Kematian beruntun datang menghantui desa ujung pandang, banyak warga yang meninggal secara mendadak dan akhirnya menimbulkan fitnah kejam di dunia iblis.
Arwah suci bernama Sukma harus membersihkan nama, dia mendapatkan tuduhan keji bahwa dia yang sudah menyebar racun tersebut.
sebab kematian para warga sangat mengerikan dan para dokter juga tidak menemukan ada yang janggal.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon novita jungkook, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 11. Tuduhan
Panik juga bingung karena mereka rasanya sudah berjaga dengan benar Namun ternyata sekarang malah muncul gosip seperti itu sehingga membuat Sukma merasa begitu panik, Purnama menatap mereka semua dengan kemarahan yang begitu besar karena Sukma sendiri sudah diberi tugas untuk berjaga namun sekarang dia justru lalai untuk menjaga kuburan milik Iis.
Tanpa banyak kata lagi maka hari ini juga Purnama segera berangkat menuju makam Iis untuk membuktikan Apakah arwah wanita itu memang sudah bangkit, bersama dengan sang adik maka Purnama ingin membuktikan sendiri agar hati ini juga lega dan dia segera mendapatkan solusi bila nanti ternyata Iis memang sudah bangkit untuk menebar kejahatan.
Arya sendiri sebenarnya juga penasaran kenapa Iis bisa bangkit dari kuburan tanpa diketahui oleh Sukma yang selalu berjaga di sana, bahkan Arya juga sempat melihat sendiri ketika Sukma tidur di dalam kuburan bersama dengan Iis untuk membuktikan bahwa wanita itu belum bangkit dari kematian untuk balas dendam.
Sekarang semuanya malah menjadi seperti ini sehingga membuat mereka tenggelam dalam pikiran masing-masing, dan yang lebih parah lagi bukan hanya para Manusia saja yang mulai mengeluhkan hal itu kepada ratu ular, ketika Purnama akan keluar menuju kuburan maka dia menjadi kaget setelah melihat puluhan arwah yang telah hadir di depan rumah dia.
''Eh ini mereka mau demo apa di depan rumah kita?'' Arya menatap mereka satu persatu.
''Sejak Kapan pula aku mengurus mereka ini sehingga bisa mengajukan demo.'' Purnama berkata pelan.
''Waduh banyak sekali ini para iblis yang datang untuk menemui kita.'' Maharani juga kaget melihat kedatangan para tamu di depan rumah.
Iblis yang datang semuanya berbagai macam bentuk sehingga membuat Maharani menjadi heran juga, Entah kenapa mereka semua berturut-turut datang seperti ini dengan sorot mata yang penuh kemarahan sehingga membuat Purnama saja merasa heran dengan kelakuan mereka semua, rasanya Purnama tidak pernah mengurus mereka yang ada di alam gaib ini.
''Kami datang karena ingin menuntut kepada dirimu sebagai Ratu agensi ini.'' sundel bolong berkata terlebih dahulu.
''Apa agensi ku ini melakukan korupsi sehingga kau datang untuk menuntut?'' tanya Purnama.
''Bukan begitu, tapi ini tentang member yang kau miliki itu.'' bantah sundel bolong.
''Member mana yang sedang kau bicarakan saat ini?'' tanya Purnama kembali.
''Sukma!'' serentak seluruh para iblis menjawab dan menyebut nama milik gadis itu.
Purnama dan yang lain Saling pandang satu sama lain karena mereka tidak tahu apa sebenarnya yang telah terjadi sehingga para iblis ini ingin menuntut Sukma, rasanya Sukma tidak ada melakukan kesalahan kepada mereka namun sekarang mendadak saja dia harus mendapat tuntutan seperti itu dan bukan hanya dari satu arwah saja.
''Kenapa mendadak saja ingin menuntut dia?'' Purnama langsung maju karena Sukma ada di bawah perlindungan dirinya.
''Kau lihat ini, putra ku mati dan sebentar lagi dia akan musnah karena racun yang Sukma memiliki.'' sundel bolong lain menunjukkan Putra yang ada di gendongan dia.
''Racun Sukma?!'' Arya segera datang mendekat untuk memeriksa.
''Kau lihat ini, Arya! tidak ada yang memiliki racun ini kecuali dia.'' sundel bolong tadi menangis dengan perasaan yang sangat sedih.
''Memang hanya Sukma yang memiliki racun itu karena dia membuat sendiri dan tidak pernah memberikan kepada orang lain!'' ketua sundel bolong kembali buka suara.
''Sukma! Kenapa dia jadi kena masalah akibat racun itu?'' Maharani menoleh kepada Purnama.
''Panggil Sukma sekarang karena aku akan berbicara dengan dia di depan para arwah ini.'' Purnama memberi perintah kepada Maharani untuk memanggil Sukma.
Bisa mereka lihat sendiri bahwa sekarang sudah begitu banyak arwah yang datang dan mereka kelihatan sangat marah kepada Sukma, Arya sendiri memperhatikan anak sundel bolong yang meninggal dunia dan sebentar lagi musnah karena mereka telah menjadi arwah gentayangan sehingga bila terkena racun seperti ini maka kemusnahan akan segera datang dalam hidup mereka.
''Dia awalnya biasa saja namun ketika aku kembali dari berburu makanan, dan di bagian mata mengeluarkan asap berwarna hijau.'' sundel bolong sedikit memberikan penjelasan.
''Lalu Kenapa kau langsung menuduh bahwa itu adalah racun dari Sukma?'' Arya bertanya sambil menaikkan alis sebelah.
''Ya karena hanya Sukma saja yang memiliki racun ini.'' jawab ketua sundel bolong dengan emosi tinggi.
''Belum tentu dia terkena racun Sukma karena kalian saja tidak mengetahui secara pasti kematian bocah ini.'' Arya masih terus saja membantah.
''He pangeran gila, Kau boleh saja membela member itu namun setidaknya lihat juga keadaan kami yang terluka karena ulah dia!'' Ibu sundel bolong berkata dengan marah.
''Aku prihatin dengan nasib anak yang kau miliki ini Namun bukan berarti kau bisa menuduh Sukma seperti itu.'' Arya berkata dengan tegas.
''Bila Pangeran ular tidak percaya maka mari kita lakukan tes dan buktikan apakah ini racun dari Sukma atau tidak.'' genderuwo memberikan jalan tengah kepada mereka yang sedang berdebat.
Ibu sundel bolong sama sekali tidak terlihat takut karena dirinya merasa benar dan apa yang dia katakan itu adalah fakta, Jadi mesti sekarang mereka mengajak dia untuk membuktikan maka tidak ada rasa takut di dalam hati ini dan dia siap saja untuk menerima konsekuensi bila ternyata ini semua hanya tuduhan Semata.
''Kau lihat sendiri sekarang apakah itu memang racun yang kau miliki atau bukan!'' Purnama memberi perintah kepada Sukma.
''Jangan sampai kau mengelak Karena aku tahu bahwa dirimu itu masih berbalut dendam kepada semua orang.'' Ibu sundel bolong berkata dengan sengit.
''Kau diam!'' bentak Arya karena sejak tadi dia terus saja mengoceh.
Sukma segera berjongkok untuk memeriksa sendiri apakah itu memang racun yang dia miliki atau bukan, namun sesaat dia kembali tertegun ketika menyadari bahwa Itu semua memang benar dan anak sundel bolong itu meninggal dunia karena racun yang dia miliki, semua arwah juga tahu bahwa Sukma memegang racun itu sendiri.
''Ha kau lihat kan bahwa itu memang racun yang dia miliki.'' ketua sundel bolong segera menendang bahu Arya.
Buaaaak.
''Hei, Pangeran kami sama sekali tidak bersalah sehingga kau tidak sepatutnya menjatuhkan tangan seperti itu!'' Sukma berteriak karena dia tidak terima.
''Diam, kau harus bertanggung jawab kepada rombongan kami karena telah membunuh anak ini.'' ketua sundel bolong berkata dengan sangat emosi.
Purnama masih diam saja karena dia tidak tahu harus bagaimana untuk mengurus tentang masalah itu, ada rasa tidak percaya di dalam hati karena dia tahu sendiri bahwa Sukma tidak mungkin melakukan hal seperti itu untuk membunuh arwah lain hanya demi kesenangan saja.
Selamat siang, jangan lupa like dan komentar kalian semua buat cerita autor Novita Jungkook ya.
penasaran siapa ya yg sudah membangkitkan arwah iis🤔
sudah ku duga pasti member usil ini👻