Indonesia
NovelToon NovelToon
Puber Ke-2

Puber Ke-2

Status: sedang berlangsung
Genre:Selingkuh / Cinta Terlarang / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Pelakor
Popularitas:26k
Nilai: 5
Nama Author: Dewi tan

Dalam kegundahan hatinya karena suaminya yang sering pulang malam, Luna menemukan kenyamanan pada sosok Bang Juna, seorang supir yang selalu menemani dan mengantarkan Luna kemanapun.

Hingga cinta tak biasa muncul di antara mereka, cinta terlaŕang yang tidak mungkin bisa saling memiliki, akankah mereka bisa mempertahankan cinta itu, dan apakah rumah tangga yang akan menjadi korban cinta mereka.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dewi tan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tidak Dapat Tidur

Malam itu Ivan nampak tertidur pulas di tempat tidur, Setelah dia mencurahkan isi hatinya pada Luna, dan mengambil sebuah keputusan terbesar dalam hidupnya, dan berjanji akan berubah dan kini akan fokus terhadap keluarganya.

Seharusnya Luna senang akan perubahan sikap Ivan dan keputusan Ivan suaminya itu. Namun entah mengapa Luna jadi semakin berbeban dan tidak ada raut kegembiraan di wajahnya, apakah mungkin dia benar-benar sudah mati rasa terhadap Ivan.

Baru juga beberapa waktu yang lalu seorang wanita datang dan mengaku kekasih dari ivan, bahkan meminta izin padanya untuk menikah dengan Ivan, namun hari ini semuanya nampak berubah drastis, apa yang menyebabkan Ivan mengambil keputusan itu? Kenapa dia tiba-tiba berubah secepat itu? Apakah mungkin Irma telah pergi dari kehidupannya?

Luna kemudian beranjak dari tempat tidurnya, entah mengapa dia merasa kurang nyaman ada bersama dengan Ivan di tempat tidurnya ini, padahal dulu dia sangat merindukan kehadiran suaminya itu, tapi kenapa sekarang tiba-tiba berubah, ke mana rasa itu?

Luna kemudian melangkah perlahan keluar dari kamarnya, sekedar untuk menenangkan pikirannya yang mulai suntuk, dia berjalan menuruni tangga menuju ke arah depan teras rumahnya.

Saat Luna berada di teras depan rumahnya itu, dia melihat Juna sedang duduk di lantai sambil minum Secangkir Kopi yang Kelihatannya sudah dingin.

"Lho bang Juna belum tidur?" tanya Luna yang kemudian duduk di bangku teras depan rumahnya itu.

"Eh Bunda juga belum tidur? Ini sudah malam loh Bun, nanti bunda kurang tidur!" sahut Juna.

"Aku tidak bisa tidur Bang, tidak tahu kenapa!" kata Luna.

"Kenapa Bunda tidak bisa tidur? Bukankah Ayah Ivan sudah pulang? Seharusnya kan Bunda senang, apalagi Ayah Ivan sepertinya sudah kembali seperti semula!" ungkap Juna.

Luna terdiam tidak menjawab lagi perkataan dari Juna, dia tahu sekarang Ivan ada bersamanya, kemungkinan suaminya itu akan kembali seperti dulu, mungkin Ivan mulai menyadari kesalahannya, tapi sekarang masalahnya ada di hati Luna, hati Luna seperti beku terhadap Ivan, entah kenapa.

Justru belakangan ini Luna merasa begitu nyaman mengobrol dan berada dekat dengan Juna, meskipun yang diobrolkan adalah hal-hal yang sederhana, namun itu bisa membuat hati Luna hangat dan memberikan kebahagiaan tersendiri, yang sulit digambarkan dengan kata-kata.

"Bang Juna, kapan ya kita bisa jalan-jalan lagi ke taman kota, makan kuliner di pinggir jalan, walaupun sederhana tapi penuh dengan ketulusan!" tanya Luna.

"Ah Bunda Ini lucu, apa istimewanya makan di pinggir jalan, apalagi orang-orang seperti Bunda yang terbiasa makan dan bermain di tempat yang bagus, kecuali orang-orang seperti saya yang memang makanan di pinggir jalan, yang sudah cukup untuk menghibur dan mengenyangkan!" jawab Juna sambil tertawa.

"Tapi aku suka kok bisa makan bersama dengan Bang Juna, meskipun di pinggir jalan dan di taman kota yang gratisan!" kata Luna.

"Saya senang kalau Bunda senang, nantilah kapan-kapan, siapa tahu kita bisa ke sana lagi!" ucap Juna yang kembali menyeruput kopinya yang tersisa hingga habis.

Luna menarik nafas panjang, dengan dada yang sedikit berdebar, sekilas dia melirik ke arah Juna, walaupun tampilannya sederhana, hanya mengenakan kaos oblong dan celana pendek, namun Luna dapat merasakan betapa nyamannya menyandarkan kepala di dada itu, dada yang memberikannya kehangatan, dan entah kenapa tiba-tiba Luna merindukan semuanya itu.

"Sudah malam Bunda, sebaiknya Bunda masuk kamar dan tidur, supaya Bunda bisa istirahat, sepertinya saya juga akan masuk kamar!" kata Juna.

Juna kemudian berdiri hendak melangkah ke arah taman samping menuju ke kamarnya, yang berada di belakang, namun saat Juna melangkah, tiba-tiba Luna memeluknya dari belakang membuat Juna sedikit terkejut.

"Bunda?"

"Bang Juna sebentar saja, Jujur aku merasa nyaman seperti ini, maafkan aku bang, aku tidak tahu apakah ini adalah efek dari rasa kecewa aku terhadap suamiku!" ucap Luna yang kini menyandarkan kepalanya di punggung Juna.

"Bunda nanti ada yang lihat bagaimana? Saya masih ingin bekerja di sini supaya saya selalu bisa melihat Bunda!" kata Juna.

"Tidak akan ada yang melihat kita bang, semuanya sudah tidur termasuk Ijah, lima menit lagi, aku butuh ini!" sahut Luna.

Juna nampak diam saja, Sepertinya laki-laki itu bingung hendak mengatakan apa, dia membiarkan saja Luna memeluknya dari belakang.

Hingga Luna pun akhirnya menguraikan pelukannya, Juna kemudian langsung membalikkan tubuhnya dan menatap ke arah Luna, hati Luna bergetar saat melihat wajah Juna yang menatap ke arahnya itu.

"Bunda, jujur saya sangat menyayangi Bunda, tapi sepertinya kita harus melihat kenyataan, Bunda sudah memiliki Ayah Ivan, saya juga sudah memiliki Seorang Istri!" ucap Juna.

Entah mengapa ada Butiran bening yang menetes dari bola mata Luna, ucapan dari Juna itu bukanlah ucapan yang kasar atau menyakitkan, tapi kenapa Luna bisa begitu tersentuh dan sedih, apalagi menyadari kalau dirinya memang telah bersuami dan Juna juga adalah seorang Pria beristri.

"Bang Juna, Benarkah Bang Juna menyayangi aku?" tanya Luna yang matanya masih basah oleh air mata.

Perlahan tangan Juna pun menghapus air mata yang masih menetes di bibir Luna, membuat hati Luna semakin menghangat.

"Jujur Sejak saya bekerja di sini, saya sangat mengagumi dan menyayangi Bunda, tapi saya tahu diri, saya tidak layak memiliki perasaan itu, saya cukup melihat Bunda bahagia itu sudah cukup!" ucap Juna.

Tiba-tiba Luna kembali memeluk Juna, Kini dia membenamkan kepalanya di dada Juna, dan Juna pun membalas pelukan Luna, memeluk Luna dengan erat, memberikannya kehangatan dan membelai rambutnya penuh dengan kasih sayang.

"Cukup Bang! Asal Bang Juna sudah menyayangi aku itu sudah cukup, aku sudah cukup bahagia, terima kasih ya bang, terima kasih karena sudah menyayangi juga memperhatikan aku!" ucap Luna.

Juna menganggukan kepalanya, kemudian dia kembali mengurai pelukan Luna.

"Bunda istirahat ya, saya tidak mau Bunda terlalu lelah, Bunda jangan khawatir, saya selalu ada di sini buat bunda!" Kata Juna.

"Terima kasih ya bang, Baiklah aku akan kembali ke kamar, bang Juna juga istirahat ya, Sampai ketemu besok pagi!" jawab Luna sambil tersenyum, kemudian dia berlari kecil dan kembali masuk ke dalam rumahnya lalu menuju ke kamarnya.

Entah mengapa dalam hati Luna ada kebahagiaan yang tersembunyi, yang dia sendiri tidak bisa mengungkapkannya dengan kata-kata.

Apalagi setelah dia mendengar Pengakuan dari mulut Juna, yang mengatakan bahwa Juna menyayangi dia, perkataan itu sanggup membuat Luna bahagia, seolah melupakan semua kesedihan dan sakit hatinya di masa yang lalu.

Setelah sampai di kamarnya, Ivan nampak masih tertidur dengan pulas, Luna pun kemudian membaringkan tubuhnya di samping Ivan, lalu mulai membelakangi Ivan dan memejamkan matanya, berharap kalau malam ini dia mendapat mimpi yang indah.

Bersambung ..

****

1
Mba Wie
Luar biasa
Shifa Burhan
contoh novel dengan pemikiran munafik wanita
*pemeran utama wanita (istri) bebas melakukan bahkan hal menjijikan sekali pun mereka benarkan (munafik)
*sedangkan pemeran utama pria (suami) yang dia lakakukan selalu salah apapun itu (normal, salah ya salah)
*pebinor dipuja2 (munafik)
*pelakor dilaknat (normal)
Daulat Pasaribu
lanjut thor
Jasreena
inget istri d kampung bang
KUNCORO'S Days
Anak Ivan kah??
Irin Sumariyah
lama sekali up nya, nungguin ini, kelanjutannya
Triee Wulandari
alhamdulillah akhirnya up date jg,,
smga up date selanjutnya tdk lama. aamiin
Irin Sumariyah
jangan lama2 update nya kak
KUNCORO'S Days
Kangen Bang Juna nih, lama ga muncul. Gimana kabar Ivan dan Irma, semoga tidak baik-baik saja mereka.😄😄😄😄
KUNCORO'S Days: iyo, Mbak. Rugiiii
total 2 replies
Irin Sumariyah
nungguin, belum up lg
Triee Wulandari
smga Bunda Luna mendapatkan kebahagiaan,, Ivan & Irma ganti mendapatkan penyesalan.
KUNCORO'S Days
Pokoknya ga rela Ivan dan Irma bahagia... apa alasan Ivan merasa tidak nyaman lagi dengan Luna? 😠😠😠😠😠
Triee Wulandari
di tunggu up nya kak
💪💪 ttp semangat
KUNCORO'S Days
Rasanya ga rela kalo Ivan dan Irma dibikin bahagia....
KUNCORO'S Days
Udahlah Luna,ngapain berebut Ivan... jadi gede rasa dia.
Irin Sumariyah
baru baca udah selesai aja.
semangat kak di lanjut lg
Irin Sumariyah
bakalan ramai inih
KUNCORO'S Days
Pengin tahu reaksi Irma saat tahu Ivan kecelakaan...
Christina
lanjut thoor
Hendry Jo
bagus
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!