Indonesia
NovelToon NovelToon
THE QUEEN'S RETURN

THE QUEEN'S RETURN

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Reinkarnasi / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:5.4k
Nilai: 5
Nama Author: Senja_Puan

Clarissa Pratama, istri lemah dari Dominic sang pewaris klan elit, selalu menjadi korban fitnah kejam Helena yang mengincar posisinya. Namun, setelah insiden fatal yang hampir merenggut nyawanya, tubuh Clarissa tidak lagi sama. Jiwa Ratu Victoria, seorang penguasa tangguh dari masa lalu, terbangun di dalam dirinya. Bagi Victoria, intrik domestik klan Pratama hanyalah permainan amatir. Dengan kecerdasan tajam dan wibawa mutlak, Clarissa yang baru mulai membalikkan keadaan. Ia mematahkan setiap perangkap Helena secara elegan, membuat Dominic terpikat sekaligus curiga. Sang Ratu telah kembali, siap mempertahankan mahkotanya dan menghancurkan siapa pun yang berani mengusik ketenangannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Senja_Puan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 11. Ujian dibalik Derai Hujan

Gema kehebohan skandal di koridor mendadak surut, digantikan oleh deru angin malam dan guyuran hujan deras yang menghantam dinding kaca hotel bintang lima tersebut. Kilatan petir menyambar beruntun, membiaskan cahaya perak mencekam ke dalam ruangan VIP yang tegang dan dingin.

Kakek Silas duduk kaku di kursi kebesarannya, memegangi kepala tongkat naga dengan jemari yang memutih. Di luar teras privat yang basah kuyup, Helena bersimpuh di atas lantai batu yang licin. Gaun malam mewahnya yang terkoyak kini basah melekat di tubuh, sementara rambut mewahnya terurai berantakan diterpa badai.

Air matanya bercampur dengan bulir-bulir hujan yang menghantam wajahnya tanpa ampun, namun ia menolak bergeming. Ia tahu, sekali ia melangkah pergi, seluruh akses dan sisa harga dirinya di lingkaran klan Pratama akan hancur lebur.

"Kakek! Dominic! Tolong dengarkan aku!" seru Helena dari balik pintu kaca, suaranya parau dan melengking, bersaing ketat dengan gemuruh petir yang membelah langit.

Di dalam ruangan, Dominic berdiri mengepal di dekat jendela. Rahangnya mengetat, aura tubuhnya liar dan tidak tenang. Pandangannya terkunci pada sosok Helena yang terus menggigil hebat di bawah siraman air hujan.

Bagaimanapun, Helena adalah sahabat masa kecilnya—wanita yang dibesarkan bersama dengannya dan merupakan putri dari rekan bisnis kepercayaan Pratama Group. Melihat wanita itu terpuruk bagai sampah di luar sana memicu konflik batin yang membakar dadanya.

Dominic berbalik tajam, menatap sang patriark. "Kakek... hujan semakin ganas dan badai makin memburuk. Kesehatan Helena bisa terancam jika dibiarkan di luar. Biarkan dia masuk sebentar, setidaknya sampai badai reda!"

Kakek Silas tidak bergerak sedikit pun. Matanya terpejam rapat, memancarkan kedalaman kemurkaan yang tak tersentuh.

"Orang yang membawa cacing dan kehancuran ke dalam rumah kita tidak berhak mendapat tempat berteduh, Dominic! Perusahaan keluarganya sudah diputus malam ini, dan keputusanku bulat!"

"Tapi dia bisa mati kedinginan di luar, Kakek!" gertak Dominic, suaranya meninggi menembus keheningan ruangan.

Ketegangan di dalam aula mendadak memuncak. Didorong oleh rasa tanggung jawab masa lalu dan sisa empati yang tersisa, Dominic menentang perintah Kakek Silas. Tanpa memedulikan pandangan tajam sang kakek, Dominic berbalik dan melangkah lebar menuju pintu teras luar dengan amarah yang membumbung.

Helena, yang melihat sosok Dominic berjalan menerobos tirai hujan melalui kaca yang remang, menyadari secercah harapan terakhirnya. Sudut bibirnya yang gemetar menyunggingkan senyuman licik dan penuh kemenangan di balik tangisnya.

Sebelum tangan Dominic menyentuh gagang pintu, Helena dengan cepat sengaja membiarkan tubuhnya melemas total dan ambruk terlentang di atas lantai batu yang basah—memainkan kartu terakhirnya: berpura-pura pingsan akibat hipotermia dan tekanan batin.

"Helena!" teriak Dominic histeris. Ia mendobrak pintu teras, menembus badai tanpa memedulikan jas mewahnya yang basah kuyup, lalu dengan tergesa-gesa merengkuh tubuh Helena yang dingin ke dalam pelukannya.

Sementara itu, di dalam ruangan yang hangat dan kedap suara, Clarissa berdiri sangat anggun di balik jendela kaca. Jubah sutra hitamnya memantulkan kilau lampu kristal dengan begitu memikat. Tidak ada raut cemburu, tidak ada teriakan panik, dan tak ada amarah dangkal di wajah cantiknya.

Dengan gerakan yang teramat halus, Clarissa mengangkat cangkir teh porselennya, menyesapnya perlahan, lalu menatap lurus ke arah Dominic yang sedang menggendong Helena menerobos pintu. Dari balik helai rambutnya yang basah oleh uap teh, Clarissa menyunggingkan senyuman tipis yang teramat dingin, tajam, dan penuh dominasi.

Bagi sang Ratu, kelemahan Dominic pada rasa kasihan murahan ini bukanlah sebuah ancaman. Itu hanyalah umpan segar yang akan membuat panggung eksekusinya mendatang menjadi jauh lebih berdarah dan spektakuler. Permainan baru saja menjadi semakin menarik.

1
Anonim
Lanjutkan
Anonim
Teruskan
atulyaas
semangatt kakk, ditunggu updatenya yaaaa
sangat menarik sekali
Annida Annida
bagus , lanjut tor
nilim
akhirnya up jugaa aku tunggu kamuu kaa 😍, semangat ya kak 🫰
Senja_Puan: Waaah terima kasih kak😍
total 1 replies
nilim
BAGUSS UPP TERUSS😍😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!