Kinara adalah gadis simpel dan sederhana. Kesehariannya hanyalah kuliah dan berkerja paruh waktu untuk membiayai pendidikannya. Dengan kesederhaannya itu mampu membuat pria muda sukses dan kaya raya jatuh hati padanya.
Suho park presdir GY Group tergila-gila padanya, sampai mau melakukan apapun untuk membalas penderitaan yang dialami kirana selama ini.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Keputusan kinara (part 1)
Sekertaris tom menerima berita yang membuatnya terkejut sekaligus senang.
Apa ini yang dinamakan jodoh? Apa ini yang dinamakan takdir Tuhan.
Tuan muda pasti senang mendengar kabar ini. Sekertaris tom
"Tom" tuan muda
"Iya tuan, apa ada yang anda butuhkan?" tom
"Kamu yang kenapa, senyam senyum sendiri menatap layar hp. Sudah gila ya" tuan muda
"Tuan kalau mendengar kabar ini pasti juga senyam senyum sendiri" sekertaris tom
"Memang ada kabar apa? Cepat katakan" tuan muda
Sekertaris tom sengaja membuat tuan mudanya jengkel dengan tidak segera memberitahu kabar yang ia dapatkan.
Kapan lagi coba mengerjai tuan begini. Tom terkekeh
"Tom jangan buat aku marah, cepat katakan" tuan muda
Tuan muda sudah terlihat jengkel pada tom, namun sekertaris tom hanya tersenyum melihatnya.
Kurang ajar kau tom, beraninya kau membuatku penasaran begini. Tuan muda
"Sabar tuan" tom tersenyum
"Tidak ada kata sabar buatmu tom" cetus tuan muda
"Baiklah, ini tuan lihat sendiri" tom
Tom menyerahkan handphone yang ia pegang tadi. Memutarkan vidio untuk tuan mudanya.
"Tom apa maksudnya ini?" tuan muda
"Ibunda ratna dengan ibu nona kinara dulunya sahabat tuan, dan mereka berjanji ketika mempunyai anak mereka akan menjodohkan mereka. Ibunda memiliki anak laki-laki satu yaitu tuan muda sedangkan ibu nona kinara hanya memiliki anak satu yaitu kinara. Jadi bisa dikatakan anak yang dijodohkan itu adalah tuan muda dan nona kinara" jelas sekertaris tom
Tuan muda yang mendengarkan penjelasan tom terlihat senyum bahagia.
"Apa kinara mengetahui hal ini? " tuan muda
"Tidak tuan, mereka belum membicarakan soal perjodohan pada nona kinara" tom
"Dan lagi nona kinara tidak mengetahui kalau anak dari ibunda itu adalah tuan. Karna ibunda tidak memberitahukan statusnya pada nona kinara tuan" lanjut sekertaris tom
"Kenapa ibunda begitu?" tuan muda
"Entahlah tuan" sekertaris tom
_-_
terlihat keluarga park sedang berkumpul diruang keluarga, sambil menikmati secangkir teh dengan menonton tv.
"Ma" lisa
"Iya sayang?" ibu ratna
"Mama sedang mikirin apa sih? Aku perhatikan dari tadi kelihatan gelisah gitu" lisa khawatir
"mama gak mikirin apa-apa sayang, hanya khawatir saja kakakmu sampai jam segini kok belum juga pulang" ibu ratna beralasan
Aku tau mama tidak khawatir soal kakak, kenapa mama harus bohong sama aku. Lisa
Mobil sudah memasuki halaman rumah utama, tom turun dari mobil dan membukakan pintu untuk tuannya.
Tom berjalan mengikuti tuan muda dari belakang.
Ibu ratna berdiri menyambut tuan muda dengan senyum dibibirnya
"Mama kenapa? Kelihatan gelisah gitu?" tuan muda
"Mama gakpapa suho, hanya khawatir sama kamu. Kenapa baru pulang jam segini?" ibu ratna
"Tadi ada meeting dikantor ma, jadi pulangnya kemalaman" tuan muda
"Ya sudah, kamu mandi langsung istirahat ya" ibu ratna mengusap rambut suho.
Suho tersenyum pada ibu ratna, lalu mencium pipinya sebelum pergi ke kamar.
"Tom, kamu boleh pulang sekarang" tuan muda
"Baik tuan, saya permisi" tom
Suho meninggalkan tom yang masih berdiri ditempatnya. Ia tidak akan pergi sebelum tuan mudanya masuk dalam kamar. Setelah memastikan tuannya tidak terjadi suatu apa pun ia beranjak pergi.
Tom berjalan melewati ruang keluarga, menganggukkan kepala petanda hormat kepada ibu ratna dan lisa.
Setelah itu pamit undur diri.
Ibu ratna naik ke lantai dimana kamar suho berada. ingin rasanya ibu ratna segera menggetuk pintu, namun perasaan ragu kembali menyelimuti pikirannya.
"Ma" suho tiba-tiba membuka pintu
"Ah suho, mau kemana sayang?" ibu ratna
"Ke ruang kerja bentar ma, mau ambil laptop. Mama ngapain disini? Apa ada perlu dengan suho?" suho
"Emm...ada yang ingin mama bicarakan sebenarnya sama kamu, tapi sepertinya kamu sibuk jadi besok-besok saja gak papa" ibu ratna
"Sesibuk apapun suho tetap ada waktu buat mama, jadi mama gak perlu merasa gak enak begitu" suho
suho mempersilahkan ibu ratna masuk ke kamarnya. ia tau kalau ibundanya gelisah sedari tadi.
"mama mau ngomong apa?" suho
"Tapi kamu jangan marah sama mama ya" pinta ibu ratna.
Suho tersenyum dan menganggukkan kepala. Kemudian ibu ratna mulai cerita mulai dari janji sampai perjodohannya.
Suho yang sudah mengetahui itu hanya bisa tersenyum.
"Kenapa aku harus menolaknya ma, bukannya ini yang mama dan tante rani inginkan dari dulu" suho
"Kamu menyutujui perjodohan ini?" ibu ratna
"Iya ma" suho tersenyum
"makasih sayang" ibu ratna memeluk suho, menumpahkan semua rasa sayangnya kepada putranya.
_-_
kinara sampai dirumah dengan mood yang baik, baginua semua berjalan sesuai rencana hari ini. Senyum manis terukir diwajah kinara, sambil melangkah penuh riang ke dalam kamar.
"Nona kinara terlihat bahagia sekali hari ini" ini mbak imah. Orang kepercayaan sekertaris tom yang ditugaskan untuk menjaga kinara dirumah ini.
Mencari informasi tentang semua hal yang berhubungan dengan kinara.
"Mbak imah" kinara tersenyum
"Kenapa nona?" mbak imah
"Hari ini nara seneeeng banget mbak, semua berjalan sesuai yang nara inginkan" kinara memeluk imah. Meluapkan kebahagiaan yang ia rasakan.
"Syukurlah nona, aku ikut senang mendengarnya. Semoga nona kinara selalu senang dan bahagia" imah
"Makasih mbak" kinara
"Ya sudah nona kinara mandi terus istirahat ya, jangan malam-malam kalau tidur" imah
"Iya mbak, makasih yaa" kinara
"Kalau begitu saya pamit keluar dulu nona, selamat malam selamat istirahat" imah keluar dari kamar kinara.
Mengambil ponsel dari sakunya menuliskan pesan singkat kepada seseorang.
Tuan, nona kinara hari ini terlihat sangat bahagia.
Tom yang menerima pesan singkat itu tersenyum senang.
Anda memang pantas bahagia nona, sudah cukup anda bergelut dipenderitaan. Tom
_-_
Sesuai tugas yang diberikan tom padanya, imah hanya melayani kinara. Seperti pagi ini ia hanya melayani kinara seorang.
Imah tidak memperdulikan pandangan tidak suka mama diana dan rasya.
"Nona" imah secepat mungkin menarik kursi untuk duduk kinara
"Mbak imah berlebihan, aku bisa sendiri" kinara
"Tidak nona, ini sudah menjadi tugas saya" imah
"Makasih ya mbak" kinara tersenyum
Ponsel kinara berdering dari dalam saku.
Tumben pagi-pagi tante dewi sudah menelepon, apa apa ya. Kinara
"Siapa sayang" papa hadi
"e...ini tante dewi pa" kinara
"Ada apa pagi-pagi sudah menghubungi, cepat angkat siapa tau penting" papa
"Iya pa" kinara
Mama diana hanya diam tanpa suara, sepertinya ia tidak begitu menikmati sarapan paginya.
Tatapan tak sukanya pada kinara semakin menjadi, apalagi sejak kinara mendapatkan perlakuan khusus dari suaminya.
Dan lebih membuatnya benci, kenapa sampai tuan muda suho park juga ikut memperdulikan kinara.
Sampai harus mengirim mbak imah untuk melayani kinara.
Sepesial apa sih ini anak. Mama diana
Kenapa hanya kinara yang mendapatkan perhatian, sedangkan aku. Rasya mengerutu
Ada hal penting apa dewi menghubungi kinara pagi-pagi begini. Papa hadi