Lynelle Cheverly, Wanita tangguh. Yatim piatu saat umur 10 tahun. Sejak saat itu dia harus menghidupi dirinya. Tak sengaja dia bertemu dengan Evrard Kenneth orang paling berpengaruh di Prancis, Siapa yang tak kenal dengan pria tampan itu.
Kehidupan Lynelle pun berubah sejak Evrard membawa dirinya ke mansion milik Evrard, kemewahan dan perlakuan khusus mengelilingi dirinya, tetapi sejak kemunculan Dio, sahabat kecil Lynelle semuanya berubah. Pria itu membawa Lynelle pergi dari sangkar emas Evrard. Sejak saat itu kesialan mulai menimpa dirinya, perlahan masalalu Lynelle berdatangan menggoncang mentalnya. Serta penghianat dirasakan oleh Lynelle
Tetapi Evard dengan sigap kembali merengkuh Lynelle, menariknya dari lorong gelap. Menghapus semua luka yang dirasakan oleh wanita cantik itu. Hingga dimana mereka berdua benar-benar meyakini bahwa Cinta telah tumbuh dihati keduanya
Lynelle pun akhirnya dipersunting oleh Evrard, berhasil kah dirinya menghadapi semua masalah?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon NonaTiara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kejutan
11
Lynelle duduk di sofa yang berada di dekat jendela, ada perasaan sedih, kesal, bahagia mendera hatinya. Apalagi melihat Evrard tidak ada dikamar. Apa pria itu benar-benar marah padanya, perlahan ia pun mulai terisak pelan. Baru ia merasakan bahagia, sekarang ada saja yang membuat hatinya sedih
Setelah puas menangis, Lynelle pun beranjak ke walk in closet membuka semua pakaiannya, dan menaruh pada keranjang pakaian kotor. Lalu masuk ke kamar mandi
Dia berendam di bathtub, dicampur dengan sabun beraroma jeruk yang menenangkan, dirasa cukup. Lynelle pun beralih ke shower dan mulai menggosok tubuhnya, setelah selesai membersihkan diri. Lynelle beralih ke walk in closed untuk memilih baju santai
Ruang kerja
Sementara ditempat lain, Evrard duduk dikursi kerjanya. Ia memijat pangkal hidung dengan kuat, sembari memejamkan mata. Dia terpikir oleh Lynelle atas sikapnya, dia hanya tidak mau Lynelle merendahkannya, Yang pria itu mau. Lynelle harus patuh dan juga tergantung, akan dirinya. Dia tidak mau dibodohi seperti dulu. Dia ingin wanita yang mengejar cinta dirinya agar tak meremehkan dia.
Evrard berapih ke laci meja, disana terdapat sebuah kotak persegi panjang, berwarna merah dengan tekstur bludru. Ia membuka kotak itu, tampak sebuah kaling dengan liontin berbentuk bunga matahari, dia ingin memberikan ini pada Lynelle saat usianya genap 20 tahun.
Tak terasa waktu menunjukan pukul tujuh malam, Lynelle pun mematikan TV dikamar, lalu melangkah keluar menuju ruang makan.
Ting
Lynelle terpaku ditempat setelah keluar dari lift, tampak dari ruang tamu sampai pintu utama dihiasi berbagai dekorasi pesta, dengan bunga matahari yang indah. Ia tercengang memandangi.
Siapa yang ulang tahun, apa pria dingin itu
Pikir Lynelle, ia melangkah pelan mendekati meja yang sudah didesain sedemikian rupa, nampak sebuah kue berukuran besar dengan hiasan cantik, tertulis namanya. Apa ini untukku?
Tap
Tap
Pelayan mulai berdatangan dengan penampilan berbeda, juga beberapa pengawal berkumpul dibelakang Lynelle.
"Kau suka Cheri?"
"Kak, apa ini untukku?"
"Tentu sayang, bagaimana?
"Bagaimana kau tahu?"
"Apapun tentangmu aku tahu, maaf telah marah padamu"
"Tak apa kak, terima kasih"
"Ayo kita mulai acaranya" Lynelle pun mengangguk
Acara ulangtahun pun dimulai, walau tak dihadiri oleh teman atau saudara, tetapi Lynelle tetap bahagia. Karna banyak pelayan dan pengawal Evrard. Pun pestanya sangat meriah. Lynelle memotong kue ulang tahun miliknya, dan menyerahkan pada Evrard, lalu dia memotong lagi diserahkan pada Meyya sang kepala pelayan
"Terima kasih, nyonya muda" ujar Meyya sembari tersenyum tulus
"Sama-sama Mere"
"Cheri, suapi aku" Lynelle pun tertawa dan mulai menyuapi tuannya itu
"Sayang, ini hadiah untukmu" ucap Evrard menyodorkan sebuah kotak berwarna merah
"Terima kasih, aku buka ya" Evrard pun mengangguk. Lynelle membuka pita yang menghiasi kotak itu. Perlahan Lynelle membuka kotak dengan jantung berdebar
"Ap-a ini untukku?" Lynelle tercengang melihat kalung mewah berliontin bunga matahari. Pasti harganya mahal kan. Pikirnya
"Iya, kau suka"
"Sini aku pakaikan" Evrard pun menyibak rambut panjang Lynelle, ia mulah memasangkan Kalung pada leher jenjang wanitanya. Sesekali pria itu mencium tengkuknya
Lynelle menyentuh kalung itu, ia sangat bahagia
"Terima kasih"
"Sama-sama sayang"
"Kalian boleh nikmati hidangan ini, kalau ingin kue. Potong saja" ucap Evrard pada bawahannya
"Baik, terima kasih tuan" ucap mereka serentak
"Ayo sayang kita duduk di sofa"
"Eum"
Lynelle kemudian menikmati makanan serta minuman yang disediakan oleh pelayan, ia senang sekali. Sampai senyum tak pudar dari bibir mungilnya. Lynelle mencicipi beberapa kue coky, dan keju kesukaannya. Juga eskrim. Evrard pun memberikan Lynelle boneka beruang besar berwarna pink.
Setelah itu, Evrard mengajak Lynelle untuk makan malam. Setelah nya Evrard membawa Lynelle ke dalam kamar. Karena waktu menunjukkan pukul setengah 11 malam. Sudah waktunya untuk mereka tidur.
Lynelle memeluk boneka pemberian Evrard, rasanya istimewa bila diberi oleh orang special, mungkin kah Lynelle perlahan membuka hati untuk pria itu. Entahlah.
Sementara Evrard, memeluk Lynelle dari belakang, dengan mesra.
Hari ini Lynelle libur kuliah, Evrard menemani Lynelle jalan-jalan, berbelanja kebutuhan wanitanya, dan mengajak Lybelle ke tempat-tempat yang belum ia ketahui. Evrard membelikan Lynelle banyak barang. Seperti baju, sepatu, aksesoris rambut dan lain sebagainya.
Evrard mengajak Lynelle makan di restoran, ia berbincang hangat dengan wanita itu. Sembari menyantap makanan mereka
"Kak, apa uangmu tak akan habis. Kau membelikan banyak barang untukku"
"Uangku tak akan habis sampai 70 turunan" ucap Evrard dengan sombongnya
"Kau lupa, aku ini siapa"
"Iya iya, CEO tampan dan kaya raya" ucap Lynelle sembari mencebikan bibirnya
"Sudah, habiskan makananmu"
Evrard mengajak Lynelle ke taman, ia menceritakan tentang kehidupan saat masih kecil
"Berati Mere Meyya, sudah lama bekerja padamu?
"Ya, sejak aku masih kecil. Dia setia pada keluarga kami, walau keluargaku tak kaya. Aku menganggapnya sebagai keluarga, bukan pelayan, saat aku terpisah dari keluarga pun. Dia yang mengurus aku, merawat serta memberikan motivasi dan semangat. Apapun masalah yang menggangguku aku ceritakan padanya. Walau aku memberi jarak pada wanita itu"
"Pantas saja, beliau memang manusia berhati lembut ya" cicit Lynelle
"Iya"
"Apa bu Meyya kenal mantan kakak?"
"Mantan, siapa?"
"Kalau tidak salah, namanya Zia"
"Oh, wanita itu. Kenal, dulu aku pernah membawanya ke rumah" perlahan wajah Lynelle berubah murung. Ia sedih ternyata bukan wanita pertama yang dikenal kan.
"Sudah hampir malam, kita pulang"
"Iya"
Lynelle menekuk wajahnya, *hah kenapa juga aku mengharapkan sesuatu yang mustahil*gumamnya dalam hati
"Sayang kau masuk duluan, aku ada urusan sebentar. Tunggu aku dikamar ya"
"Iya, hati-hati"
Lynelle pun merasa sebal, ia menghentakkan kakinya pada lantai, sampai-sampai para pelayan bingung atas aksinya
"Enak ya, jadi pelacur. Dapat barang-barang mahal, cuma tinggal ngangkang saja" ucap Raya sang pelayan. Lynelle pun bingung atas ucapannya
"Iri, bilang dong haha" ucap Lynelle sembari berlalu
Raya pun menghentak kakinya
"Sudahlah Ra, kau apa-apaan sih. Jika tuan tahu bagaimana, kau bisa dihukum" ucap Bia
"Aku benci gadis itu, aku yang lebih dulu tinggal disini tetapi kenapa dia yang memiliki tuan"
"Sadar diri saja, muka kau pun kalah jauh dengan Nyonya" ucap Pierre
Mereka pun gelagapan, karena kepergok sang asisten tuannya. Mereka membubarkan diri. Sementara Pierre hanya menggelengkan kepalanya. Dan menuju ruang pribadi pria itu
"Hallo tuan, nyonya diganggu oleh pelayan yang bernama , Raya"
"Ya, nyonya menanggapi dengan santai. apa aku harus menghukumnya?
"Baiklah tuan, sampai ketemu di markas"
Pierre pun meletakan ponsel diatas meja