Aku masih berusia 17 tahun dan mereka dengan santainya mengatakan niatnya untuk menjodohkanku dengan putra sahabat ibuku. Apakah dunia hanya sebesar daun kelor? Bagaimana tidak. Calon suamiku adalah wali kelasku sendiri! Dimanakah aku harus menyembunyikan wajahku dari anak-anak satu sekolah? Bagaimana mungkin seorang Carlina Deani menikah dengan Krisan Yosia yang adalah wali kelasnya?
Tak pernah terpikir bahwa aku akan kehilangan masa remajaku. Semua orang seusiaku umumnya baru mengenal cinta -meskipun itu cinta monyet, berpacaran, ya menjalani masa penjajakan. Tapi aku sekarang sudah harus menikah? Apakah aku bisa menjadi istri yang baik?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon eunike lia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 12
Gadis itu sedari tadi duduk sambil memandangi hujan yang masih saja betah mengguyur kota Surakarta. Ia merenungkan sebuah keajaiban yang terjadi hingga ia bisa hamil dan bisa kembali menghirup dan melihat indahnya dunia. Ia tak tahu rahasia apa yang Tuhan siapkan baginya. Ia merasa menjadi suami dari Krisan dan juga menjadi calon ibu di usia sangat muda adalah sebuah kejutan. Lalu kejutan apa lagi yang akan Tuhan berikan?
“A lagi dong dek!” katanya sambil membuka mulutnya.
Buset dah si bapak! Dia nggak tahu apa aku udah nggak betah duduk di hadapannya dengan semua mata tertuju padaku?
“Dek. Ah kamu nggak ikhlas!” bentaknya.
“Bukan gitu. Ya elah Mas Krisan –” jawab Carlina sambil menyendok sepotong kecil kentang rebus itu. “– aku masih bingung aja aku kok bisa hidup lagi. Kata Kak Krisna aku udah hampir mati.”
Carlina masih mengaduk-aduk tahu dan kentang rebus itu. Dan dilihatnya Krisan tersedak saat mendengar kalimat isterinya itu. “Kenapa kamu bilang gitu?” katanya setelah berhasil menelan makanan itu dengan susah payah.
“Ya kan aku udah stadium 4, Mas. Mana mungkin juga tiba-tiba sembuh.”
“Yakin kamu mau tahu ceritaku?” tanya Krisan. Carlina mengangguk. “Nanti di rumah ya! Sekarang -a lagi dong!”
“Dek Kris romantis banget!” sahut Retha, rekan kerjanya yang mengampu fisika. “Kamu bikin saya iri lo, Lina!” katanya lagi.
“Mbak Retha ini dulu termasuk salah satu pengagum rahasiaku. Ya kan, Mbak?” tanya Krisan dan dijawab dengan anggukannya.
“Sekarang pun masih.” katanya ringan.
“Wah-wah kayaknya ada yang cari mati ini!” sahut Tia, guru sejarah yang dulu adalah wali kelas Carlina.
“Kok bisa Bu?” tanya Retha.
“La iya. Lina kan isterinya Krisan.”
“APA?!” teriak beberapa manusia di dalam ruangan itu.
“Bu Tia!!” bentak Carlina. “Hancur sudah reputasiku!” gumamnya.
“Ooh makanya dari tadi Carlina bersedia nganterin makanan plus nyuapin kamu ya, dek. Ternyata oh ternyata –”
Baguslah sekarang tidak ada lagi yang harus aku tutupi. Semua sudah tahu kalau aku ini suami sah dari Carlina. Tidak ada satupun yang bisa mengambil dia dariku!
Carlina tersenyum kecut ketika mendengar ucapan Retha. Astaga, gadis itu tidak menyangka hidupnya harus sebegitu rumit dengan menyembunyikan banyak hal dari banyak orang. Dan sekarang setelah semua orang tahu rahasia itu bisa jadi citranya langsung terlihat buruk.
“Kamu makan dong, dek. Dari tadi diaduk-aduk mulu. Kasihan kan itu de–”
“Sstt!” belum selesai ucapannya, Carlina sudah menutup mulut Krisan dengan tangannya. “Mas dikondisikan dong ucapannya. Ini teacher office. Dan posisiku masih sebagai murid di sini. Kalau mereka tahu itu semua bisa jadi aku gagal ujian tahu gak!” bisiknya.
Krisan mendengus kesal. Ia melakukan itu hanya mengingatkan saja. Eh tapi dapat semprotan dari sang isteri. Memang betul dia salah. Selalu saja isterinya itu ngomel-ngomel tidak jelas sejak ada wanitanya itu berbadan dua. Bawaan kali ya!
“Udah ini dihabiskan sendiri. Aku mau ke kelas!” kata Carlina ketika bel tanda waktu istirahat berakhir berbunyi.
Krisan menarik tangan Carlina. “Tunggu. Setelah ini kan jamku!”
****** dah!
***
Carlina masih saja mengekor di belakang pria itu. Meskipun raganya sedang bersama suaminya –yang adalah wali kelasnya sendiri, namun pikirannya telah mengembara kemana-mana. Tentu, Carlina masih memikirkan hal apa yang akan Krisan katakan padanya seputar keajaiban hilangnya penyakit yang dideritanya selama ini.
Bruk!
“MAS KALAU MAU BERHENTI BILANG DONG!” bentak Carlina.
Krisan membalikkan badannya dan menatap isterinya itu. Gadis itu nampak lebih cantik dari biasanya dan membuat hatinya kembali tergoda. Terutama pada kecerewetan Carlina yang tiba-tiba naik dengan pesat.
Krisan menarik tangan Carlina guna meminimkan jarak di antara mereka. Kini tubuh mereka telah bersentuhan. Tak ada jarak satu senti pun. Krisan menatap sepasang bola mata indah milik Carlina. Begitupun sebaliknya.
Cup!
“MAAS!!”
“Makanya lihat tempat kalau mau panggil mas.” katanya sambil membalikkan tubuhnya lagi.
“Mas juga dikondisikan kalau–”
“Diem!”
Krisan membuka pintu kelas 12 lalu berjalan menuju meja guru. Seketika kelas menjadi hening. Mungkin karena mereka melihat gadis yang menjadi asisten Krisan: Carlina.
“Selamat pagi anak-anak.” katanya membuka pertemuan hari itu. “Kita latihan lagi ya. Beberapa bulan lagi kalian sudah akan ujian nasional. Jadi kalian harus lebih sering berlatih.” kata Krisan sambil kembali ke bangkunya. “Carlina bisa tolong bagikan lembar soal!”
Apa maunya sih pria ini?
“Ciee… Carlina terus Pak yang disuruh.” protes Hana. “Maklum sih ya isteri tercinta.”
“Diskriminasi nih!” sahut Leo.
“Lin, kamu nggak bosen apa ketemu Pak Krisan mulu?” tanya Sharla.
“Hehe. Ya kalau bosen sih jelas bosen. Tapi dia kan –”
“Sudah cukup. Lebih baik kalian kerjakan soal yang saya berikan.” kata Krisan ketika Carlina mengembalikan sisa lembar soal itu. “Carlina boleh kembali ke tempat.”
Memandang gadis itu membuat Krisan kembali jatuh cinta padanya. Lagi dan lagi. Bahkan rasa cinta itu semakin hari semakin kuat. Meski Carlina bukanlah gadis yang sempurna namun hatinya justru semakin cinta dan rindu.
Aku tak akan pernah ingin berpisah darimu, Alin. Namun kita juga tak pernah tahu apa yang ada di depan kita. Sebuah kebahagiaan ataukah kesedihan. Tetaplah menjadi isteriku sampai kapanpun. Karena aku sangat mencintaimu.
***
haii mampir ke karyaku yu.. ENDINGKU BERSAMAMU
kisah romansa dua insan manusia
jangan lupa like, vote, rate dan komennya..
sumpah bingung
thor klw penjelasaan ceritanya beraturan bagus loh critanya...ini kesannya dipotong2 critanya pingin cpt2 selesai kah thor?
sama judulnya jg jd g pas...
ujung2nya ke sana jg
g ada ketegangan nih...tp klw itu tulang sumsum krisan, jd dia g boleh capek2 loh..