Indonesia
NovelToon NovelToon
Putri Sang Supir

Putri Sang Supir

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu
Popularitas:11.5k
Nilai: 5
Nama Author: ana surya

putri yang baik hati sabar sayang keluarga pekerja keras.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ana surya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

universitas Pallapa

Putri Dina dan Tantri melanjutkan langkah kakinya keluar dari universitas Tunas Bangsa untuk melihat Universitas Pallapa yang tidak jaraknya tidak terlalu jauh hanya 20 menit ditempuh dengan jalan kaki karena baik universitas Tunas Bangsa universitas Pallapa dan Universitas Jaya Abadi berada di satu kompleks jalan raya yang terdiri dari universitas negeri universitas swasta dan kompleks perkantoran. Mereka berjalan dengan santai disertai canda tawa.

" Gue gak mengira kalau kak Mala itu sepupu jauh dari pak Aris guys? Dunia begitu sempit. Kita kenal Pak Aris dan Bu Mahmudah sudah 3 tahun dan kita akan kenal sama sepupunya kak Mala jika kita kuliah di Universitas Tunas Bangsa selama 4 tahunan" ucap Tantri.

" Iya betul banget. Apalagi kak Mala tadi kaget banget kalau kita begitu mengenal Pak Aris dan Bu Mahmudah yang sama - sama jomblo akut" jawab Dina.

" Kalian itu bisa gak seh gak pakai membicarakan Pak Aris dan Bu Mahmudah terus kasian mereka berdua matanya ntar kedutan. Tapi kalau masih kalian lanjutkan lagi gak apa - apa seh itung - itung mengurangi dosa Pak Aris dan Bu Mahmudah" jawab Putri.

" Kita ini gak lagi sebarin gosip Putri. Kita berbicara fakta yang kita ketahui tentang Pak Aris dan Bu Mahmudah. Kita juga bicara gitu juga di depan sepupu Pak Aris sendiri. Lo itu selalu begitu Putri selalu dihubungkan dengan agama. Lo gak asyik banget" omel Tantri dengan menekuk mukanya.

" Gue cuma menasehati kalian aja biar mulut kalian itu agak direm jika membicarakan tentang orang lain saat berbicara dengan orang baru. Kita juga gak tahu orang baru yang kita kenal itu orangnya baik apa orangnya mempunyai sifat yang buruk. Gimana kalau kak Mala tadi bilang ke Pak Aris kalau dia bertemu kalian dan bilang yang jelek - jelek apa kalian gak malu saat ketemu Pak Aris di jalan atau di mall dengan tidak sengaja. Kita boleh bicara tentang orang lain sesuai dengan fakta tanpa menambahi apa - apa. Kalau gue bukan sahabat kalian pasti gue akan diam saja dan tidak perduli. Gue bilang gitu karena gue sayang sama kalian. Kalau kalian gak mau mendengarkan nasehat gue ya mulai hari ini gue akan diam" ucap Putri panjang lebar sambil mempercepat langkah kakinya.

" Mulut Lo gak bisa direm sedikit kenapa. Lo lihat sekarang Putri ngambek. Alamat susah nih buat merayunya" ucap Dina.

" Kok s mua jadi salah gue sih kan gue bicara apa adanya" jawab Tantri.

" Gue gak mau tahu itu jadi urusan Lo buat merayu Putri biar ngambeknya gak lama - lama. Kalau Putri ngambeknya lama kita juga yang susah. Kita gak bisa minta tolong ajarin materi kita dulu pas di SMA buat persiapan ujian masuk ke kampus" omel Dina.

" Ya Allah kenapa gue bisa lupa sih kalau masih ada ujian lagi buat masuk ke kampus. Dari kita bertiga kan gue yang paling lambat memahami pelajaran di SMA dulu. Ok nanti gue cari jalan keluarnya biar Putri gak ngambek lagi sama kita. Ayo kita susul Putri dulu. Dia juga kenapa jalannya cepat banget seperti mau lari maraton aja. Tuh lihat dia sudah ada di meja pendaftaran universitas Pallapa sedangkan kita masih ada disini" jawab Tantri sambil menepuk jidatnya.

" Ayo kita kesana sebelum Putri sudah pindah lagi ke kampus sebelah" jawab Dina

Setelah Putri berada di depan meja pendaftaran mahasiswa baru universitas Pallapa tidak begitu lama disusul dengan Dina dan Tantri.

" Lo kok cepat banget jalannya Putri sampai Lo tinggal kita disana berdua. Lo kok gak tungguin kita sih padahal kan kita selalu kemana - mana bertiga beriringan" ucap Dina dengan memperlihatkan puppy eyesnya.

" Kalian berisik banget di trotoar jadi gue tinggal. Gue gak mau ganggu waktu debat kalian berdua. Gue mau cepat - cepat sampai kesini biar gue ambil brosur dan tanya - tanya sedikit sama kakak senior serta melihat suasana kampus itu giman" jawab Putri agak jutek.

" Iya kita minta maaf kalau di trotoar tadi berisik" jawab Tantri sambil menangkupkan kedua tangannya di depan dada.

" Aduuuh maaf mengganggu ya adik - adik waktu kalian. kalian dari SMA mana ya? Tanya kakak senior itu dengan ramah.

" Ya Allah maaf kak kami lupa kalau kita kesini mau tanya - tanya malah kita bertiga sedikit berisik sendiri" jawab Putri dengan wajah melasnya

" Oh tidak apa - apa. Perkenalkan nama saya Sintia wakil BEM Universitas Pallapa jurusan Ekonomi semester 5. Kalian mau bertanya soal apa dek biar saya bantu jawab" jawab Kak Sintia.

" Saya Putri dan mereka teman saya Dina dan Tantri. Kami dari SMA negeri 3 kak. Kami mau minta brosur pendaftaran untuk kuliah di kampus ini syaratnya apa saja kak sekalian kamu juga mau berkeliling sebentar melihat suasana kampus kak. Apakah boleh?" tanya Putri dengan sopan.

" Oh boleh kok Putri. Saya juga alumni dari SMA negeri 3 jadi kita sealmamater dek. Apa Bu endang masih mengajar disana? tanya Kak Sintia

" Bu Endang masih mengajar disana kak tapi sebentar lagi sudah mau pensiun kak kalau gak salah kurang 2 tahun lagi" jawab Putri.

" Ya Allah Bu Endang sudah mau pensiun. Saya sudah lama gak bertemu dengan Bu Endang karena kesibukan kuliah tugas yang menumpuk. Besok - besok kalau ada jam kosong kuliah saya akan berkunjung ke SMA bertemu dengan Bu Endang. Untuk persyaratan sudah ada di dalam brosur semua kalau ada yang kurang jelas bisa ditanyakan" ucap Kak Sintia

" Apakah kuliah disini bisa mengajukan beasiswa penuh kak? Tanya Putri dengan antusias.

" Bisa kok mengajukan beasiswa penuh asal syarat - syarat yang diminta sama kampus ini kamu memenuhinya dengan baik. Saya juga masuk kuliah disini juga mendapatkan beasiswa penuh jadi kamu tenang saja" jawab kak Sintia.

" Benarkah? Alhamdulillah kalau bisa mengajukan beasiswa di kampus ini. Berapa lama saat pengajuan beasiswa sampai beasiswa itu disetujui kak? Tanya Putri dengan semangat 45.

" Kamu harus ujian masuk terlebih dulu. Setelah pengumuman kamu diterima di kampus ini semua persyaratan yang dibutuhkan kamu masukkan ke bagian administrasi biar mereka mengecek semuanya. Kalau saya dulu 2 bulan sudah ada pengumuman pengajuan beasiswa ini diterima apa tidak. Setelah pengumuman beasiswa saya langsung daftar ulang Putri" jawab Kak Sintia panjang lebar.

" Terima kasih banyak infonya ya kak. Kalau begitu saya pamit dulu mau melihat suasana kampus berkeliling sebentar" jawab Putri dengan tersenyum.

" Iya sama - sama Putri. Semoga kamu jadi kuliah disini ya biar saya ada teman sealumni SMA negeri 3 " jawab Kak Sintia.

Setelah ngobrol - ngobrol sebentar dengan kak Sintia Putri Dina dan Tantri berkeliling kampus untuk melihat suasana di universitas Pallapa.

" Putri emang juara banget. Sekali mendayung dua tiga pulau terlewati. Semua pertanyaan yang mau kita tanyakan sudah ditanyakan oleh Putri jadi kita tinggal amannya melengkapi data - data yang diperlukan" ucap Tantri sambil tersenyum.

" Lo emang gak tahu gimana Putri saja. Dia kan anak yang super gercep" jawab Dina

" Putri emangnya Lo sudah pasti mau kuliah di kampus ini? Tanya Dina.

" Kalau pilhan gue dari dulu masuk SMA sudah punya rencana di universitas jaya kan disana universitas terbaik no 1 di kota ini sekaligus lulusan terbaik langsung diterima di perusahaan yang menjalin kerjasama dengan perusahaan Adiwinata. kalaupun gue gak bisa masuk di universitas jaya gue akan masuk di universitas Pallapa ini. Suasana kampus juga gue suka banget dan yang paling penting dapat mengajukan beasiswa" jawab Putri sambil tersenyum bangga.

" 100% gue setuju sama dengan pemikiran Lo Putri. Siapa juga yang gak mau masuk di universitas jaya yang keluar kuliah langsung dapat kerjaan. Ibu bapak gue pasti bangga banget kalau anaknya kuliah di universitas jaya dan bisa kerja di erusahaan Adiwinata secara bapak gue hanya sebagai pegawai kantoran biasa gitu loh" jawab Dina.

" Ayo kita ke Universitas sebelah Universitas Jaya. Universitas terbaik no 1 di kota ini. Bismillah dan kita sholawatin yang kenceng biar masuk di universitas jaya. Amiin" ucap Putri.

" Ayo" jawab Dina dan Tantri bersamaan.

Mereka bertiga melangkahkan kakinya keluar dari universitas Pallapa menuju ke universitas Jaya yang ada di sebelah dengan saling berpelukan. Mereka sampai lupa kalau sebelum masuk universitas Pallapa tadi telah terjadi adu mulut yang sengit antara Putri dan Tantri. Itulah namanya sahabat masalah selalu ada tapi dengan cepat akan selesai dengan sendirinya.

1
OsamasGhost
Bikin klepek-klepek!
Dòng sông/suối đen
Wah, beneran seru nih cerita, pengen beli bukunya!
Libny Aylin Rodríguez
Ini novel yang bakal aku rekomendasikan ke teman-temanku.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!