Anara, memiliki seorang sahabat lelaki yang mengharuskan keduanya untuk berpisah setelah kepindahan sahabatnya ke Belanda karena permasalahan keluarga yang di alaminya. Anara yang tak biasa tanpa Sahabatnya itu harus rela beradaptasi dengan teman sekelasnya lagi agar bisa berteman dengan mereka lebih dekat. Di rumah yang besar itu, Nara adalah anak terakhir dari 5bersaudara. Keempat kakaknya sudah bekerja dan memiliki kesibukan masing-masing, begitupun dengan kedua orang tuanya. Bagaimana Nara melanjutkan kehidupannya di sekolah dan di rumahh, mari simak cerita lengkapnya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Olipiaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
holiyay!
Semalaman ini Nara dan Maya bercerita satu sama lain, mengenai banyak hal. Maya yang sedari awal masuk sudah ingin mengajak Nara berbicara dan dekat dengannya seperti terhalang oleh tembok besar sein yang tertata rapi.
Ia mengkhawatirkan hubungan keduanya, Maya takut akan ketidak sopananya jika berada diantar keduanya. Padahal hal tersebut tak begitu diindahkan sein. Sein merasakan sebaliknya dan berharap sebaliknya juga.
Nara hanya tersenyum dan ada sedikit rasa syukur jika sein berpindah ke Belanda. Tak dibayangkan ia akan kehilangan sosok Maya yang ternyata selama ini berharap bisa dekat dengan Nara.
"Harusnya kamu ajak aku ngomong May, mungkin kamu diminta tolong sein bukan buat deket sama aku?"ujar Nara. Maya mengangguk paham
Dirasa Nara, sein dengan jelas meminta teman sekelas untuk senantiasa berteman dengannya. Tanpa ia tanya, Nara sudah sadar dan paham. Kekhawatiran sein tergambar jelas di matanya sekarang.
Nara bercerita juga, mengenai bagaimana ia mengenal Sein serta kenapa ia menjadi lebih dekat dan menjalin hubungan serius sesaat sebelum sein pindah ke Belanda.
Nara mengatakan jika ini sangat mustahil dijalani, mengingat bagaimana Nara dan Sein saling menyatakan perasaannya setelah Sein menjelaskan akan pergi meninggalkan Indonésia.
Kedua sesekali tertawa, sangat antusias akan cerita masing-masing. Dan menjadi lebih dekat setelahnya.
tak terasa jika, malam sudah larut dan jam menunjukkan pukul 3pagi. Maya terlelap terlebih dahulu, namun tidak dengan Nara yang dihubungi sein sesaat setelah Maya tertidur.
Suara parau Sein terdengar.
"Kamu sakit Sein?"tanya Nara tanpa berbasa-basi
..."engga nar..serak dikit ajaa flu" Sein seakan kurang enak badan, suaranya menjadi sedikit penanda jika lelaki itu sedang tak enak badan....
"sudah minum obat belum sayang?"pernyataan barusan ditanggapi dengan senyuman hangat Sein.
"Sayangg..? Sudah sayangku, aku tak mau terlibat lemah olehmu. Jadi aku harus meminum obat agar terlihat lebih bugar bukan?"
Nara tertawa hangat, ia berharap dan berdoa dalam hatinya. Agar lelaki yang ia tatap dari layar ipadnya ini segera sembuh dan mendengar suara lembutnya lagi.
"Seifa sudah tidur?"
Anggukan pelan terlihat darinya.
"Sayang rehat yang cukup, aku temenin ya. Lanjut call aja oke?"
Tanpa aba-aba keduanya saling mematikan kamera masing-masing. Lalu suara parau dan nafas berat itu terdengar di telinga Nara. "Cepet sembuh ya Sein sayang"
...----------------...
Walaupun semalam keduanya tak begitu banyak mengobrol, mengingat Sein yang sedang tak enak badan. Tentunya Nara sudah sangat bersyukur dapat melihat Sein saat itu, mendengar suaranya dengan lirih juga sangat menghangatkan hatinya. Ia khawatir, namun hilang ketika Sein menenangkannya dengan senyuman lembutnya.
"Nar semalam sein telpon?"ujar Maya. mereka sudah bersiap untuk segera berangkat ke tujuan yang lain. Tujuan kali ini adalah mengunjungi perguran tinggi ternama disini. Mereka sudah siap, serta mereka pun sudah di jemput oleh kedua lelaki yang duduk di belakang keduanya itu.
"Woi cepetan, gue mau sarapan. Lama kali" Itu suara Aksara yang dominan suara perutnya saja. Jelas ia berteriak demikian karena perutnya yang sudah keruncungan sebelum ia bangun tidur.
Mereka akhirnya mencapai tempat sarapan di hotel tersebut. Sudah banyak orang disana. ketiganya mengambil makan secukupnya, jangan tanya Aksara bagaimana.
Tentu dia, mengambil makanan segunung. Dengan lauk yang bermacam-macam.
Sungguh tak jarang bagi, ketiganya sedikit menutup mukanya, malu.
"Really ka?"ujar Nara yang menepuk jidatnya pelan. Bian hanya menggelengkan kepalanya pelan.
"Rapopo deh yang penting kenyang"
Ya sesuai perkataannya, ia begitu kenyang setelahnya. Perutnya lebih buncit dari biasanya. Ia berjalan tunggang langgang, diabtin Nara ia kan bolak balik ke kamar mandi sesaat setelahnya.
" gak lama berak-berak nih anak" ujar bian. Hal itu tentu disetujui oleh Maya dan Anara.
Perguruan tinggi yang akan merkea datangi adalah, Universitas Gajah Mada Yogyakarta. Lalu, Universitas Negeri Yogyakarta. Untuk sementara itu yang mereka ketehui. Selebihnya mereka tak tau.
Perjalanan dari hotel tak begitu jauh, namun membutuhkan waktu hampir satu jam. Tentunya karena kondisi di jalan yang begitu padat.
Sesampai disana, mereka diminta untuk berjalan ke arah aula yang sudah disiapkan oleh pihak universitas untuk segera menghadiri penjelasan singkat dari mereka.
penjelasan singkat dari pihak universitas, mengenai program studi apa saja yangg ada di dalamnya. Dan bagaimana minat dan tinggi persaingan di dalamnya.
informasi yang didapatkan oleh mereka begitu menarik dan menambah minta mereka untuk senantiasa berusha agar dapat masuk kedalam universitas ternama ini. Cukup membangun motivasi mereka untuk kedepannya.
...----------------...
Sebetulnya kegiatan di universitas yang lain hampir sama, dan meraka tetap merasa lelah karena harus berpindah dari satu tempat ke tempat yang lain juga. Seperti dugaan ketiganya, aksara tentu bolak balik ke toilet karena perutnya mules.
Sesampainya di hotel, mereka diizinkan untuk beristirahat di hotel. Hari ini tak ada jadwal lain selain istirahat total di hotel. Untuk sementara mereka boleh saja berkeliling namun, harus meminta persetujuan dari pihak sekolah.
Karena perizinan tersebut, mereka berempat berencana untuk berkumpul di satu kamar dan memesan camilan atau makanan serta menonton sebuah film setelahnya.
Nara bertugas untuk mencari minuman apa yang dinginkan keempatnya, walaupun hasil akhir tetap berada di tangan Nara.
Begitupun dengan makanan yang dilimpahkan ke Maya, sedangkan Bian bertugas mencari film yang bagus. Dan aksara mencari cemilan yang enak. Dan cocok untuk menonton film.
"mau horor ga?" ujar Bian, anggukan ragu dari Maya terlihat sekilas oleh bian. Namun ia menganggapnya sebagai setuju.
"serah sih?"jawab Nara yang masih saja fokus mencari minuman.
Singkatnya, Maya, Nara, dan Aksara sudah selesai dengan tugasnya. Sebetulnya filmnya sudah diputar 10menit yang lalu. Dan mereka masih saja fokus sebelumnya jadi tak menyadari hak tersebut sama sekali.
Nara juga menelpon pihak resepsionis agar membawanya ke atas, ia sebelumnya sudah mengatakan ke petugasnya dan meminta tolong disaat mereka baru sampai. Dan mereka menyetujuinya. tentunya bukan hal yang gratis.
"Loh kok aghhh--"Maya berteriak sebelum menyelesaikan ucapannya.
"🤣 hahaha"
Ketiganya tertawa, mereka sungguh tak menyangka jika Maya akan berteriak karena kemunculan hantu yang bahkan belum terlihat. Hanya suara backsound saja yang mengagetkannya.
hampir 30menit, semua makanan dan minuman terkumpul. Begitupun dengan cemilannya.
'Aku bersyukur, tanpa mereka hal ini akan menjadi liburan yang hambar. Banyak hal yang baru aku lakukan serta jam yang fleksibel dari sekolah juga menambah kesenangan kami. Ini sungguh liburan yang berkesan untukku' batin Nara
Setelah menonton film, serta menghabiskan banyak hal bersama. Bian dan aksara tertidur di sana. Dengan beralas lantai dengan selimut yang terpaksa dipakai mereka. Nara dan Maya memakai selimut cadangan yang mereka minta kepihak hotel secara diam-diam.
keduanya tak tega jika harus membangunkannya.
Salam dari Biru si ketos bad boy dan Love My Stepbrother 😄