Demi menyelamatkan harga diri keluarganya
Safira meninggalkan rumah orang tuanya dan mengadu nasib ke kota.
tragedi yang menimpanya sebulan yang lalu menghasilkan benih yang tumbuh dirahimnya .
dikota yang asing ia bertemu dengan Denendra lelaki baik hati yang mau menerima ia apa adanya.
merasa diperlakukan dengan luarbiasa fira pun akhirnya jatuh hati dengan Danendra hingga memutuskan menikah dengannya waktu berlalu hingga ia bertemu dengan keluarga besar danendra disana ia bertemu lelaki yang telah menghancurkan hidupnya. dan siapa sangka pemuda itu adalah adik sepupu Darendra lelaki yang selama ini membantu kehidupannya yang tidak mudah di kota yang asing itu. apakah mereka akan terjebak cinta segitiga? bagaimana cara Narendra bertanggung jawab atas kesalahannya pada Safira.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon VELANIA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Memanjakan Safira
Danendra dan Safira kini sudah berada didalam apartemen,
"Mas kamu kekamar gih ganti baju yang nyaman aku buatkan sup dan air jahe buat kamu dulu "
"iya sayang "
Safira tanpa berganti baju setelah mencuci tangannya ia mulai memasak sup ayam dan air jahe untuk Nendra.
jari jarinya yang cekatan memegang peralatan dapur hingga pekerjaannya begitu cepat selesai. setelah membersihkan dirinya ia masuk kembali kekamar Nendra,
"Mas yuk diminum dulu air jahenya mumpung masih anget "
"seneng banget kalau sakit gini ada yang ngurusin "
"memangnya selama ini kalau mas Nendra sakit gak ada yang ngurusin? kan Mas Nendra masih punya keluarga? "
"aku nggak mau ngerepotin mereka biasanya ya pergi ke dokter sendiri"
"Kasihan kamu Mas , kita makan dulu yuk kalau Mas Nendra nggak enak makan cobain sup ayam buatanku deh pasti langsung seger lagi"
"oh ya jadi nggak sabar buat nyicipin masakanmu "
Dimeja makan Safira melayani Nendra seperti seorang istri pada suaminya.
"gimana enak nggak? "
"wah enak banget sayang ini sih lebih enak dari yang dijual di restoran mahal loh"
Safira menyuapi Nendra sampai habis.
"Kamu juga belum makan kan? "
"gampang setelah ini aku bisa makan "
"tidak Aku nggak mau enak sendiri kamu juga aku suapi gantian biar adil"
"ih apaan sih Mas aku sehat kok bisa makan sendiri"
"aku juga meski sakit aku masih bisa hanya untuk mengangkat sendok saja, sini jangan bantah terus"
mau tidak mau Fira menerima suapan demi suapan dari Nendra.
setelah makan mereka ke ruang tengah.
"sayang besok kan akhir pekan kita jalan jalan yuk ? "
"kemana Mas? "
"bagaimana kalau kita ke Mall ?kita bisa jalan jalan, nonton bioskop beli apapun yang kamu inginkan gimana? "
"Boleh tapi apa tidak merepotkan kamu Mas? kamu sudah keluarin uang banyak lo buat aku Mas"
"Fira! aku mohon jangan bicarakan uang denganku! aku akan memberikan semuanya untuk kamu! asal kau bahagia bersamaku "
"Mas jangan terlalu mencintaiku aku takut jika aku mengecewakanmu nanti kamu akan sangat sakit mas! "
"aku tidak peduli apapun Fira yang aku ingin hanyalah dirimu itu cukup! "
"jangan sampai cinta itu berubah jadi obsesi mas aku takut! cintailah aku sewajarnya saja "
"maafkan aku karena ini pertama kalinya aku mencintai seseorang aku tidak tahu cara menunjukan padamu "
Fira memberanikan diri untuk memeluk Nendra.
"ayo kita tidur ini sudah malam Mas harus banyak istirahat "
"tapi aku ingin kita tidur bersama seperti kemarin"
"tapi Mas.. "
"hanya memelukmu Saja sayang "
"emm... baiklah "
kini mereka sudah diatas ranjang tidur dalam satu selimut yang sama
"sayang"
"hmm..? "
"aku sudah nggak sabar ingin segera nikahin kamu"
"aku baru saja lulus sekolah Mas belum bisa nyenengin Bapak masa harus langsung nikah sih"
"biar aku Saja sayang yang mewujudkan semua impian kamu "
"itu beda Mas, aku ingin bahagia in Bapak dengan jerih payahku sendiri"
"itu bagus sih tapi aku harus menunggu sampai kapan hmm? "
"tau lebaran monyet kali! "
"aaaa... ampun ampun Mas geli udah udah "
Nendra yang gemas akan jawaban Fira menggelitiki pinggang Nina.
"ih Mas aku nggak suka digelitikin! "
"terus suka nya diapain ? diginiin?.. "
Nendra menarik Fira lalu mengecup pelan bibirnya . ciuman yang semakin lama semakin dalam.
"stop!sudah kita tidur aja besok kita bisa terlambat ke kantor "
"iya iya tidur "
tak lama keduanya sudah terlelap tidur.
Pagi hari ini wajah Fira sangat ceria sekali,
"sayang kok kamu bahagia banget sih? apa gara gara sepanjang malam aku peluk kamu ya? "
"ihh Mas pagi pagi ya pikiran nya kok gitu? aku happy aja hari kan Sabtu jadi jam kerja kita setengah hari"
"hanya itu? "
"bukan cuma itu Mas, nanti kita kan mau jalan jalan ke Mall"
"ooh,, tiap hari kalau kamu mau aku bisa ajak kamu ke mall kenapa harus nunggu hari sabtu? "
"ihh kamu Mas rasanya itu beda! lagian siapa juga yang ingin tiap hari ke Mall sebulan sekali aja udah bagus "
"kamu memang beda sayang cewek lain kalo tahu cowoknya tajir pasti minta ini itu"
"Mas Nendra kan sudah memberi semua yang Fira butuhkan dari baju, sepatu, tas bahkan untuk perawatan wajah Fira pun mas Nendra yang belikan jadi kurang apalagi dong? "
"kamu belum tahu saja teman aku biaya in pacarnya sebulan habis delapan puluh juta "
"hah? delapan puluh juta? "
"hmm, pacarnya seorang model terkenal di kota ini dan gaya hidupnya sangat mewah "
"yuk ah kita berangkat jangan melongo terus nanti lalat masuk itu kemulut kamu "
"Mana ada lalat disini"
didalam mobil,
"kenapa kok diem aja? "
"lagi mikir aja"
"mikir apa? "
"mikirin uang delapan puluh juta "
"hah?.. kenapa kamu pikirin? "
"aku lagi bayangin Mas nanti kalau kamu kasih aku uang sebanyak itu aku akan gunakan untuk apa saja ya? "
"pfftt,, hahaha,, ya ampun sayang kamu ini bikin aku gemas saja. ternyata masih ada cewek yang senaif kamu "
"malah diketawain sih memangnya lucu! "
"lucu sekali malah "
mereka pun akhirnya tiba dikantor,
"Mas aku mau menemui Nadia dulu ya, nggak enak sudah ninggalin dia sendiri dikontrakan"
"aku tunggu disini "
Safira melihat Nadia yang juga baru sampai
"Nadia..tunggu! "
"Fira? "
"Nad, maaf ya aku nggak pulang beberapa hari ini. aku butuh belajar dan Mas Nendra mau ngajarin aku pelan pelan" bohong Fira yang tidak mungkin jujur tentang Nendra yang suka mesum padanya.
"ciee belajar atau belajar? lo pikir gue percaya sama kata kata lo barusan, cowok mana yang betah tinggal berdua dalam satu apartemen sama cewek spek model kayak lo gini? "
"kamu kok nggak percaya sih "
"nggak! nggak bakal percaya gue kalo kalian nggak ngapa ngapain"
"terserah kamu, aku masuk dulu ya Mas Nendra nungguin dimobil tuh"
"Gilak si Safira beruntung banget idupnya di taksir sama bos besar , tapi emang dia cakep parah sih laki laki mana yang gak suka lihat dia, gue aja yang cewek ngiler liatnya"
hari ini berlalu begitu cepat .
Safira bersemangat sekali untuk pulang hari ini maklum lah seumur hidup Safira belum pernah sekalipun pergi ke mall.
"wah sepertinya kamu happy banget Fir hari ini! "
"eee,,, masa sih bu? "
"kamu mau malam mingguan ya? "
"ih bu Indy ini bisa saja "
ternyata Nendra sudah menunggunya didepan pintu
"Mas kok sudah disini ? "
"hari ini aku gak ada kerjaan ya jadinya pengen aja ngerjain kamu abis ini! "
"dasar! yuk pulang "
"siap tuan putri"
dan kini mereka pun sudah siap akan pergi jalan jalan dengan pakaian santai namun tak mengurangi aura luar biasa dari mereka berdua.
Nendra memakai kaos polo dan celana pendek juga topi dan kaca mata menambah ketampanannya naik berkali lipat, sementara Safira ia memakai hot pants dan kaos over size, sepatu kets, tas selempang mini juga kacamata dan rambut nya digerai begitu saja.
"Mas kamu keren banget baru lihat kamu yang kayak gini Mas! "
"Apalagi kamu sayang rasanya pengen ngurung kamu di kamar aja deh! "
"aah,, sudahlah yuk berangkat"
Nendra membawa Fira ke Mall yang paling besar dikota itu.
"wah besar banget Mas! " rasanya Fira ingin sekali berteriak
"kita kemana dulu? kamu mau beli baju atau tas gitu? "
"nggak Mas aku nggak ingin apa apa aku mau jalan jalan saja muterin tempat ini! "
Nendra menepuk dahinya sendiri, dan akhirnya ia pun pasrah mengikuti semua kemauan Fira,
setelah mengelilingi Mall itu mereka makan di restoran Jepang, makan eskrim dan terakhir nonton bioskop tapi belum selesai Fira minta pulang karena sudah mengantuk. saat akan keluar dari Mall Fira tanpa sengaja berpapasan dengan seseorang yang sangat dikenalnya ,
"Bagas?... "