Indonesia
NovelToon NovelToon
Sang Pembantai Dewa

Sang Pembantai Dewa

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Mengubah Takdir / Anak Genius
Popularitas:1.7k
Nilai: 5
Nama Author: Sarmadi

BANGKIT TANPA WARISAN.
Pemuda jenius terlahir tanpa dantian. di hina dan di hianati. pada suatu hidup dan mati ia baru menyadari diri nya telah merubah jantung di dada nya hingga menjadi jantung abadi. semua itu karena tekat nya hingga membuat rasa takut yang menghiasi hidup nya menjadi Entitas yang tidak berbentuk. hingga menyatu dengan jantung di dada nya. membuat jantung itu dikenal sebagai jantung dao yang tak terhancurkan,
kini jantung dao yang tak terhancurkan itu menggantikan dantian yang tidak ia miliki, dengan jantung dao yang tak terhancurkan, dia mampu bangkit dengan menginjak lautan darah musuh yang menghalangi jalan menjadi yang tak terkalahkan.

👉👉Tolong baca dulu sampai 10 bab, jika tertarik terimakasih. jika tidak pun terimakasih telah membantu karya ini meski tidak sebaik yang lain 🙏🙏🙏 Saya doakan kalian pada sehat, Amiin

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sarmadi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

ban 2 semangat yang baru

Begitu mendengar penjelasan Kepala Desa mengenai kematian ayahnya, seketika tubuh Yefan seperti kehilangan tenaga. Lututnya yang kurus menghantam tanah dengan keras, sementara pandangannya kosong seolah seluruh dunia mendadak runtuh di hadapannya.

"Ba... bagaimana mungkin?"

Ibu Yefan berusaha tetap tenang, namun lelehan air mata yang terus mengalir di pipinya tak mampu menyembunyikan kehancuran hatinya. Kabar itu menghantam mereka bagaikan sambaran petir di siang bolong, membuat sekujur tubuh sang ibu bergetar hebat.

Bersamaan dengan kabar duka tersebut, Kepala Desa juga mengungkapkan kenyataan pahit lainnya: Yefan terlahir tanpa dantian. Artinya, ia tidak akan pernah bisa berkultivasi, apalagi menjadi seorang kultivator.

Saat itulah Yefan menyadari bahwa selama ini ayahnya sengaja merahasiakan hal tersebut darinya. Pantas saja, sebanyak apa pun ia berusaha selama bertahun-tahun, ia tak pernah bisa merasakan keberadaan energi langit dan bumi. Kini ia akhirnya memahami alasan di balik kebohongan itu—ayahnya hanya ingin ia terus berjuang tanpa pernah menyerah, sementara sang ayah diam-diam terus mencari sebuah keajaiban yang sejatinya hampir mustahil untuk ditemukan.

Para warga desa yang berkumpul hanya bisa menghela napas panjang. Mereka menatap keluarga sahabat mereka dengan tatapan penuh iba. Keluarga itu tidak hanya kehilangan sosok tulang punggung, tetapi juga kehilangan harapan yang selama ini mereka gantungkan pada masa depan.

Bagi Yefan sendiri, ketidakmampuannya berkultivasi bukanlah akhir dari segalanya. Kendati berkultivasi merupakan impian utamanya selama ini, menjadi seorang petani biasa pun bukanlah masalah besar baginya.

Hal yang benar-benar menghancurkan jiwanya adalah kepergian sang ayah—sosok pelindung yang selama ini selalu mendekapnya dari terpaan badai kehidupan.

Yefan menyalahkan dirinya sendiri.

Seandainya ia tidak terlahir cacat, bencana ini mungkin tidak akan pernah terjadi.

Pikiran itu membuat Yefan mengepalkan kedua tangannya sekuat tenaga hingga buku-buku jarinya memutih. Kuku-kukunya menancap dalam ke telapak tangan, hingga darah segar perlahan mengalir dari sela-sela jarinya. Namun, dikuasai rasa bersalah yang teramat dalam, ia bahkan tidak merasakan sedikit pun rasa perih.

Sebagai seorang ibu, wanita itu tahu persis apa yang sedang bergejolak di dalam pikiran putranya. Tanpa mengucapkan sepatah kata pun, ia langsung merengkuh Yefan ke dalam pelukan hangatnya meskipun tubuhnya sendiri masih bergetar menahan kesedihan.

Dekapan sang ibu perlahan mengikis selubung rasa bersalah yang menguasai dada Yefan. Kehangatan tersebut seakan menariknya kembali dari jurang keputusasaan menuju kenyataan.

Ini bukanlah saatnya untuk tenggelam dalam kesedihan berlarut-larut.

Ia harus tetap bertahan hidup.

Ia harus menatap masa depan demi ibu yang begitu mencintainya.

Beban keluarga yang sebelumnya dipikul oleh sang ayah, kini perlahan berpindah ke pundaknya yang masih kurus.

Kepala Desa—yang tadinya menduga Yefan akan benar-benar hancur setelah menerima vonis tanpa dantian sekaligus kehilangan ayahnya—tertegun ketika melihat cahaya tekad perlahan muncul kembali di mata pemuda itu.

Kepala Desa tersenyum tipis di balik wajah keriputnya. Ia kemudian mengangguk pelan, menunjukkan kekaguman terhadap kedewasaan Yefan yang mampu bangkit dari keterpurukan dalam waktu singkat.

Proses pemakaman berjalan dengan cepat.

Dibantu oleh warga desa, jasad ayah Yefan dibaringkan di pemakaman desa yang terletak tak jauh dari pemukiman. Makamnya berdiri di antara makam-makam para leluhur yang telah lebih dahulu meninggalkan dunia.

Usai prosesi pemakaman selesai, para warga berangsur-angsur meninggalkan tempat tersebut setelah menyampaikan belasungkawa dan nasihat secara bergantian.

Tempat yang semula ramai kini berubah sunyi.

Kini, hanya tersisa Yefan beserta dua pemuda dan satu gadis yang tetap setia mendampinginya: Xifeng, Fanyun, dan Yunlan.

Mereka adalah sahabat kecil Yefan yang selama bertahun-tahun selalu berbagi suka dan duka bersamanya.

Fakta bahwa Yefan tidak memiliki dantian dan tidak mempunyai masa depan sebagai seorang kultivator sama sekali tidak menggoyahkan ikatan persahabatan mereka.

Bagi mereka, Yefan tetaplah Yefan.

Tak terasa, dua hari berlalu.

Angin sejuk bertiup lembut, menerbangkan dedaunan kuning yang berguguran di sekitar area pemakaman. Beberapa helai daun berputar di udara sebelum akhirnya jatuh perlahan di atas tanah yang sunyi.

Yefan yang semula bersujud di depan batu nisan sang ayah perlahan-lahan berdiri tegak.

Rambut panjangnya berkibar mengikuti terpaan angin, sementara tatapan matanya terlihat jauh lebih tenang dibandingkan sebelumnya.

Melihat Yefan selesai memberikan penghormatan terakhir, Fanyun, Xifeng, dan Yunlan yang sejak tadi bermeditasi di bawah pohon pinus segera menghampirinya.

"Yefan, meskipun kami tahu kamu terlahir tanpa dantian, kami bertiga tidak akan pernah meninggalkanmu," tutur Xifeng dengan suara lembut, selaras dengan perawakannya yang proporsional.

Fanyun dan Yunlan mengangguk seraya mengukir senyum hangat di wajah mereka.

Yefan terdiam sejenak.

Melihat kesetiaan sahabat-sahabatnya, hatinya terasa tersentuh.

"Yefan, Kepala Desa berpesan agar kamu segera menemui beliau setelah semua urusanmu di sini selesai," tambah Yunlan.

Senyum manisnya melengkapi paras cantiknya yang menawan, dipadu dengan gaun putih berhias pola bunga sederhana yang membuat penampilannya terlihat semakin anggun.

"Lebih baik kamu pulang dulu untuk membersihkan diri. Setelah itu, kita pergi bersama menemui Kepala Desa," sahut Fanyun seraya tersenyum lebar.

Sosoknya tampak tegap dengan tubuh agak berisi, lengan berotot, dan rambut panjang yang melambai tertiup angin.

"Baiklah, ayo kita pulang," jawab Yefan.

Hatinya jauh lebih tenang setelah mengetahui bahwa sahabat-sahabatnya tetap menerima dirinya apa adanya. Setidaknya, di tengah kehilangan yang begitu besar, ia masih memiliki orang-orang yang bersedia berdiri di sisinya.

Setibanya di rumah, Yefan mencoba kembali menata kehidupannya.

Usai membersihkan diri, ia mendapati ibunya sedang berusaha keras menyembunyikan kesedihan. Wanita itu berusaha bersikap seolah baik-baik saja, meskipun sorot matanya masih menyimpan luka yang begitu dalam.

Yefan menghampirinya dan mencoba memberikan kekuatan pada batin nya.

"Ibu, aku berjanji akan menjadi anak yang berbakti," tegas Yefan dengan tatapan lurus penuh keyakinan.

"Yan'er, Ibu percaya padamu. Tapi ingatlah, selalu berhati-hati dalam setiap langkah yang kamu ambil."

"Baik, Ibu."

Setelah berbincang sejenak, Yefan melangkah keluar untuk menemui Xifeng, Yunlan, dan Fanyun yang sudah menunggunya di halaman.

Ibu Yefan hanya mampu menatap punggung putranya yang kian menjauh dengan rasa iba yang mendalam.

Di Benua Yang Hai, pencapaian tertinggi yang dapat diraih seseorang adalah menjadi seorang kultivator—sosok berkuasa yang mampu terbang di angkasa, membalikkan lautan, bahkan meratakan gunung hanya dengan satu jari.

Namun, bagi sang ibu, semua itu tidaklah penting.

Ia hanya berharap putra tunggalnya bisa hidup tenang dan bahagia tanpa memikul beban yang terlalu berat, meskipun harus menjalani kehidupan tanpa jalur kultivasi.

"Uhuk! Uhuk! Uhuk!"

Batuk hebat mendadak menyerang ibu Yefan.

Tubuhnya tersentak beberapa kali. Darah segar menyembur keluar dari hidung dan bibirnya yang kian pucat pasi.

Ia segera menutup mulutnya dengan tangan, berusaha menyembunyikan darah tersebut.

Namun, sorot matanya justru menunjukkan sesuatu yang jauh lebih mengkhawatirkan.

(Bersambung)

1
Ed Troivan
plagiat kau
Rozer Cros: diam Diam diam, 🥹
total 3 replies
Fajar Fathur rizky
bikin yefan jadi alkemis tingkat tinggi yang mana kaisar tianming sendiri harus berlutut dan memberi hormat bikin nanti yefan bantai klan yujin dan hancurkan kaisar itu beserta keluarganya kaisar itu
Fajar Fathur rizky
cepat bikin yefan bantai jendral
Rozer Cros
mksh kk ketitik nya.
aku cuma mau jelasin. ini karya hasil Kranggan ku sendiri kk, dan ga PP kalo KK ga percaya juga. dan terimakasih atas dukungan nya untuk karya ini meski tidak sebaik yang lain. 🙏🙏
intsomi: itu buzzer,jangan di liat komenannya,abaikan saja
total 5 replies
Ed Troivan
Author plagiat, ngga bakal ditamatin
Ed Troivan
Pasti ini karya plagiatmu lagi author tolol, kau bisa-bisanya menerjemahkannya lalu kau ubah nama tokoh-tokohnya makanya nggak kau lanjut novel Sang Penakluk... 👍
Rozer Cros: terima kasih kk udah dukung karya ini meski tidak sebaik yang lain. semoga sehat selalu kk
total 1 replies
Ed Troivan
kok rantaul
Ed Troivan: nggak bertanggung jawab lu Thor
total 4 replies
Protocetus
jika berkenan mampir ya ke novelku Remontada
Fajar Fathur rizky
nanti bikin yefan bantai keluarga yunjin dengan cara paling kejam dan sadis
Fajar Fathur rizky
cepat bantai yanfeng bikin ranah kultivasi yefan langsung naik ke ranah yang lebih tinggi dari ranah yanfeng
Farhan Sadewa
gereget BNR lihat tingkah laku Yulin zou ini 🤭
Ed Troivan: Author tolol
total 1 replies
Farhan Sadewa
membuat penassran
Farhan Sadewa
penuh misteri👍
Ed Troivan: penuh misteri🤣 author gak jelas. palingan ilang lagi nanti karena nggak bisa plagitin lagi
total 1 replies
Farhan Sadewa
penasarn
Farhan Sadewa
jadi penasaran🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!