Selamat datang di cerita ku yang terbaru 👍
Nadira Clarisa Subroto adalah gadis cantik berusia 22 tahun yang hidup dengan bergelimang harta tapi dia harus melakukan semua hal dengan sempurna karena dia terlahir dari keluarga yang terpandang di salah satu kota besar di negara ini .
Jonathan Darma Alexandra atau sering di panggil Jona oleh orang terdekat nya , dia adalah sosok pria yang sudah dewasa berumur 32 tahun , Jona adalah orang yang hidup dengan kekayaan yang tak ada habis-habisnya dan anak buah yang banyak tapi untuk mendapatkan hal itu dia bekerja keras selama ini dan semua rintangan harus dia lewati , bukan tanpa alasan Jona ingin menjadi orang kaya , menurut nya dengan kekayaan dia bisa merebut hal yang paling dia cintai di dunia ini .
Siapakah orang itu ???
Apakah hubungan nya dengan Nadira ???
yang penasaran ayo segera baca cerita ku .
Follow my Instagram @pitriwahyuni66
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Miss cute, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
sedikit peduli
setelah dihubungi oleh buk Marta akhirnya Dokter datang ke kediaman Jona .
'' Marta untuk apa dokter Juna datang kesini '' ucap Jona yang melihat mobil Dokter Juna memasuki halaman rumahnya dari balkon kamarnya .
'' Saya yang meminta dokter Juna untuk datang '' ucap buk Marta dari saluran telepon yang ada di ruang kerjanya
'' siapa yang sakit ?? Apa paman yang sakit ? '' ucap Jona sedikit khawatir
'' Nona Nadira membutuhkan dokter karena Nona pingsan dengan keadaan luka yang cukup serius di keningnya ''
'' Tikus itu adalah urusan ku , kenapa kau berani sekali memanggil dokter tanpa memberi tahuku '' ucap Jona sinis
'' Maaf tuan , saya tadi panik melihat keadaan nona yang seperti itu jadi tanpa pikir panjang saya memanggil dokter Juna untuk memeriksa Nona Nadira ''
'' Dimana sekarang Tikus itu berada ??? '' tanya Jona
'' Di kamar tamu tuan ''
'' oke , aku akan ke sana sekarang ''
Jona turun dari lantai 3 menuju lantai 1 tempat kamar tamu berada .
'' Malam Tuan Jonathan '' sapa dokter Juna
'' Malam dok '' jawab Jona
'' Tadi Marta menelepon saya , katanya ada yang terluka di mansion ''
'' iya , Istri ku terpeleset lalu kening nya terbentur di meja , sekarang dia ada di kamar , mari saya antar kan ke sana '' Jona mengarah kan dimana kamar tamu itu berada
di dalam kamar sudah ada buk Marta yang baru saja selesai mengganti baju Nadira yang sudah kotor itu .
'' malam dokter Juna '' sapa buk Marta
'' malam Marta ''
dokter Juna mulai mengobati luka Nadira dan memasang infus untuk Nadira .
'' Bagaimana keadaan nya dok '' tanya buk Marta saat dokter Juna terlihat sudah selesai menangani Nadira
'' Kondisi nya lemah , seperti nya dia kelelahan dan kekurangan asupan nutrisi dalam tubuhnya , dan juga dia mengalami dehidrasi , Nona juga cukup banyak mengeluarkan darah dari lukanya , Saya sarankan untuk Nona istirahat total selama 1 Minggu , berikan obat yang sudah saya resep kan ini sampai habis dan jangan lupa jika Nona sadar berikan dia makanan yang cukup untuk memulihkan kondisinya dengan cepat '' ucap dokter Juna menjelaskan
'' Baik dok '' ucap buk Marta
'' tuan Kalau begitu saya pamit '' ucap dokter Juna
'' silakan dokter , maafkan merepotkan dokter karena memanggil di malam hari '' ujar Jona
'' ini sudah tugas saya sebagai dokter pribadi di mansion ini '' ucap Dokter Juna
buk Marta mengantarkan dokter Juna untuk ke luar .
Jona duduk di tepi ranjang dan memperhatikan Nadira yang sedang lemah tak sadarkan diri .
'' Aku tidak mengerti dengan perasaan ku , kenapa aku tidak senang jika melihat mu seperti ini ? '' ucap Jona
tiba-tiba napas Nadira memburu , alisnya berkerut , tangannya gemetar gelisah
'' ada apa dengan nya '' gumam Jona
'' kakak Nadira takut '' gumam Nadira terdengar oleh Jona
'' Ada apa dengan gadis ini ? '' Jona menempelkan punggung tangannya di dahi Nadira '' Dia demam '' gumam Jona
secara refleks Jona mengambil alat kompres untuk Nadira , dengan cekatan Jona mengisi mangkuk itu dengan air , mencelupkan handuk kecil ke dalam air itu dan memerasnya lalu dengan hati-hati meletakkan handuk kecil itu di dahi Nadira agar tidak mengenai luka Nadira yang ada di keningnya .
'' tikus kecil yang merepotkan , kenapa aku jadi peduli padanya '' ucap Jona yang masih setia duduk di tepi ranjang
sampai jam 1 pagi Jona terus menjaga Nadira yang sedang demam .
'' Aku rasa demamnya sudah sedikit reda '' ucap Jona setelah mengecek kembali suhu badan Nadira
'' uahemmm '' Jona menguap berkali-kali ,
karena sudah sangat lelah Jona akhirnya terlelap di sofa kamar itu
...*****...
Pagi yang cerah pun tiba , Jona bangun terlebih dulu .
Jona meregangkan otot-otot tubuhnya yang kaku karena tidur di sofa kemarin malam .
'' Tikus ini kenapa belum bangun juga ? , apa dia mati '' ucap Jona
tok tok tok
pintu kamar tamu itu di ketuk oleh seseorang
'' Siapa '' teriak Jona
'' ini saya Marta Tuan , saya sudah menyiapkan keperluan tuan '' jawab Marta dari luar
'' iya '' jawab Jona singkat
Jona membuka pintu dan sudah mendapati Marta masih berdiri di depan pintu .
''Selamat pagi Tuan '' sapa buk Marta
'' pagi '' jawabnya malas '' urus gadis pelayan itu , pastikan dia masih hidup aku belum puas bermain dengan nya '' ucap Jona
'' baik Tuan '' jawab buk Marta
'' tuan bukannya belum puas tapi tuan khawatir dengan nona Nadira '' gumam buk Marta setelah kepergian Jona
...****...
'' Ehhh '' lenguh Nadira tersadar dari ketidaksadaran nya yang cukup lama
'' Nona , Apa anda baik-baik saja ? '' tanya buk Marta yang sudah standby disana menjaga Nadira
'' Aku kenapa di infus seperti ini ?? '' tanya Nadira
'' Nona pingsan kemarin karena tuan mengurung Nona di gudang '' jawab buk Marta
Nadira mengingat kembali kejadian yang membuat dia takut setengah mati di dalam gudang itu .
'' Nona , lebih baik makan dulu , ayo saya suapi '' buk Marta menyuapi Nadira seperti anaknya sendiri
Nadira dengan senang hati membuka mulutnya menerima makanan yang nampak lezat itu
'' bagaimana apa nona suka '' tanya buk Marta
Nadira hanya mengangguk kan kepalanya karena mulutnya penuh dengan makanan
Setelah selesai makan Nadira yang di bantu oleh buk Marta sedang membersihkan tubuhnya yang sudah sangat lengket .
'' Nyonya , Siapa laki-laki paruh baya yang sering ikut makan saat tuan ada di meja makan , aku hanya melihatnya saat tuan ada di mansion tapi saat tuan tidak ada pria itu juga tidak ada '' tanya Nadira
'' dia paman Ali namanya , dia adalah paman nya tuan Jona , dia memang suka keluar rumah untuk mengurus suatu kepentingan tapi saya juga tidak tahu hal apa yang di urus olehnya , saya ingatkan jangan membuat masalah dengan paman Ali karena Jona sangat menyayangi nya jika Nona membuat masalah denganTuan Ali , tuan Jona tidak akan mengampuni Nona '' ucap Marta mengingat kan
'' Apa paman Ali saja Keluarga yang tuan punya ?? aku tidak melihat mama dan papa dari tuan '' tanya Nadira lagi karena dia sama sekali tidak mengenal siapa itu Jonathan Darma Alexandra
'' setahu saya Ayah dari tuan Jona sudah meninggal dunia tapi untuk ibu dari tuan saya juga kurang tahu karena tuan tidak pernah membahas tentang hal itu '' jawab buk Marta
'' kenapa tuan begitu misterius ya '' ucap Nadira
'' Nona harus berusaha meluluhkan hati tuan agar Nona bisa mengenal Suami Nona dengan lebih baik ''
'' bagaimana aku bisa mengenal nya dengan baik , tuan selalu menyiksaku karena kesalahan yang tidak ku sengaja bahkan saat aku tidak salah pun aku juga di marahi olehnya , dia sungguh menakutkan '' ucap Nadira
'' hahahaha, Tuan tidak semenakutkan itu Nona ''
'' Aku menjadi semakin takut karena kejadian kemarin '' ucap Nadira
Nadira tidak pernah mendapatkan perlakuan seperti itu sebelumnya maka dari itu Nadira sungguh ketakutan dengan Jona , mungkin jika dia bertemu dengan Jona dia akan kabur terbirit - birit seperti melihat hantu
happy reading guys 😘
dukung aku dengan cara like comment and vote 👍
thank you guys 😘
sehat selalu semuanya 🥰
ILY 3000
Tolong dukungan karya terbaru Author yang berjudul Bintang kecil ku.
Ayo segera cek untuk mendapatkan cerita yang lebih menarik.
Terimakasih atas dukungannya selama ini🙏