Indonesia
NovelToon NovelToon
Ruth: Remedy For Sorrow

Ruth: Remedy For Sorrow

Status: tamat
Genre:Crazy Rich/Konglomerat / Kelahiran kembali menjadi kuat / Kontras Takdir / Mengubah Takdir / Karir / Chicklit / Tamat
Popularitas:13k
Nilai: 5
Nama Author: Firefly Tale

🙏🙏MOHON TIDAK MEMBERI BOOMLIKE 🙏🙏

👌Tinggalkan jejak dengan sopan
🍀 Beri dukungan dengan Like, Komen, Sub, Gift dan berikan Rate ⭐5 supaya Author tambah semangat

Spread ❤
Don't hate💔
----------------

Apakah ada obat untuk penyesalan di dunia?

Kembali ke masa lalu membuat Sienna memiliki kesempatan mengubah alur cerita masa depan.

Dengan pilihan yang berbeda, akankah hasilnya tetap berbeda.

Apakah Sienna berhasil mencegah lepuh, duka dan penyesalan kehidupan sebelumnya?

Akankah Sang Takdir berbelas kasih menyambut Sienna untuk mengubah jalanNya?




Notes:

Ruth: Kata yang berasal dari sebuah nama
Jika Kata, berarti duka, penyesalan dan belas kasihan.
Dalam Nama, berarti sahabat, pendamping dan dicintai.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Firefly Tale, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

12 Eve (2)

Sienna mendengarkan pertanyaan tersebut dengan penuh perenungan. Setelah sesaat berpikir, ia menjawab dengan bijaksana, "Dalam banyak kisah tragedi cinta, pilihan yang sulit bagi seorang perempuan untuk menerima pengaturan keluarga untuk dijodohkan atau meninggalkan kekasihnya seringkali dipengaruhi oleh berbagai faktor budaya, sosial, dan ekonomi pada zamannya."

"Dalam beberapa budaya dan masyarakat, keputusan untuk menikah seringkali dipandang sebagai tanggung jawab keluarga dan upaya untuk menjaga tradisi serta status sosial. Perempuan sering kali merasa terikat oleh ekspektasi dan harapan keluarga, dan mereka mungkin merasa bahwa penolakan terhadap perjodohan yang diatur keluarga dapat membawa malu atau mengakibatkan konsekuensi sosial yang berat bagi mereka dan keluarga mereka.".

Setelah Sienna mengemukakan pendapatnya tidak ada jawaban dari Madam Rui. Madam Rui fokus melihat layar tanpa menanggapi, seperti tidak mendengar perkataan Sienna. Melihatnya seperti itu, Sienna tahu Madam Rui tidak puas dengan jawabannya.

Sienna memilih tidak bertanya pendapat Madam Rui, kini matanya pun tertuju pada layar.

Keheningan menyelimuti ruangan, meninggalkan mereka berdua dalam suasana yang hampa. Suara yang bergema dari film yang diputar menjadi satu-satunya hal yang terdengar dalam ruangan yang teduh tersebut. Sienna dan Madam Rui hanya menatap layar, namun tidak ada kata-kata yang terucap dari bibir mereka. Setiap detik terasa berat dan penuh ketegangan, seakan waktu berhenti sejenak.

"Sienna.... " Madam Rui memanggil lembut.

"Hmm." Sienna Hanya menjawab pendek.

Dengan mata yang masih tertuju pada layar, Madam Rui berkata pelan. "Pada dasarnya dunia ini lebih keras pada wanita, Sienna. Jika dihadapkan pada kisah seperti ini, yang dipikirkan orang-orang pertama kali bukanlah kebodohan Dev. Mereka hanya menyalahkan keluarganya, bukan dirinya."

"Sedangkan pilihan wanita seperti Paro. Beberapa akan menyayangkan, beberapa akan sedih. Tapi hasil seperti itu nyatanya diharapkan."

"Namun, jika kita sedikit mengubah alurnya. Kita buat Dev dan Paro menjadi pasangan yang kawin lari, maka penghakiman orang akan berbeda. Pada awalnya orang-orang akan menyanjung keagungan kisah cinta mereka. Lalu meromantisasi perjuangan Dev, memujinya bahwa dialah seorang ksatria, tapi tidak akan ada yang memuji Paro."

"Paro hanya akan dianggap wanita tak bermoral, dia akan dicemooh, keluarganya akan dihina. Semua orang hanya akan mengingat keburukannya, memakukannya pada tiang rasa malu dan akan dianggap sebagai kegagalan pendidikan karakter seorang wanita."

"Kau tahu kenapa, Sienna?" kali ini, tatapan Madam Rui tertuju pada Sienna.

Namun, tanpa menunggu jawaban Sienna, Madam Rui melanjutkan, "Karena tidak akan ada orang yang ingin gadis di keluarganya tumbuh menjadi seperti itu. Bahkan jika ada, mereka akan menyiksanya agar patuh. Tidak jarang gadis seperti itu akan mati. Orang tua dan keluarganya akan lebih memilih dia mati dalam martabat daripada membawa malu." Setelah menjatuhkan kata-kata itu, Madam Rui kembali fokus pada filmnya.

Madam Rui tampak terhanyut dalam alur film, lalu tiba lah pada adegan Paro yang kembali menyanyi.

"Sienna, lihat dia. Ah, cantik sekali. Meski aku tahu nyanyian ini bukan suara aslinya, suara dan penampilannya sangat kompatibel. Sienna, apakah kau tahu? Dia pernah menjadi Miss World, tingginya tepat 170 sentimeter, tapi dia terlihat kecil sekali. Sangat cocok dengan tarian seperti itu." Madam Rui tampak sangat ceria, mulai mengomentari segala hal.

Madam Rui yang seperti ini membuat Sienna lega. Jujur saja, penampilan sebelumnya yang mendung dan kelam membuat Sienna khawatir.

"Madam tidak akan mendorongku untuk belajar tarian seperti itu?" Sienna menunjuk adegan dalam film dan bertanya pada Madam Rui.

"Omong kosong! Tarian-tarian seperti itu dilatih sejak kecil dan berlangsung seumur hidup untuk mengembangkannya. Kau, kau cukuplah belajar balet. Jika nanti kau diundang dalam acara yang harus mengenakan Saree, setidaknya kau tidak akan pusing saat diminta menari berputar-putar." jawab Madam Rui dengan jijik.

Sienna tidak marah dengan tatapan jijik yang diberikan Madam Rui dan hanya menjawab, "Madam, Jika Nona Elena tahu kau menyuruhku berlatih balet hanya agar tidak pusing saat berputar, dia pasti akan marah padamu."

"Heh, kau mencoba memprovokasi hubunganku dengan Elena? Hmm!! Naif sekali." Madam Rui menjawab tidak setuju.

"Sejak awal Elena tahu kau dilatih bukan untuk menjadi penari balet profesional. Tari balet akan menjadi fondasi mu untuk menjaga posturmu." Madam Rui menjawab dan sepertinya memikirkan hal-hal dimasa lalu.

"Apakah Nona Elena bersedia melakukannya? Maksudku, dia begitu bersinar diatas panggung dan dia disini hanya untuk memperbaiki posturku?"

"Sienna, Sienna. Usia Elena hanya 28 tahun dan dia baru saja pensiun menjadi penari. Menurutmu, apa yang sedang terjadi?" Madam Rui menjawab dengan nada yang disayangkan.

"Bukankah dikatakan bahwa Nona Elena cedera dan tidak bisa menjadi penari utama lagi?" jawab Sienna hampir tanpa berpikir.

"Itulah yang dikatakan dan dipercayai dunia luar. Alasan sebenarnya adalah karena Elena terlalu bersinar, dia akhirnya menghalangi langkah banyak orang."

"Di generasinya, dia mulai menjadi penari utama sejak usia 15 tahun, hingga sekarang sudah 13 tahun. Coba kau pikir, sudah berapa banyak generasi penari yang menanti menjadi penari utama kenamaan. Di usia 28 tahun, Elena masih dalam keadaan prima. Tidak masalah tetap seperti itu untuk setidaknya tiga tahun lagi, menurun dua tahun kemudian, lalu pensiun dari panggung dan menjadi orang di balik layar."

"Mustahil bagi Elena untuk melahap semua panggung besar yang ada, beberapa nama telah berulang kali disejajarkan untuk dibandingkan dengan Elena. Nama-nama itu silih berganti, namun posisi Elena tetap kokoh sebagai yang terbaik."

"Semua baik-baik saja jika tanpa perbandingan. Mereka penari yang baik, tapi tetap saja terlalu pucat jika dibandingkan dengan Elena. Karena tidak dapat dibandingkan dalam kemampuan dan bakat, maka hanya bisa menyodok sisi terlemah Elena, latar belakang." Madam Rui sepertinya ikut merasa prihatin dengan apa yang terjadi pada Elena.

"Tahukah kau apa yang mereka lakukan pada Elena?" Madam Rui bertanya.

"Mereka menjebaknya sehingga Nona Elena mengalami cedera, lalu pensiun dari panggung?" tebak Sienna.

"Hampir benar, namun lebih dari itu. Mereka bekerja sama menggunakan berbagai hubungan latar belakang untuk menyingkirkan Elena dari dunia balet. Tidak cukup untuk Elena pensiun, mereka membuat Elena tidak diterima untuk bekerja di balik layar. Bahkan Elena tidak bisa menjadi guru di sekolah balet dengan sedikit prestise. Padahal dengan kemampuan dan sejarah kecemerlangannya, Elena pasti akan diburu sekolah-sekolah balet terbaik di dunia."

"Pilihan terbaik Elena adalah dengan membuka studio baletnya sendiri, namun lagi-lagi mereka mencoreng reputasi Elena dengan mengatakan bahwa Elena tidak profesional karena tetap tampil saat cedera sehingga dikeluarkan dari lingkaran balet."

"Para awam tidak akan tahu kebenarannya, cedera itu adalah bencana buatan manusia. Elena tetap tampil dengan baik, tanpa rumor yang sengaja disebarkan, tidak akan diketahui bahwa penari utama tengah cedera. Jika Elena memiliki sedikit latar belakang, bahkan penampilannya dapat memanen pujian karena kerja keras dan kegigihannya. Tapi semuanya sudah diatur, opini publik hanya menyalahkan Elena." Madam Rui menggelengkan kepalanya tak berdaya.

"Tapi Elena tidak berdamai, untungnya dia bertemu orang baik sepertiku. Sienna, aku yang baik hati dan penolong ini tersentuh dengan dedikasinya pada balet. Jadi, aku membantunya." sampai disini, Madam Rui tertawa lepas.

Sienna tidak percaya dan menjawab, "Sepanjang yang aku kenali, seorang Elena tidak akan meminta bantuan pada orang yang lewat. Jadi hanya kau, Madam, adalah orang yang menawarkan bantuan. Tapi aku tahu, mendapat bantuan darimu hanyalah seperti meminum racun untuk menghilangkan dahaga. Apakah aku benar? Jadi apa yang Elena janjikan untuk membalas budi padamu nanti."

"Sienna gadis bau, huh. Apa kau pikir aku ini penyihir!! Sesekali aku akan dengan tulus membantu orang. Tapi kau benar, Elena si gadis bodoh itu bahkan tidak tahu cara meminta tolong. Semua sel ditubuhnya hanya untuk balet, aku bahkan sempat kesal saat mengorek informasi darinya." Madam Rui kembali kesal ketika mengingat momen itu.

"Aku menjanjikan padanya latar belakang dan dia berjanji akan patuh, hanya seperti itu. Dalam asuhanku, akhirnya dia tumbuh. Dia kini lebih baik dalam menangani hubungan interpersonal dan tidak hanya berfokus pada balet." jawab Madam Rui bangga.

"Ketika aku melihatmu untuk pertama kali, aku cukup terkejut. Ah Ning benar-benar menemukan gadis terlantar dengan tulang bangsawan. Bukankah kau tahu aku sedikit memahami metafisika, Sienna?" tanya Madam Rui.

Sienna mengangguk.

Tentu saja Sienna tahu, sesekali Madam Rui akan menunjuk orang dan menjelaskan karakternya berdasarkan wajah. Sejauh yang Sienna ketahui 80% dapat diverifikasi kebenarannya, 20% tidak diketahui, namun tidak pernah salah. Madam Rui cukup ahli di bidang ini.

"Saat itu aku menilai mu, aku sangat lega dari aura dan unsurmu tidak ada yang bertentangan dengan Ah Ning, itu saja cukup sulit karena delapan karakternya cukup keras pada orang-orang disekitarnya. Aku mengamati tanganmu, mulai dari bentuk, telapak, buku-buku, hingga jari dan kuku. Aku bahkan mengamati arah pusaran di kepalamu. Untuk pertama kalinya, aku merasa bingung. Kau jelas di hadapanku, tapi terasa ada penghalang."

"Aku tidak bisa membaca karakter dan masa depanmu, tapi keberadaan mu dan Ah Ning sangat kompatibel dan saling menyuburkan. Jika aku tidak jelas bahwa kau juga perempuan, aku bahkan mengira kau adalah pasangannya." Madam Rui merasa geli dengan khayalannya sendiri.

"Sampai sekarang, masih terasa ada penghalang." Madam Rui menggenggam telapak tangan Sienna dengan kedua tangannya.

Untuk perkara ini, Sienna mengetahui alasannya. Walaupun seseorang yang mengalami kelahiran kembali masih berada di dalam Triloka, namun dia tidak terikat oleh Lima Elemen. Konsep metafisika dan hukum-hukum alam tidak lagi berlaku baginya. Lebih lanjut lagi, masa depannya tidak ditentukan oleh keadaan alam semata, melainkan oleh pilihan dan tindakannya sendiri yang tak bisa dipahami oleh logika manusia.

Madam Rui dapat membaca sedikit hal dari penghalang ini, hanya memperjelas bahwa kemampuannya dalam metafisika cukup mumpuni.

Masih membelai jari-jari di tangan Sienna, Madam Rui berkata lembut, "Melihat tulangmu aku selalu akan bersemangat, Sienna. Dengannya, meski seseorang tidak memiliki indra yang cantik, sosoknya akan terasa berbeda di kerumunan."

Kini Madam Rui menoleh dan mengamati wajah Sienna, "Ditambah wajahmu dan postur yang dilatih dengan balet. Meskipun nanti kau hanya berdiri, ditengah keramaian dan lalu-lalang. Keberadaanmu akan selalu menonjol. Alasan inilah yang membuat Elena bersedia melatihmu. Kami berdua memiliki kesamaan penilaian estetika."

"Jadi Sienna, Walaupun dokter dan para ahli itu mengatakan batas potensi tinggimu adalah 168, tapi berjanjilah, Kau harus mengusahakan 2 sentimeter itu." mata Madam Rui menatap Sienna dengan antisipasi.

Hati Sienna menghangat saat melihat tatapan penuh harap itu, "Baiklah" jawabnya singkat,

Senyum Madam Rui mengembang saat mendengar jawabannya dan kembali menatap layar. Sienna benar-benar tidak ingin menolak Madam Rui saat ini, meskipun jawabannya ini mungkin akan membuat hari-harinya lebih melelahkan di masa depan.

1
Song Ji Hyo
tebakan Siena bener wkwk
Song Ji Hyo
meresapi banget, kdng smpe ikut ngamuk wkwk
❂Tsukuyomi✧[Hiatus]
iya , Babay madam, sien
Noona Kim
bahasanya keren banget,
Noona Kim
kebanyakan bisanya jdi capek dia
Noona Kim
isinya orang sukses smw
Noona Kim
multi talent bgt sienna
Noona Kim
kaya di Konoha nih haha
Aimi.。*♡🌸
semoga nanti kita bertemu di tempat lain ya, sienna dan madam T_____T
Aimi.。*♡🌸
kok jadi sedih ya T____T we will miss you, sienna dan madam huhu
Aimi.。*♡🌸
impiannya terwujud kayaknya ya...
Aimi.。*♡🌸
udah pernah ngerasain mati siennanya, jadi lebih menghargai keduanya
Noona Kim
apalah daya aku kang rebahan
Aimi.。*♡🌸
berasa di kerajaan2 ya...
Noona Kim
denger2 di cina ga boleh pkek BHS Inggris ya?
Aimi.。*♡🌸
kelas tari perutnya belum jadi ya hahaha
Aimi.。*♡🌸
seenggaknya refrrshing dulu lah ya
Aimi.。*♡🌸
tetap berhati2 sienna
Aimi.。*♡🌸
lebih milih hargain diri sendiri dulu madam
Aimi.。*♡🌸
bakal seru sih ini
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!