Indonesia
NovelToon NovelToon
Bound To Your Heart

Bound To Your Heart

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Ketos / Diam-Diam Cinta
Popularitas:265
Nilai: 5
Nama Author: Junita Aisyah

Mencintai sang wanita walaupun wanita punya seseorang yang di cintai nya, tapi dia tetap mencintai sang wanita, dan sang wanita tau kalo dia di cintai, hanya saja dia mempunyai kekasih……


“Kamu selingkuh?….

PLAKK!!

Menampar sang kekasih

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Junita Aisyah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

11

Lilis sama rosyi masuk kelas melihat jenisa sama jiandra dan Taevin di kursi paling belakang, lalu mereka mendekati mereka.

“Pantasan pada gak mau ke kantin!!” Rosyi natap jenisa tapi respon jenisa bodo amat dia hanya menikmati makanan nya

“Sayangg! Tatap aku!” Rosyi megang kedua pipi jenisa

“Kenapa kamu gak mau ke kantin tapi makan di kelas? Hah?” Rosyi natap jenisa

“Dia baru bangun terus kami ajak makan! Kenapa respon mu berlebih seperti itu!” Ucap jiandra natap rosyi

“Siapa yang mau mendengar kan mu!” Ucap rosyi kesal

”apa karena alasan itu juga mereka seperti itu sama ku?” Jiandra natap jenisa

“Hmm” ucap jenisa

“Memang benar! Aku memang kejam!” Jiandra ngangguk

“Apa yang kalian bicara kan?” Lilis natap mereka

“Bukan apa-apa!” Ucap jiandra

“Makan!” Jenisa natap rosyi lalu menyuapi nya dan rosyi tentu terima aja lalu meminum air jenisa

“Memang enak!” Ucap rosyi senyum

“Tapi kamu tau! Di kantin menu nya baru-baru hari ini!” Ucap rosyi

“Karena acara baris semua murid pada hadir! Tentu pihak kantin memanfaatkan situasi demi keuntungan” ucap Taevin yang asik makan juga

“Iya sih ya!” Ucap rosyi

“Tapi makanan ini tidak ada di kantin!” Rosyi natap makanan jenisa sambil bingung

Jiandra juga bingung

“Aku yang masak!” Ucap Taevin bikin kaget rosyi sama jiandra apalagi Lilis

“Wahh! Perhatian nya!” Ucap jiandra mencoba makanan Taevin

“Aku juga!” Lilis mengambil makanan dari jenisa

“Mmm kamu hebat masak!” Ucap Lilis natap Taevin

“Hmm” ucap Taevin ngangguk

_____

Pulang sekolah

“Semua OSIS! Rapat!” Jenisa berdiri natap para OSIS

“Juanda! Panggil OSIS junior!” Taevin jiandra

“Baik” Jiandra lalu pergi

“Kalian rapat?” Lilis natap rosyi

“Yaa! Mau ikut?”

“Orang luar tidak boleh ikut!” Taevin natap rosyi

“Gak papa! Aku pulang duluan aja! Aku juga ada kegiatan!” Lilis senyum lalu pergi

“Ayok!” Jenisa natap mereka yang OSIS

Sementara di keluarga Rosyi kakak sama keluarga nungguin rosyi buat sarapan bareng

_______

Selesai rapat

“Mau ku antar pulang aja?” Rosyi natap jenisa

“Baik” jenisa ngangguk

“Sekalian aku makan siang di rumah mu hehehe” Rosyi meluk tangan Jenisa

“Kenapa? Kamu bosan kerumah ku?” Ucap jessi

“Besok aku kerumah mu! Aku juga kangen masakan mama mu” ucap rosyi

“Baik-baik”

“Pulang bareng?” Jiandra natap Jessi

“Jangan mau! Nanti kamu di tinggalin lagi tengah jalan!” Ucap rosyi kesal

“Tidak akan!”

“Siapa yang percaya!” Ucap jenisa

“Kalo saya tinggalin mobil ku ku jual!” Ucap Jiandra

“Udah ayok!” Jessi natap jiandra

Mereka lalu pergi ke parkiran

Di dalam mobil

“aku minta maaf” Juanda gak berani natap Jessi

“Minta maaf apa?” Tanya Jessi

“Yaa karena perilaku ku sama mu slama aku pacaran” ucap Jiandra

“Gak papa”

“Selamat ya! Semoga langgeng! Kamu senang aku juga senang!” Jiandra senyum

“Makasih” Jessi dia gak tau apa harus senang atau tidak, di satu sisi dia sama Juan hanya mencoba-coba di satu sisi dia sangat menyukai Juan tapi tidak berani buat bilang

_____

Saat sore hari Rosyi pulang dan Resti menarik tangan rosyi ke meja makan yang mana makanan tadi siang dingin jadi mama nya memasak makanan yang baru lagi hanya nunggu rosyi buat makan.

“Kita harus makan bareng!” Ucap Resti senyum

“Aku udah makan tempat jenisa” rosyi mau berdiri di tahan resti

“Apa kamu marah?” Resti menahan tangan rosyi

Tapi rosyi hanya menepis tangan Resti lalu pergi masuk kamar dan Sekeluarga hanya terdiam dan pergi ke kamar masing-masing, mama di kamar menangis di tenangin papa nya, dan resti apalagi, di kamar nya ada foto berukuran besar di pajang di kamar nya, foto waktu kecil nya sama rosyi yang tertawa riang berdua sambil megang kembang api.

Sementara Lilis dia masuk kamar Arvin lalu Arvin yang liat kakak nya dia langsung guling ke kasur karena tau kakak nya datang pasti mau membaca kan dongeng untuk nya, dan Lilis duduk di sisi ranjang Arvin buat membacakan dongeng untuk Arvin, Saat tengah membaca Lilis mendengar suara nangis, Arvin juga mendengar nya, mereka berdua sama noleh di ranjang samping tempat liam tidur, Lilis menyimbah selimut Liam dan benar Liam menangis.

“Kamu kenapa?” Tanya Lilis

“Aku iri sama Arvin!” Liam duduk menatap Lilis

“Hah?” Lilis heran

“Orang tua ku Slalu sibuk Mereka tidak pernah menyuapi ku mengajak ku jalan-jalan, bermain bersama, bahkan membacakan dongeng” Liam menangis natap Lilis, Lilis pun memeluk Liam

“Baik! Mulai sekarang! Kakak lilis adalah kakak kalian berdua! Dan Arvin adek kamu! Kalian tidur satu kasur! Ayok! Biar kakak bacakan dongeng” ucap Lilis

“Benar kah?” Liam menatap Lilis

“Benar!”

Arvin ngasih catatan ke Liam

Aku juga menganggap mu kakak ku mulai sekarang!

Liam memeluk Arvin lalu mereka tidur di kasur Arvin dan Lilis duduk di samping mereka membaca kan dongeng, Liam sangat senang

Besok hari nya

Mama masuk kamar Liam dan kaget, Liam sama Arvin mandi bareng, Liam sama Arvin keluar kamar mandi bareng sambil senyum dan ketawa bareng, dan Liam membantu Arvin mengelap rambut Arvin, Liam memang masih sangat kecil tapi dia udah biasa rawat diri, dia sangat mandiri.

“Ma! Aku bantu Adek mandi!”

“Adek?” Mama ketawa kecil

“Benar! Mulai sekarang! Dia adek ku!” Ucap Liam senyum

“Bagus sekali! Mama juga akan panggil dia adek!” Mama senyum ngelus kepala Arvin sama Liam

“Biar mama bantu pakai seragam!” Mama natap Arvin

Arvin natap mama

Kenapa kata mama aku gak bisa ketemu mama? Apa mama gak mau sama aku lagi?

Catatan di kasih Arvin membuat mama terdiam, pas Lilis masuk lalu membaca catatan itu, seketika mama sama Lilis saling tatap, liam penasaran lalu ikut membaca

“Bukan kah mama mu udah meninggal?” Liam natap Arvin

“Mulut kamu itu!” Mama Natap Liam

Arvin menulis lagi

Apa itu meninggal? Meninggalkan?

“Bukan meninggalkan sayangg, mama kamu dia lagi mengejar kebahagiaan nya di alam yang berbeda! Dia akan senang kalo Arvin tidak memikir kan nya tapi memikir kan masa depan Arvin! Fokus sama hidup Arvin! Mama mu sangat menyayangi mu, cuma dia harus pergi selama nya” Mama tiri mengelus kepala Arvin

Arvin natap Lilis

“Ini juga mama kita!” Lilis senyum membuat mama tiri kaget mendengar itu

Benar kah?

“Yaa benar! Mulai sekarang dia adalah mama kita! Jadi Arvin punya mama juga papa” Lilis senyum

Arvin lalu meluk mama

“Yaa mama sayang” mama tiri menangis meluk mama

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!