Indonesia
NovelToon NovelToon
SANG PENYELAMAT

SANG PENYELAMAT

Status: tamat
Genre:Petualangan / Contest / Light Novel / Tamat
Popularitas:14.9k
Nilai: 5
Nama Author: LIMS OFFICIAL

Instagram: lonycamajesty

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon LIMS OFFICIAL, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ini demi semua

Akari menuju hutan, ia mencari-cari gua tersembunyi menggunakan mata putihnya yang berfungsi melihat tembus pandang, menambah kekuatan, dan menyerang tanpa menyentuh. Akari menemukan satu gua.

Ia menuju gua itu, dan ia melihat disana ada Surinato dengan 3 orang, “Tabutori, Yanara Suyhifang, dan rekan Hizarhi-sobo dulu, Onadaruchi” pikir Akari mengenali 3 orang yang bersama Surinato.

“Surinato-kun” panggil seorang gadis dari dalam gua, “Yanara-sama, apa yang dia lakukan disini?” pikir Akari lagi. Ia terkejut dengan sikap Yanara— gadis dari keluarga utama klan Suyhifang yang berusia 15 tahun.

“Akira coba lihat apa saja kemampuan mereka” peritah Akari pada Akira, “Hai” jawab Akira. Beberapa detik kemudian, “Pria bernama Tabutori itu memiliki kemampuan mencairkan tubuh seperti es ketika terdapat kekuatan besar. Yanara memiliki kemampuan mengendalikan kipas raksasa miliknya. Onadaruchi memiliki kemampuan melenturkan tubuh layaknya ular. Dan Surinato, dia pengguna petir” jelas Akira.

“Kusarankan padamu untuk mencari kelemahan mereka terlebih dahulu dibandingkan langsung menyerang” saran Akira, Akari mengangguk.

“Kieta” dengan tubuh berkamuflase itu, Akari masuk ke dalam gua. Ia menempelkan kertas peledak disetiap sisi dinding batu lalu membuatnya tidak terlihat layaknya ilusi.

Akari berjalan perlahan sampai ia selesai menempelkan kertas-kertas itu. Ia kembali keluar lalu menandai setiap pohon dengan alat teleportasi miliknya.

Ia naik keatas pohon lalu, “Baku” gua itu meledak. Segera Surinato dan ke-3 rekannya keluar. Beruntung daerah gua itu terpencil, “Siapa yang melakukan ini?” tanya Yanara dengan nada terkejut.

Akari masih menggunakan kemampuan kamuflasenya. Akari turun dari pohon itu, “Gomenasai Yanara-sama” batin Akari, “Shiroi ken” Akari tiba-tiba muncul di hadapan Yanara tiba-tiba lalu meninjunya jauh, “Kieta” gumam Akari kembali menghilang, “Dia menghilang” teriak Tabutori. Tiba-tiba Tabutori mencair.

“Tabutori ada apa?, kau pasti merasakan sesuatu” tanya Onadaruchi, “B-benar, disini ada kekuatan besar” jawab Tabutori.

Yanara bangkit lalu mencari orang yang memukulnya tadi, “Yang menyerang kita adalah orang—” tiba-tiba Yanara pusing. Ia terjatuh seperti habis terkena hipnotis.

“Yanara, sepertinya ada seseorang yang memiliki mata milik klan Hamari” tebak Onadaruchi, “Cihh, siapa orang ini?” tanya Surinato mulai kesal.

Tiba-tiba saja Akari muncul di hadapan Surinato, “Shiroi ken” teriak Akari lalu meninju Surinato dengan tinju putih, dimana tinju ini mengeluarkan aura putih disekitar telapak tangannya, Surinato terlempar jauh.

“Dōbutsu shōkansamurai” gumam Surinato bangkit lalu mengeluarkan seekor elang besar. Akari kembali menghilang, “Hanju, coba gunakan mata penglihatan tembus milikmu untuk mencari seseorang” perintah Surinato, elang itu menurut.

“Surinato-sama, disana ada seorang gadis” kata Hanju— elang besar, setelah beberapa detik mencari, “Serang dia” perintah Surinato.

Burung itu mengarah pada Akari, “Hādonokku” gumam Akari lalu memukul elang itu dengan pukulan terkuat miliknya.

Elang itu terlempar jauh dan tiba-tiba lenyap, Surinato balik menyerangnya, “Siapa kau sebenarnya?, apa alasanmu melakukan ini?” tanya Surinato disela-sela pertarungan mereka. Akari tidak menjawab.

Yanara sudah sadar, dia ikut membantu Surinato melawan Akari. Onadaruchi menolong Tabutori.

Akari mampu melawan kedua lawannya itu, ia menggunakan mata putih. Tiba-tiba saja Surinato mengingat seseorang yang pernah menggunakan mata itu dulu, “K-kau, kau Dōbutsu siapa kau?” tanya Yanara gugup.

Akari hanya diam, ia memejamkan matanya lalu, “Shiroi me” gumam Akari pelan sambil menunjuk mereka dengan empat jari.

Dan, “HUAAA” itu serangan tanpa menyentuh, dan yang bisa menggunakan itu hanya Dōbutsu ekor-10. 4 jari- 3 bulan, 3 jari- 6 bulan, 2 jari- 9 bulan, dan 1 jari- 1 tahun bahkan sampai mati.

“Shiroi ken” teriak Akari lalu memukul Surinato hingga akhirnya Surinato lemas. Akari hendak kembali menuju Hoshigakure, “Gomen, Surinato” gumam Akari pelan, namun bisa didengar Surinato sebelum ia akhirnya pingsan. Akari kembali menggunakan teknik teleportasinya dari pohon ke pohon. Akari tidak lupa membawa kembali buku daftar dan dengan niat mengembalikkan buku itu secara diam-diam ke kantor Tsukikage

Paginya...

“Hizarhi-sama, buku daftar yang dicuri sudah kembali” kata Taruzuki ketika mendengar berita dari penjaga pintu masuk, “Nani?” Hizarhi keluar kantor.

“Hizarhi-sama, tadi malam buku ini berhasil dibawa kembali oleh seorang gadis” kata pengawal itu dengan nama Yondara, “Siapa dia?” tanya Hizarhi, “Dia tidak memberitahu namanya” jawab Yondara.

“Baiklah kalau begitu” kata Hizarhi lega.

Pukul 08:00

“Huamm” Akari bangun. Ia masuk ke kamar mandi, kemudain membersihkan tubuhnya dan setelah berpakaian ia pergi kedapur.

“Imotou, gomen. Hari ini kami baru saja dapat panggilan dari Godaime-sama. Aku memasak Tōsuto dengan telur dan minumlah susu itu. Yamamoto-niisan” Yamamoto meninggalkan sebuah surat kecil dimeja.

Akari memakan makanan yang sudah dibuat kakaknya itu. Setelah selesai Akari mencuci piringnya lalu pergi keluar rumah. Baru beberapa langkah, Tomura memanggil Akari, “Akari-nee-chan” panggilnya, “Tomura, doshita?” tanya Akari, “Godaime-sama”

Di Kantor...

“Tidak jadi?” tanya Akari senang setelah ia mendengar kalau ia tidak jadi pindah, “Benar, namun ada syarat” jawab Hizarhi.

“Sorehanandesuka?” tanya Akari, “Kau masuk kedalam aliansi ninja” jawab Hizarhi, “Hizarhi-sobo bercanda bukan?, aku masih pangkat tengah 2... mana mungkin aku masuk aliansi ninja Hoshigakure” jawab Akari dengan senang gugup, “Itulah kenapa kamu masuk pangkat akhir sekarang, mulai hari kau naik pangkat. Tidak ada alasan, kau sebagai anggota termuda disana harus bisa menjalankan misi pribadi setiap harinya” jawab Hizarhi sambil memberikan ikat kepala baru berlambang bulan putih di tengahnya.

“Aku menolak” tegas Akari, orang-orang yang di dalam ruangan itu terkejut, “Sekarang kau pilih, kau memilih untuk pindah atau masuk aliansi?” tanya Hizarhi kesal, “Seperti biasanya, dulu di akademi aku di ajarkan tentang hak dan kewajiban seseorang. Jadi aku punya hak untuk memilih dan tidak memilih. Sudah kuputuskan aku tidak memilih apapun” jawab Akari tenang dan santai.

“Tidak memilih?” tanya Yara bingung. Bagaimanapun mereka beradu mulut dengan Akari, mereka tidak akan pernah menang. Akari sangat pandai mencari kata-kata yang membuat mereka sendiri bingung dan pangling bukan main.

“Alasan?” tanya Hizarhi, “Pertama, seperti yang kukatakan. Aku berhak memilih dan tidak memilih. Kedua, itu tidak adil jika kalian langsung menaikkan pangkatku sedangkan yang lain juga sedang berusaha. Ketiga, jika aku pindah itu sama saja memperkeruh masalah yang ada. Keempat, aku malas” jawab Akari panjang lebar.

“Aku bisa menerima hukuman apapun jika aku menolak permintaan kalian ini” tambah Akari, “Baiklah, kau harus berjanji agar tetap hidup sampai pangkat tertinggi dan berjanji untuk melindungi seluruh orang-orang Hoshigakure selama 2 tahun” jawab Hizarhi semangat. Hizarhi tahu sekali kalau Akari tidak peduli dengan hidupnya.

Pikiran Akari hanya dipenuhi dengan rasa penasaran wajah ibunya, karena itulah ia tidak peduli dengan hidup dan selalu memikirkan hal-hal dewasa.

“Aku tahu sekali kau tidak peduli dengan hidupmu. Jadi apakah kau sanggup melakukan itu?” pikir Hizarhi senang. Akari membelakangi Hizarhi, “Akan kulakukan” jawab Akari dingin. Mereka seisi ruangan terkejut, “Apapun itu asalkan aku tidak masuk aliansi ataupun pergi dari desa ini” tambah Akari yang makin membuat mereka terkejut bukan main dan heran.

“Baiklah, aku akan menyaksikannya suatu saat” kata Hizarhi tersenyum. Akari keluar dari kantor. Ia ingin berjalan-jalan.

Ia melewati toko bunga Hinari, “Akari-sama” panggil Hinari, “Hinari-nee-chan” Akari masuk toko bunga itu, “Bunga-bunga ini bagus. Cocok sekali untuk membuat rangkaian huruf pernikahan” puji Akari.

“Arigatou, ini pesanan untuk acara kelulusan akademi” jawab Hinari, “Ahh iya bagaimana kabar Yamamoto-kun?” tanya Hinari setelah beberapa saat, “Yamamoto-niisan begitu sibuk, aku terkadang kasihan padanya” jawab Akari terkekeh.

“Ehh?” Hinari bingung, “Yamamoto-niisan akhir-akhir ini banyak pekerjaan sampai pagi. Kurasa hari ini dia akan pulang cepat” jelas Akari, “Yah, aku harus pergi dulu Hinari-nee-chan” kata Akari melambai lalu pergi keluar toko bunga itu.

Kaito yang mencari Akari segera menghampiri Akari, “Imotou, kantor Suyhifang” panggil Kaito.

Sesampainya disana...

“Yanara-sama sudah lama meninggalkan desa. Jejaknya tidak diketahui, jadi disini kita mendapat tugas untuk membawa kembali Yanara-sama” pria berusia 16 tahun bernama Tabachi Suyhifang memulai rapat mereka. Tabachi sepupu Yanara. Dia adalah keluarga cabang yang bertugas untuk melindungi keluarga utama.

Sedangkan Akari adalah anggota terakhir dan termuda di klannya, tidak heran kalau tugas Akari sebagai klan Suyhifang lebih banyak dan lebih rumit.

“Siapakah yang akan mampu mencari keberadaan Yanara-sama? tanya Tabachi, “Saya akan mencarinya” setelah beberapa menit ada seseorang yang menjawab.

Dan itu Akari, “Akari, kamu anggota yang paling muda” Kizashi— ayah Yanara, terkejut dengan jawaban Akari.

“Benar, Akari-sama anda masih sangat muda. Bahaya akan datang setiap saat bagi anggota muda” Tabachi setuju dengan Kizashi, “Karena anggota termudalah aku berani ikut. Aku merupakan keluarga terakhir dan tugasku lebih banyak dan lebih rumit, biarpun aku masih muda” jawab Akari.

“Aku tahu bagaimana cara mencari keberadaan Yanara-sama, jadi biarkan aku secara pribadi keluar desa untuk mencarinya” tambah Akari dengan mata tajam yang tegas.

“Kalau sudah Akari yang berbicara, aku tidak bisa berbuat apapun. Baiklah kau bisa menjalankan tugas ini” kata Kizashi menyetujui, “Tabachi-san?” tanya Akari, “Jika Kizashi-sama berkata begitu, aku tidak bisa membantah” jawab Tabachi.

Sementara Yamamoto dan Kaito khawatir dengan keadaan adiknya itu. Mengingat beberapa hari lalu, Akari kembali ke desa dengan keadaan memilukan.

“Niisan, aku tahu kalian khawatir. Tapi aku sudah beranjak dewasa, aku juga harus bisa melatih diri didunia luar” pikir Akari.

Rapat selesai dan semua bubar.

1
Leon I
wah udah khatam banget kayanya senpai
palupi
otakku susah nyambung sama genre jepang model gini 🙏🙏
maklum biasa lihatnya cuman yg chibi maruko chan yg udah dialih bahasa 🤣🤣🤣
Leon I
Selamat membaca
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!