Indonesia
NovelToon NovelToon
Regret!

Regret!

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Patahhati / Militer / Tamat
Popularitas:3.8k
Nilai: 5
Nama Author: Yurahana

Byan meninggalkan Kiara untuk melanjutkan study nya dibidang militer. Kiara yang kesepian tidak sadar melakukan kesalahan fatal yang sulit dimaafkan

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yurahana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 12

Suara familiar itu terdengar lagi, kali ini Byan benar-benar membeku di tempatnya. Kiara mengambil langkah kedepan dan menghampiri Byan

"Halo, perkenalkan saya Kiara. Salah satu relawan disini". Byan menatap Kiara, ketika mata mereka bertemu, Byan melihat ada raut kerinduan diwajah Kiara. "B-B-Byan?"

Byan masih diam, begitu juga dengan Kiara. Mereka saling menatap satu sama lain. Sibuk dengan pikiran masing-masing

"Abang...". Anak perempuan yang tadi sedang bermain dengan Byan menghancurkan keheningan diantara mereka, baik Byan dan Kiara menatap anak itu bersamaan. "Kak Kia mengulurkan tangannya dari tadi, kenapa abang diam aja? Itu nggak sopan tau!"

Byan kembali menatap Kiara dan tangan Kiara yang memang secara tidak sengaja dibiarkan saja dari tadi. Byan masih memperhatikan tangan Kiara, ragu-ragu untuk meraihnya

Kiara sendiri bingung harus berbuat apa, ia masih memperhatikan Byan. Kiara mengerti keraguan di diri Byan, Kiara juga mengerti kalau Byan masih belum memaafkannya. Perlahan-lahan Kiara menurunkan tangannya tapi tanpa diduga tangan Byan meraihnya. Kiara menengadah menatap lurus ke mata Byan. Byan tersenyum tipis, senyum yang saat itu juga mendamaikan hati Kiara

"Apa kabarmu, Byan?"

"Baik". Belum sampai satu detik, Byan melepaskan tangan Kiara yang membuatnya membuang nafas berat

Byan kembali mengalihkan perhatiannya kepada anak kecil yang tadi bermain dengannya tanpa mau berlama-lama berinteraksi dengan Kiara. Kemudian matanya menelusuri setiap sudut tempat untuk mencari Martin yang tadi sempat berlari mengejar bola sesaat sebelum Kiara menyapanya

Sementara Kiara, dirinya masih diam di tempatnya, menatap Byan sedih, kalau saja mereka hanya berdua, Kiara bersumpah dirinya akan memeluk Byan saat itu juga. Kiara benar-benar merindukan Byan. Byan yang sempat ia campakkan sebelumnya

"Martin!". Byan memanggil Martin yang baru saja kembali dengan air minum ditangan bersama anak-anak kecil yang berbaris dibelakangnya

"Kenapa bang?"

"Kayanya gue nggak bisa berlama-lama, gue ada keperluan lain. Gue pulang lebih dulu, oke!"

Kiara mendengar dengan jelas apa yang dikatakan Byan dan dirinya mengerti betul kenapa Byan ingin cepat-cepat pergi. Byan benar-benar pengen menghindar dari aku, pikir Kiara

"Tapi bang lo kan belom banyak berinteraksi sama anak-anak"

"Mungkin lain kali". Byan mengusap rambut anak yang tadi bermain dengannya sebentar sambil menggumamkan kata "abang pergi dulu ya". Terlihat anak itu sempat mempoutkan bibirnya dan mengangguk dengan perlahan. Mata Kiara masih setia mengikuti pergerakan Byan

Byan melirik sebentar kearah Kiara sebelum ia keluar dari ruangan, matanya tertangkap oleh mata Kiara. Mereka kembali saling menatap bahkan orang lain pun akan tahu kalau mereka saling merindukan satu sama lain. Tapi mereka bisa apa? Byan yang terlalu kecewa dengan Kiara dan Kiara yang terlalu merasa bersalah

Byan menarik nafas sebentar, dirinya melangkahkan kaki hendak menjauh tapi baru beberapa langkah Byan keluar ruangan, seseorang memeluknya dari belakang

Pelukan yang familiar bagi Byan, pelukan yang penuh kerinduan, pelukan yang Byan pikir tidak akan pernah dia rasakan lagi, pelukan yang selalu diberikan Kiara

Byan diam sebentar, dirinya merasakan hangat badan Kiara yang menjalar ke tubuhnya, Byan merasakan kenyamanan itu lagi, kenyamanan yang hanya Byan dapatkan dari Kiara tapi kenyamanan itu hilang dengan sesaat ketika bayangan Devon tiba-tiba muncul dibenak Byan. Byan melepaskan pelukan Kiara dengan paksa

"Lepas"

"Byan..". Kiara menatap Byan, entah apa yang Kiara harapkan tapi Kiara benar-benar ingin memeluk Byan lebih lama lagi. "Aku rindu sama kamu, Byan"

"Cukup Kiara". Byan hampir berteriak didepan wajah Kiara kalau dia tidak ingat dimana dia berada, Byan tidak ingin teriakannya membangkitkan trauma anak-anak yang sudah sedikit mereda

"Byan...maafin aku"

"Aku bilang cukup".

Byan tidak tahu kenapa dirinya bisa semarah ini. Tidak, Byan bukan marah pada Kiara melainkan Byan marah pada dirinya sendiri karena tidak bisa menahan pengaruh Kiara bagi dirinya. Byan hampir tidak bisa mengendalikan dirinya dan hanyut dalam pelukan Kiara, kalau saja wajah Devon tidak muncul, padahal Byan sudah berjanji untuk move on

"Biar aku jelasin dulu, Byan. Aku mohon"

"Apa lagi yang pengen kamu jelasin, Kia? Semua udah jelas dan aku udah merelakanmu buat Devon"

"Aku tau aku salah Byan dan aku sama Devon nggak ada hubungan apa-apa. Devon udah kembali sama Bella"

"Devon udah kembali sama Bella, jadi kamu memutuskan buat kembali sama aku?"

"Bu-Bukan begitu. Hari saat kamu memergoki aku sama Devon itu hari terakhir aku berhubungan sama Devon. Aku tau aku sangat salah Byan, aku nggak punya perasaan apa-apa buat Devon karena hati aku cuma milik kamu. Aku bahkan menyakiti hati seniorku sendiri, aku tau aku biadab, aku nggak pantas menerima maafmu, biarkan aku mencoba, mencoba merebut hatimu kembali, aku benar-benar nggak bisa tanpamu Byan, maafin aku. Aku mohon!"

"Aku nggak tau Kia, aku belum pernah merasakan sakit seperti itu, aku bahkan lupa rasanya bahagia cuma karena kamu"

"Aku tau Byan, aku juga merasakan sakit itu, aku tau perasaan kamu Byan, aku tau. Enam bulan lebih aku hidup dengan rasa bersalah, enam bulan aku mencari kamu ke setiap sudut Jakarta, kamu tau Byan? Selama enam bulan itu pula aku menelusuri setiap pos jaga cuma buat mencari nama kamu disana. Tapi itu semua mustahil, kamu benar-benar hebat menghapus semua jejak kamu"

Byan tahu, Byan tahu semua usaha Kiara untuk mencarinya, Byan tahu karena hampir setiap bulan rekannya melaporkan ada yang mencarinya, Byan tahu betul rasa bersalah yang Kiara pikul tapi Kiara tidak tahu kalau Byan tahu semua itu

"Byan aku mohon, nggak adakah sedikit aja tempat dihati kamu buat aku?". Kiara kembali berbicara. "Byan, aku mohon beri aku kesempatan buat menebus semuanya"

Kamu punya banyak tempat dihati aku Kiara bahkan aku nggak punya tempat buat hal lain karena semua udah jadi milikmu, kamu yang memiliki hati aku Kiara, aku sangat mencintaimu, bahkan sampai ke titik aku sangat takut buat mencintai kamu lagi, Kia. Aku takut - Byan berbicara didalam hatinya

"Maafin aku, Kia. Aku harus pergi"

Byan hendak berbalik lagi tapi Kiara kembali menangkapnya, Kiara meloncat kearah Byan dan mendekap Byan erat. "Aku nggak akan melepaskan kamu Byan, sebelum kamu menjawab pertanyaan aku"

Byan melirik Kiara dari sudut matanya, posisinya Kiara sangat dekat dengan wajahnya, Byan bahkan bisa mencium Kiara hanya dengan menolehkan kepalanya

"Pertanyaan apa?"

"Aku bertanya Byan, apa masih ada tempat dihati kamu buat aku?". Byan diam, haruskah dirinya berbohong? Jujur? Sunyi sebentar kemudian suara Kiara terdengar lagi. "Jantung kamu berdetak, Byan"

"Aku hidup Kiara". Byan menjawab datar, mencoba menetralkan detak jantungnya sendiri

"Sangat kencang". Kiara menempatkan kepalanya diceruk leher Byan, menghirup aroma tubuh Byan dan meniupkan udara panas disana, yang sontak membuat bulu kuduk Byan berdiri. "Byan, apa...kamu...masih mencintai aku?"

"Cukup, Kia". Byan kembali mencoba melepaskan pelukan Kiara. Yang Byan tahu saat ini Kiara sangat berubah, Kiara yang dikenalnya dulu polos dan sekarang Kiara yang ada di hadapannya saat ini terbilang..agresif

"Udah aku bilang aku nggak akan melepaskan kamu sebelum kamu menjawab pertanyaan aku, Byan"

Byan memejamkan matanya, memijit pelipisnya, menarik nafas kemudian menarik tangan Kiara dan berbalik, membuatnya berhadapan sangat dekat dengan Kiara, jarak mereka begitu dekat bahkan Byan bisa merasakan nafas Kiara

"Dengerin aku baik-baik karena aku nggak tau apa aku bisa mengulangi kata-kata ini atau nggak. Aku sakit hati Kiara, kamu paham? Aku sakit hati sangat kesakitan, kamu bahkan nggak bisa bayangkan betapa sakitnya aku, aku sakit hati dan yang menyakiti aku adalah sahabat dan pacar aku. Dua orang yang sangat aku percayai"

Byan menjeda omongannya sebentar. "Tapi kamu tau apa yang lebih menyakitkan? Aku nggak bisa membencimu karena apa yang kamu lakukan Kiara dan itu lebih menyakitkan. Aku selalu memaafkan kamu apapun yang kamu lakukan dan membiarkan aku ditelan oleh kebodohan dan itu sangat menyakitkan dan sekarang kamu bertanya apakah masih ada ruang untuk kamu dihati aku? Kamu nggak perlu bertanya Kiara karena semuanya milikmu, semua celah hatiku itu milikmu dan itu menyakitkan Kiara. Dan kamu bertanya aku masih mencintaimu atau nggak? Aku sangat mencintaimu Kiara, sangat mencintaimu, kamu bahkan nggak akan bisa membayangkan betapa besar rasa cinta aku buat kamu tapi apa yang kamu lakukan sama aku? Dan setelah tau kebusukan kamu pun rasa cinta aku sama kamu nggak pernah pudar, dan kamu tau apa? Itu sakit"

Kiara sudah tidak mampu menahan air matanya lagi, Kiara menangis didepan Byan, apa yang Byan katakan barusan benar-benar menjadi tamparan buat Kiara, Kiara benar-benar berhasil membuat Byan patah hati rupanya dan Kiara merasa kalau dirinya tidak pantas untuk kesempatan kedua

Melihat Kiara yang menangis, jujur saja itu kelemahan Byan, Byan benar-benar tidak tega melihat Kiara seperti itu, melihat Kiara meneteskan air mata sama saja dengan membuat hati Byan menjadi sakit dan itu menyakiti dirinya sendiri. Byan kembali menarik nafas dalam, dirinya meraih dagu Kiara dan menatap dalam kearah mata Kiara

"Buktiin kalau kamu memang sudah berubah kalau kamu pengen kesempatan kedua dariku". Byan mencium dahi Kiara sebelum ia berbalik dan pergi menjauh

Kiara masih diam ditempatnya, dirinya masih terisak tapi bibirnya tersenyum. "Aku pasti bakal buktiin ke kamu, Byan"

Kiara menghapus air matanya dan kembali masuk ruangan dimana anak-anak menunggunya untuk belajar membaca

***

Bahkan semenjak saat itu, Kiara benar-benar berusaha untuk berubah menjadi lebih baik. Martin sudah tahu siapa Kiara, dirinya bahkan sempat akan melayangkan tamparan indah ke pipinya tapi tertahan karena Martin merasa berhutang pada Kiara atas apa yang dilakukannya untuk anak-anak

Kiara rajin menanyakan kabar Byan pada Martin, sesekali bahkan mengirimkan makanan untuknya yang tentu saja membuat Malik merasa panas

Seminggu setelahnya, Byan mengunjungi anak-anak lagi. Kiara sempat berebut Byan dengan anak perempuan yang bermain boneka dengan Byan tempo hari. Mereka berlomba-lomba mencari perhatian Byan yang tentu saja dimenangkan gadis kecil itu, Kiara sempat marah tapi tingkah Kiara yang kekanak-kanakan itu justru terlihat lucu dimata Byan. Dan Malik harus menyeret kerah baju Kiara untuk membuat Kiara berhenti dengan apapun yang ada dipikirannya untuk dilakukan

Tapi disamping itu, Byan melihat banyak sisi positif dari Kiara yang Byan tidak pernah terpikirkan ada di diri Kiara, Byan melihat betapa cocoknya Kiara sebagai sosok ibu bagi anak-anak, kasih sayang yang Kiara berikan terlihat sangat tulus untuk anak-anak. Dan Kiara sangat sigap dan juga terampil dalam segala pekerjaan yang dibebankan untuknya

Sedikit banyak Byan tahu kalau ia memang harus memberikan kesempatan kedua untuk Kiara

1
Net
hmmm kukira chapter ini khusus buat pasangan si Yasmin ma Martin ternyata Devon ma Belle toh aokwkw😌👀 tp gak papa lah yah diakhiri dengan chapter yg rusuh sekaligus UwU hehe😶✨ btw thanks buat authornya dah bikin cerita UwU seperti ini 👀🎉dan ditunggu cerita selanjutnya kkwkw 🤸
Net
author nya hebat juga yah bikin baper penonton nya lewat cerita yg mengeregetkan pembaca nya. bismillah dapet byan sebagai suami aowkwoow🙌😌 btw klo cerita ini mau tamat fix harus bikin buat si Martin ma Yasmin soalnya mereka juga butuh screen tambahan biar nanti tambah panjang LG ceritanya muehheheh🤸🌚
Net
LG bermesraan eh tiba" muncul adegan horor nya juga aowkoaa 👀🗿jd flashback sama cerita LK pa LG authornya waktu itu lh kospley sifat psikotes aowkwoow🤸😌 btw sape yah yg kena apakah byan ataukah Kiara atau jangan author👀🤔 hmmmmm kiat tunggu aja di chapter selanjutnya klo author gak malezz aowkwo😶🤸🤸
Net
hmmmm ternyata cara tembak nya si byan anti mainstream juga yah knp gak sekalian aja didepan keluarga nya biar jd kenang"an wkkw🗿👀 btw yg awalnya saya ngeship byan ma Martin saya jd oleng ke Malik ma Martin aowkwow😶🤸
Net
ingin ku masuk ke dalam ceritanya abis itu ngomong ma byan klo pacar kau itu tukang selingkuh 😶tp sayang nya gak bisa jd saya berharap ma Yasmin aja deh 😔🙌
Net
pantes mereka berdua cocok tenyata sama penghianat toh🙂, akhirnya Kiara sadar diri juga walaupun telat wkwkw btw sya dukung Yasmin ma byan aja lah kwkw 🗿🙌🤸
Net
apa jadinya klo byan tau calon istrinya itu LG main" di belakang nya pasti sakit tuh hatinya😔udh lah mending byan ma gue eh maksudnya Yasmin atau gak cari yg lain aja biar si lon- uh itu sadar diri😤 wkwk
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!