𝑀𝑒𝑟𝑒𝑘𝑎 𝑝𝑢𝑛 𝑚𝑒𝑚𝑏𝑢𝑘𝑎 𝑘𝑒𝑟𝑡𝑎𝑠 𝑘𝑒𝑐𝑖𝑙 𝑡𝑒𝑟𝑠𝑒𝑏𝑢𝑡,𝑚𝑎𝑡𝑎 𝑉𝑖𝑠ℎ𝑎 𝑡𝑒𝑟𝑏𝑒𝑙𝑎𝑙𝑎𝑘 𝑏𝑒𝑔𝑖𝑡𝑢 𝑗𝑢𝑔𝑎 𝑎𝑖𝑠ℎ𝑎 𝑏𝑒𝑔𝑖𝑡𝑢 𝑡𝑒𝑟𝑘𝑒𝑗𝑢𝑡 𝑚𝑒𝑛𝑔𝑒𝑡𝑎ℎ𝑢𝑖 𝑖𝑠𝑖 𝑑𝑖 𝑑𝑎𝑙𝑎𝑚 𝑘𝑒𝑟𝑡𝑎𝑠 𝑘𝑒𝑐𝑖𝑙 𝑖𝑡𝑢.
" 𝑎𝑠𝑠𝑎𝑙𝑎𝑚𝑢𝑎𝑙𝑎𝑖𝑘𝑢𝑚 𝑣𝑖𝑠ℎ𝑎..𝑏𝑖𝑠𝑎 𝑘𝑖𝑡𝑎 𝑏𝑒𝑟𝑏𝑖𝑐𝑎𝑟𝑎
𝑆𝑒𝑏𝑒𝑛𝑡𝑎𝑟 ,𝑎𝑑𝑎 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑖𝑛𝑔𝑖𝑛 𝑠𝑎𝑦𝑎 𝑘𝑎𝑡𝑎𝑘𝑎𝑛 ,
𝑆𝑎𝑦𝑎 𝑎𝑘𝑎𝑛 𝑚𝑒𝑛𝑢𝑛𝑔𝑔𝑢 𝑘𝑎𝑚𝑢 𝑑𝑖 𝑡𝑎𝑚𝑎𝑛
𝑏𝑒𝑙𝑎𝑘𝑎𝑛𝑔"
- 𝐴𝑡ℎ𝑎𝑟𝑟𝑎𝑧𝑘𝑎𝑟 -
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lilin Putih, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bagian Dua Belas
Annisah memasuki kamar Visha di malam hari usai menunaikan ibadah sholat subuh berjamaah. "Dek,, ada apa manggil kakak" Annisah pun terduduk di atas ranjang milik Adiknya itu.
"kak Is mau tanya ,boleh ?" Ungkap nya memulai pembicaraan yang memang sudah ia rencanakan .
" tanya apa dek , tanya kan saja " memang Annisa itu lulusan sekolah di tarim , menurut Visha Annisa akan lebih paham di posisi nya juga kaka nya itu sudah menikah pasti jauh lebih paham .
"Gini kak sebenarnya Visha kemarin di pinang sama salah satu teman Visha dan Visha belum memberi jawaban lalu dengan jalan Allah tiba tiba Visha di khitbah oleh anak pemilik yayasan tempat Visha menempuh pendidikan Tsanawiyah hinggan Diniyah". Kalimat nya terhenti sejenak menghembuskan nafas berat nya . Sedangkan Annisa mendengarkan dengan seksama.
"lalu apa yang jadi permasalah nya dek ?" Tanya nya lembut memandang ke arah wajah Visha yang tertunduk.
"masalah nya gimana cara memberi jawaban sama teman Visha kak ?" Annisa berpikir sejenak .
" kasih jawaban sejujur nya apa yang terjadi dek " saran Annisa ." Tetapi Kak , Kan yang meminang duluan teman Visha". Kini Annisa berpikir kembali untuk menjawab pertanyaan adik nya itu.
" Dek , bagaimana kalau kamu berbicara dengan nya baik baik kamu jelas kan dengan baik sampai tan kamu paham , juga kasih dia pengertian kalau kamu tidak bisa menerima pinangan nya , kan kamu sudah di khitbah dek , dua minggu lagi pertunangan kamu". Annisa pun berusaha memberikan jawaban yang terbaik agar adik nya itu paham dengan apa yang di katakan nya lagian juga Visha sudah dewasa pasti ia juga sudah memahami nya.
"makasih yah kak , Is sudah mengerti bagaimana cara nya " Visha tersenyum di balas senyuman yang sedikit ada godaan dari kakak nya itu.
" gimana udah di khitbah , masih mau nunggu Lelaki yang berjanji sama kamu Dek" sebuah kalimat di penuhi godaan itu muncul di depan Visha , senyuman Annisa pun membuat Visha malu.
" yee kakak ngga tau aja " ujar nya menjawab pertanyaan Annisa. Visha pun beranjak dari duduk nya menuju laci di meja belajar di hadapan mereka berdua. Ia mengeluarkan satu buku album dan kembali terduduk di sebelah Annisa.
Begitu terkejut nya Annisa melihat isi Album tersebut yang di penuhi Foto Athar. "Jadi lelaki yang mengkhitbah kamu itu lelaki yang berjanji dengan kamu dek" annisa tertawa , diri nya lalai bagaimana ia melupakan nama lelaki itu jelas jelas nama mereka sama , pikiran nya tak sampai.
" cieee ke sampai an kan bentar lagi jadi istri orang " goda Annisa kembali , tak henti henti nya Annisa meledek dan menggoda Visha hingga akhir nya Visha mengusir nya dari kamar nya.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Seperti bisa kini Visha berada di kampus bersama dengan tiga sahabat nya . "Jadi kemarin ada urusan apa Vis" kini Aisha membuka percakapan usai mereka berdiam diri.
" ada penting, nanti aku ceritain " ucap Visha , ia pun mendapat tatapan tajam dari Arka.
"yeee cerita berdua aja, kita kan batu "ungkap nya , Visha dan Aisha pun tertawa mendengar ungkapan Arka , bukan sejenis ungkapan namun lebih tepat nya sindiran.
"ini urusan perempuan Ka , kamu kan laki laki" Aisha pun membela Visha . " lho aku bisa jadi perempuan lho , manis deh " kini nada bicara Arka di ubah layak nya wanita.
" ya allah kerasukan jin apa ini Rayy " semua tertawa dengan apa yang baru saja mereka bahas , namun tak berapa lama Handphone Visha berbunyi menunjukan pesan masuk.
𝙰𝚝𝚑𝚊𝚛𝚛𝚊𝚣𝚔𝚊 : 𝚅𝚒𝚜𝚑𝚊 𝚜𝚊𝚢𝚊 𝚑𝚊𝚛𝚊𝚙 𝚔𝚊𝚖𝚞 𝚋𝚒𝚜𝚊 𝚖𝚎𝚗𝚓𝚊𝚐𝚊 𝚓𝚊𝚛𝚊𝚔 𝚍𝚎𝚗𝚐𝚊𝚗 𝚕𝚊𝚠𝚊𝚗 𝚓𝚎𝚗𝚒𝚜 ! .
Visha tersenyum baru kemarin lelaki itu mengkhitbah nya sudah bersikap posesif saja , ia tau bahwa Athar memperhatikan nya dari kejauhan .
𝙰𝚟𝚒𝚜𝚑𝚊 : 𝚖𝚎𝚛𝚎𝚔𝚊 𝚙𝚊𝚛𝚊 𝚜𝚊𝚑𝚊𝚋𝚊𝚝 𝚜𝚊𝚢𝚊 𝚔𝚊𝚔 𝚕𝚊𝚐𝚒𝚊𝚗𝚗 𝚓𝚞𝚐𝚊 𝚜𝚊𝚖𝚊 𝚋𝚎𝚛𝚜𝚊𝚖𝚊 𝙰𝚒𝚜𝚑𝚊 𝚝𝚒𝚍𝚊𝚔 𝚊𝚔𝚊𝚗 𝚖𝚎𝚗𝚒𝚖𝚋𝚞𝚕 𝚔𝚊𝚗 𝚏𝚒𝚝𝚗𝚊𝚑 , 𝚔𝚊𝚖𝚒 𝚑𝚊𝚗𝚢𝚊 𝚜𝚎𝚋𝚊𝚝𝚊𝚜 𝚙𝚎𝚛𝚝𝚎𝚖𝚊𝚗𝚊𝚗.
𝙰𝚝𝚑𝚊𝚛𝚛𝚊𝚣𝚔𝚊 : 𝚜𝚊𝚢𝚊 𝚖𝚊𝚜𝚒𝚑 𝚖𝚎𝚗𝚐𝚒𝚗𝚐𝚊𝚝 𝚔𝚎𝚓𝚊𝚍𝚒𝚊𝚗 𝚍𝚒 𝚙𝚎𝚛𝚙𝚞𝚜𝚝𝚊𝚔𝚊𝚊𝚗 𝚅𝚒𝚜𝚑𝚊 𝚜𝚊𝚢𝚊 𝚑𝚊𝚛𝚊𝚙 𝚔𝚊𝚖𝚞 𝚖𝚎𝚗𝚐𝚎𝚛𝚝𝚒.
Visha meletakan handphone nya dengan senyuman di qajah nya melihat tinggah lelaki yang sudah mengkhitbah nya itu. Situasi itu tak luput dari Rayyan yang selalu memperhatikan gadis di hadapan nya itu.
Mereka pun beranjak dari meja dan berjalan menuju keluar kantin tak sengja kaki Visha tersandung reflek Rayyan yang berada di belakang nya menyangga agar Visha tak jatuh , Ia menangkap lengan bagian atas Visha lalu melepaskan nya ketika situasi sudah membaik.
"ada yang sakit ?" Ucap Rayyan dengan khawatir sedangkan dua sejoli itu tak menyadari kejadian tersebut dan masih fokus dalam percakapan mereka. "Maaf bukan maksud saya , reflek tadi ".
"Terima kasih " jawab Visha dan ingin menyusul Aisha. "Visha tunggu" kalimat itu menghentikan langkah nya kembali tanpa menoleh.
"Kamu sudah bisa menjawab pertanyaan sama Vis " kini Visha di buat berpikir , ia tak tega memberi tahu apa yang terjadi kepada Rayyan namun jika tidak di beri tahu sama saja ia akan menyakiti nya lebih dalam . "Maaf , saya belum bisa menjawab nya " ucap Visha lalu menyusul keberadaan Aisha . Rayyan menatap sendu ke arah pergi nya Visha tanpa di sadari ada sorotan tajam dari sebrang sana yang memperhatikan nya.
𝙰𝚝𝚑𝚊𝚛𝚛𝚊𝚣𝚔𝚊 : 𝚜𝚊𝚢𝚊 𝚜𝚞𝚍𝚊𝚑 𝚋𝚒𝚕𝚊𝚗𝚐 , 𝚓𝚗𝚐𝚊𝚗 𝚝𝚎𝚛𝚕𝚊𝚕𝚞 𝚍𝚎𝚔𝚊𝚝 .
Visha tertawa kecil di balik masker nya itu . Memang saat itu dosen nya ialah Athar kebetulan mereka berempat
satu bidang studi , Athar terus memperhatikan gerak gerik Rayyan yang tak luput memperhatikan Visha sedang kan sang puan hanya tertawa di balik masker nya .
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
.
kini Aisha dan Visha berada di perpustakaan berdua ,sedangkan dua sejoli itu ntah pergi kemana. "Kata nya mau cerita ?" ujar Aisha .
" mau yang mana dulu?" Tanya Visha , Aisha pun menjadi bingung berarti banyak yang ia lewat kan dari sahabat nya itu karena terlalu dekat dengan Arka.
" yang mana aja awal mula nya nih " ungkap nya .
" kemarin hari sabtu , Rayyan meminang aku sha ! " kalimat itu mengejutkan Aisha , bukan nya apa , Rayyan yang terlihat dingin dan tidak banyak bicara bisa berbicara meminang sahabat nya. " terus kamu terima Vis ?" Tanya nya .
" dengerin dulu sha , jadi pas itu kan Rayyan meminang aku , ngungkapin ke inginan nya , nah usai Rayyan pergi Gus Athar dateng , dia denger semua percakapan aku sama Rayyan , dan dia sakit hati lebih parah nya dia sampai nangis Sha" , kali ini benar benar tak habis pikir Athar yang terkenal Dingin dan tak menangapi wanita semasa ia sekolah bisa menangis akan tingkah sahabat nya.
" terus gimana Vis , tega bener kamu mah " cibir Aisha ia tak habis pikir dengan apa yang baru saja di ucapkan sahabat nya . Ia akui memang Visha sangat cantik terlebih lagi otak nya yang jenius dan akhlak nya, tak membuat nya heran kalau yang mendekati nya ia lah lelaki yang setara dengan kemampuan sahabat nya itu-