sembari membawa sapu untuk memukul pria mu ini'' Ucap Rio sembari merebut dan meletakan sapu yang tadi ada ditangan Karina.
Karina yang melihat Rio didepannya itu langsung memeluknya dengan erat '' Tadi aku terbangun karena aku haus, tapi saat aku ingin minum ada suara orang mandi dan aku pikir itu maling itu sebabnya aku membawa sapu'' Ujar Karina tubuh yang gemetaran.
Rio yang melihat tubuh Karina gemetar itu langsung menggendong Karina dan meletakan karina di tempat tidur. Rio sontak langsung menjatuhkan disampingnya Karina tidur dan memeluk.
"Tunggu, bagaimana kamu bisa masuk padahal aku sudah mengunci pintu?'' Ucap Karina sembari memegang tangan Rio.
"Apa kamu lupa aku bisa terbang'' Ucap Rio sembari tertawa.
"Bodoh!" Ujar Karina sembari mencubit perut Rio.
Rio yang lelah karena perjalanannya tadi langsung terdiam dan memejamkan matanya.
"Hei jangan tidur dulu, masih ada hal yang ingin aku tanyakan padamu" Ucap Karina sembari menyikut tubuh Rio.
"Apa yang ingin kamu katakan mataku
sudah tidak bisa menahan untuk tidur'' Ucap Rio sembari memeluk Karina
"Apakah bawahan mu yang mengurung Mega itu sudah menghubungi mu lagi? aku hanya kasihan dengannya'' Ujar Karina yang sedang menusuk perut Rio.
"Tenang saja besok aku akan membuat nya mengakui perbuatannya sekaligus melepaskannya'' Ucap Rio
"Tapi kenapa harus besok, Kenapa tidak sekarang kamu menyuruh bawahan mu untuk melepaskan nya?"
Karina sontak mengangkat wajahnya dan melihat Rio yang sudah tertidur nyenyak. Melihat Rio yang sudah tidur Karina sontak menciumnya dan tidur sembari memeluk Rio.
Pagi hari
Karina dan Rio yang sudah siap untuk berangkat ke kantor pun sontak turun kebawah sembari menunggu makanan yang sedang dipesan melalui aplikasi.
Bunyi notifikasi dari pengantar makanan membuat Karina sontak berjalan keluar Untuk mengambil makanan yang dipesannya. Setelah mengambil dan membayar makanan itu Karina langsung masuk kembali ke rumah dan langsung menyajikannya ke dalam piring. ''Ayo cepat makan, nanti terlambat'' Ucap Karina yang sedang makan dengan buru-buru.
"Aku tidak mau makan itu, aku mau roti seperti kemarin yang kamu buat untuk tapi kamu berikan ke ob'' Ujar Rio sembari menatap makanan yang sedang dimakan Karina.
"Apa kamu gila, membuat roti bakar juga tidak sebentar. bagaimana kalau nanti terlambat?'' Ucap Karina dengan emosi.
"Apa kamu lupa kalau aku bos nya'' Ucap Rio sembari tersenyum
Karena panik Karina pun lupa kalau pacarnya itu adalah bos nya.'' Sayang, tapi aku sungguh tidak bisa membuatnya sekarang, bagaimana kalau nanti malam saja membuat roti bakarnya?'' Ujar Karina dengan mimik wajah yang memelas.
Rio yang tidak bisa menolak Karina itu pun langsung memakan makanan yang sudah dipesan Karina. Selesai makan, Rio dan Karina pun sontak bergegas berangkat ke kantor.
***
Sesampainya di kantor, Rio dan Karina pun turun dari mobil mereka berdua pun sengaja bergandeng tangan dan masuk ke dalam kantor.
Karyawan Rio pun kaget Karena kantor adalah wanita bos. '' Astaga apa kita semua tidak salah lihat, selama ini aku tidak pernah melihat bos berpacaran di kantor '' Ucap karyawan yang sedang berbisik-bisik dengan karyawan lainnya sembari melihat Rio dan Karina jalan ke dalam ruangannya.
Rio yang sudah sampai dimeja Karina sontak langsung mempersilahkan Karina duduk.
Karina yang melihat pacarnya bersikap manis itu pun tersenyum, "Sayang tunggu, kamu bilang kamu akan melepaskan Mega bukan? aku boleh ikut tidak nanti?'' Ucap Karina sembari mengelus leher Rio dengan mimik wajah membujuk.
"Iya nanti, berhentilah berbuat mesum wanita.aku bisa memuaskan mu nanti ketika sudah di rumah'' Ucap Rio sembari berbisik ke telinga kanan Karina.
Karina yang mendengarkan ucapan Rio itu sontak menjadi melepaskan tangannya yang sedang mengelus leher Rio karena takut.
Bunyi pintu membuat Rio dan Karina duduk masing masing ke meja seperti tidak terjadi apa-apa.
"Bos, ada orang yang ingin melamar pekerjaan. pria tersebut sedang menunggu dibawah'' Ucap karyawan wanita.
"Suruh dia masuk" Ujar Rio.
Karyawan wanita itupun langsung pergi, untuk memanggil pria yang akan melamar pekerjaan.
Karina yang tahu akan ada orang yang masuk sontak menatap Rio, Karina pun langsung kembali bekerja dan menatap komputer didepannya.
"Permisi''
"Ya silahkan masuk" Ucap Rio yang sedang menandatangani laporan, saat Rio mengangkat wajahnya untuk melihat pria yang sedang melamar pekerjaan itu seketika membuat Rio berubah menjadi dingin.
"Terima kasih pak, saya tidak menyangka kalau kamu adalah bos disini" Ucap rival yang berbicara sopan sembari senyum.
Bersambung.
Aduh wak... aku yang malu ah
Aku merasa novel itu adalah kisah nyata di dunia dalam novel ini
Jaga jaga biar gak dipaksa Rio
Mungkinkah ada rasa
Typo